Sensus Penduduk Online Berakhir, Berapa Prediksi Jumlah Penduduk Indonesia?
Antrean warga membeli tiket KA bandara Solo mengular di Skybridge Stasiun Solo Balapan, Rabu (1/1/2020). (Solopos/M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO -- Pengisian Sensus Penduduk (SP) Online 2020 berakhir Jumat (29/5/2020). Setelah itu akan ada sensus penduduk secara offline yang direncanakan digelar pada September 2020. Lantas berapa perkiraan jumlah penduduk Indonesia pada 2020?

Sejumlah lembaga dalam dan luar negeri sudah memprediksi jumlah penduduk Indonesia pada 2020. BPS dan Bappenas dalam Buku Proyeksi Penduduk Indonesia 2015-2045 Hasil Supas 2015 memperkirakan jumlah penduduk Indonesia pada 2020 mencapai 269,60 juta jiwa.

Dibandingkan dengan 2015 lalu jumlahnya mengalami peningkatan. Pada 2015 lalu, jumlah penduduk Indonesia diprediksi sekitar 255,58 juta jiwa.

Kebakaran di Boyolali, Bekas Pabrik Terbakar Bikin Kakek-Kakek Warga Solo Meregang Nyawa

Bila dilihat dari jenis kelamin, pada 2020 jumlah perempuan diperkirakan sekitar 134,26 juta jiwa. Sedangkan laki-laki sedikit lebih banyak yaitu 135,33 juta jiwa.

Dilihat dari kelompok umur, penduduk paling banyak ada di rentang usia 0-34 tahun. Sedangkan yang jumlahnya sedikit berada di rentang usia 65 tahun ke atas. Berikut prediksi jumlah penduduk Indonesia pada 2020-2030 versi BPS dan Bappenas:

  • 2020: 269,60 juta jiwa
  • 2021: 272,24 juta jiwa
  • 2022: 274,85 juta jiwa
  • 2023: 277,43 juta jiwa
  • 2024: 279,96 juta jiwa
  • 2025: 282,45 juta jiwa
  • 2026: 284,89 juta jiwa
  • 2027: 287,28 juta jiwa
  • 2028: 289,62 juta jiwa
  • 2029: 291,89 juta jiwa
  • 2030: 294,11 juta jiwa

Dua Skenario

Dalam buku itu, BPS dan Bappenas membuat dua skenario mengenai populasi penduduk Indonesia. Penduduk Indonesia pada Juni 2015 sebesar 255,6 juta jiwa baik pada skenario A maupun skenario B.

Pada skenario A dan skenario B pertumbuhan penduduk berlanjut sepanjang periode proyeksi. Pada skenario A penduduk diproyeksikan mencapai 294,1 juta jiwa pada 2030 dan 318,9 juta jiwa pada 2045. Pada skenario B penduduk mencapai 292,5 juta jiwa pada 2030 dan 311, juta jiwa pada 2045.

Cegah Arus Balik ke Jakarta, Polisi Jateng Gelar Penyekatan di 6 Titik Ini

”Proyeksi penduduk yang disajikan dalam publikasi ini bukanlah merupakan suatu prediksi atau perkiraan. Proyeksi di dalam publikasi ini mengenai penilaian tentang apa yang akan terjadi pada penduduk Indonesia jika diasumsikan perubahan komponen penduduk seperti kelahiran, kematian, dan migrasi diproyeksikan selama 30 tahun ke depan dari tahun 2015 hingga 2045,” sebagaimana tertulis dalam buku itu.

Sementara itu, World Population Review di laman mereka memprediksi jumlah penduduk Indonesia mencapai 273,52 juta jiwa. Dengan jumlah itu, Indonesia berada di peringkat keempat sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia.

Bila ditarik ke belakang, World Population Review mencatat pada 1950, jumlah penduduk Indonesia kala itu mencapai 69,54 juta jiwa atau berada di peringkat ke-7 dunia.

Kemudian pada 1960 menjadi 87,75 juta jiwa dan naik ke peringkat ke-6 dunia. Lantas pada 1975 sudah menembus 130,68 juta jiwa dan di peringkat ke-5 dunia. Pada 1990, penduduk Indonesia menjadi 196,93 juta jiwa dan ada di peringkat ke-4 dunia.

WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Bertambah 15, 1 Kasus Baru di Chile

Mereka memprediksi penduduk Indonesia akan terus tumbuh dari tahun ke tahun meski pertumbuhannya menurun. Misalnya mereka memprediksi pada 2030 jumlah penduduk Indonesia mencapai 299,19 juta jiwa.

Lantas pada 2050 menjadi 330,90 juta jiwa. Puncaknya ada pada 2065 yaitu 337,31 juta jiwa dan berada di peringkat ke-6 dunia.

Turun Setelah 2065

Setelah itu, World Population Review memprediksi akan terjadi penurunan penduduk Indonesia. Pada 2070 diperkirakan ada 337,24 juta jiwa dan menjadi 325,27 juta jiwa pada 2090.

Mereka menyebutkan di Indonesia terjadi kelahiran bayi tiap 7 detik dan kematian tiap 18 detik. Selain itu, terjadi migrasi tiap 5 menit.

Kepala BPS Suharyanto menyatakan Sensus Penduduk 2020 merupakan sensus penduduk yang ketujuh sejak kali pertama digelar pada 1961. Pada 2020 ada 54 negara yang akan melakukan sensus penduduk secara bersama-sama.

Perhutani KPH Surakarta Terapkan New Normal Mulai 5 Juni, Termasuk Objek Wisata

Dia mengatakan dua tujuan utama Sensus Penduduk 2020 adalah menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk Indonesia menurut de facto dan de jure.

”Yang kedua, menyediakan parameter demografi serta karakteristik penduduk lainnya untuk keperluan proyeksi penduduk,” ucap Suhariyanto.

Sensus Penduduk 2020, menurut Kepala BPS, akan dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk perwakilan Republik Indonesia yang ada di luar negeri, seluruh WNI dan WNA yang telah atau akan tinggal selama minimal 1 tahun Indonesia akan didata.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom