Tutup Iklan

Seorang Ibu di Sragen ini Laporkan Aktivitas Galian C ke Polisi

Seorang perempuan petani di Sragen merasa dirugikan dengan aktivitas penambangan galian C di samping sawahnya.

 Sunarni, warga Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Sragen, melaporkan aktivitas galian C di desanya ke Polres Sragen. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Sunarni, warga Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Sragen, melaporkan aktivitas galian C di desanya ke Polres Sragen. (Istimewa)

Solopos.com, SRAGEN — Merasa dirugikan dengan aktivitas penambangan galian C, seorang warga Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Sragen, melaporkan aktivitas itu kepada Polres Sragen, Kamis (28/10/2021) siang.

Pelapor itu adalah Sunarni, 39, pemilik sawah yang bersebelahan dengan lahan untuk galian C tersebut. Dia lapor kepada polisi karena ia khawatir penambangan galian C itu berpotensi membuat lahannya tidak laku dijual, ambrol. Aktivitas penambangan galian C itu juga dinilainya mengancam keselamatan petani.

“Penggaliannya terlalu dalam dan mepet dengan sawah saya. Sawah saya adalah sawah produktif. Jika ditanami, airnya cepat hilang. Pengerukannya terlalu curam, berbahaya. Orang yang lewat di situ bisa terpeleset siapa yang akan bertanggung jawab,” kata Sunarni.

Galian C Sragen
Kondisi lahan di RT 035/RW 015 Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Sragen. Foto diambil baru-baru ini. (Istimewa/Sunarni)

KPU Sragen Usulkan Dua Opsi Biaya Pemilu, Jangan Kaget dengan Angkanya

Dia mengatakan kedalaman galian kira-kira 3,5 meter sampai 4 meter. Aktivitas galian tersebut dilakukan sejak 29 Agustus 2021. Sejumlah truk mengangkut material dari lahan tersebut.

Menurut dia, lahan yang digali merupakan lahan pribadi yang dikelola oleh orang lain. Dia sempat meminta kejelasan mengenai aktivitas galian C itu kepada mandor tetapi tidak mendapatkan respons yang diharapkan.

“Saya minta keadilan, dulu saya beli tanah dengan jerih payah. Perjuangan bekerja keras terus saya punya hak, bayar pajak kok mereka semena-mena,” ungkapnya.

Baca Juga: Menilik “Rekam Jejak” UMK Sragen, Melambung di 2020, Anjlok di 2021

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, melalui Kasat Reskrim, AKP Lanang Teguh Pambudi, belum bisa memberikan keterangan lengkap mengenai laporan Sunarni. “Baik kami cek dulu,” ujarnya saat dimintai konfirmasi melalui Whatsapp.


Berita Terkait

Espos Plus

Data Jadi Urat Nadi Ekonomi Digital, Kepercayaan adalah Jantungnya

+ PLUS Data Jadi Urat Nadi Ekonomi Digital, Kepercayaan adalah Jantungnya

Bagi perusahaan siber, privasi, keberlanjutan, perlindungan hukum, dan keamanan fisik berjalan beriringan dengan kepercayaan karena semuanya saling berhubungan.

Berita Terkini

Tetap Bugar di Usia 89 Tahun, Inilah Resep dari Mbah Gandung Klaten

Walau sudah berusia 89 tahun, Mbah Gandung tetap sehat sehingga terus membuka Warung Brongkos Cipto Gandung di Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan, Klaten.

Pengusaha Jersey Wonogiri Peraih Penghargaan PLN Punya 80.000 Reseller

Pengusaha jersey asal Kabupaten Wonogiri, Jumariyanto, yang meraih penghargaan kategori Wirausaha Niaga Tangguh (Gold Appreciation) dari PT PLN (Persero), ternyata memiliki 80.000 reseller.

Bupati Karanganyar: Anak Down Syndrome Pasti Punya Kelebihan Luar Biasa

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan para orang tua yang memiliki anak down syndrom harus menerima dengan senang dan ikhlas. Sebab, buah hati itu adalah titipan dari Tuhan dan pasti memiliki kelebihan yang luar biasa.

Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, Layanan Prodia Mobile Paling Diminati

Laboratorium Klinik Prodia Semarang terus mengoptimalkan pelayanan secara digital, dalam beberapa waktu terakhir

Lokasi WNA Ukraina Tersesat di Merbabu Ternyata Jadi Habitat Elang Jawa

Blok Tulangan yang menjadi lokasi penemuan warga negara asing (WNA) yang tersesat di lereng Gunung Merbabu ternyata menjadi habitat dari elang jawa yang terancam punah.

Lagi Viral Kuliner Rating Rendah di Soloraya, Banjir Komentar Sadis

Baru-baru ini viral di media sosial potret review kuliner rating rendah di Google Review yang mengulas salah satu warung makan di Soloraya.

Viral Video Mesum Sejoli 25 Detik, Diduga Terjadi di Sragen

Beredar sebuah video mesum sejoli di kamar berdurasi 25 detik, yang diduga terjadi di Sragen, Jawa Tengah.

Round Up: 3 Warga Boyolali Jadi Korban Pengeroyokan di Colomadu

Tiga warga asal Boyolali mengalami luka-luka akibat keributan yang terjadi di Cafe Jazz, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (4/12/2021) malam.

Hari ke-3, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Jelajahi Ibu Kota

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 tiba di Jakarta, Minggu (5/12/2021) pukul 23.45 WIB.

3 Dokter UNS dan Sukarelawan Tim SAR Bakorlak Bertolak ke Lumajang

Kedelapan personel yang berangkat ke Lumajang itu terdiri atas tiga dokter, tiga sukarelawan SAR dan dua sopir.

Tokoh Difabel Kota Solo Dorong Kesetaraan Akses Pekerjaan

Tokoh difabel di Kota Solo mendorong adanya kesetaraan akses untuk kaum difabel sesuai undang-undang dan tidak adanya inklusivitas di lingkungan kerja.

Kinerja BPR Syariah Diklaim Tumbuh Positif dalam Setahun Terakhir

Bank Pembiayaan Rakyat atau BPR Syariah Indonesia mencatatkan kinerja yang tumbuh secara positif selama kurun waktu setahun terakhir.

6 Peserta Workshop Bawa Pulang Penghargaan Festival Ayo Membaca 2021

Enam orang peserta membawa pulang penghargaan dalam workshop penulisan cerpen dan artikel sebagai rangkaian Festival Ayo Membaca (FAM) 2021.

Lalu Lintas Solo Padat Saat Nataru? Dishub Siapkan Tim Patroli Keliling

Dishub Solo akan mengerahkan semua sumber daya termasuk tim patroli keliling untuk antisipasi kepadatan arus lalu lintas saat momen Nataru.

Kisah Eric, Trader Emas asal Boyolali Sukses lewat DNA Pro Akademi

Seorang trader emas asal Boyolali menceritakan pengalamannya sukses dalam investasi emas dengan bantuan DNA Pro Akademi.

Soal Jam Buka Saat Nataru, Pengelola Mal Solo Instruksi Resmi Wali Kota

Pengelola mal dan pusat perbelanjaan Kota Solo masih menunggu surat edaran resmi dari Wali Kota terkait penambahan jam buka selama penerapan PPKM level 3 Nataru.