Ilustrasi pendataan penduduk. (Solopos/Dok)

Solopos.com, KLATEN -- Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar sensus penduduk (SP) pada 2020 mendatang. Ada dua metode yang bakal digunakan BPS pada sensus 10 tahun sekali itu.

Kepala BPS Klaten, Ahmad Isbani, mengatakan dua metode itu yakni online dan pendataan oleh petugas secara door to door. Pendataan secara online dijadwalkan pada Februari-Maret 2020.

“Pendataan secara online itu baru kali pertama ini dilakukan. Masyarakat nanti diminta mengisi data secara mandiri data mereka melalui laman sensus.bps.go.id dengan ketentuan waktu dari Februari-Maret,” kata Isbani saat ditemui Solopos.com di sela-sela sosialisasi SP 2020 di car free day (CFD) Klaten, Minggu (8/12/2019).

Tiap 21 Menit Palang Joglo Solo Bakal Dilintasi KA, Netizen: Tua Neng Dalan Lur!

Sementara itu, pendataan secara door to door dengan menyebar petugas sensus digelar pada Juli 2020. Meski datang langsung ke rumah warga, ada perbedaan pendataan pada SP 2020 dibandingkan sensus 10 tahun sebelumnya.

“Kalau sebelumnya petugas datang membawa kertas kuesioner, pada sensus kali ini petugas hanya membawa ponsel berbasis Android. Jadi, metodenya wawancara dan petugas mengisi data pada ponsel mereka,” kata Isbani.

Selain metode yang digunakan, ada perbedaan lain pada SP 2020. Salah satu poin sensus yakni menanyakan migrasi warga selama lima tahun terakhir.

Murah Meriah! Mi Ayam Rp3.000 di Boyolali Ludes dalam 3 Jam

“Yang membedakan sedikit unsur yang didata yakni ada pendataan migrasi. Dari sensus ini bisa terlihat nanti seperti apa pola migrasi masyarakat selama ini,” kata Isbani.

Isbani mengatakan basis data SP 2020 yakni data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Di Klaten, jumlah warga pada basis data SP sekitar 1,2 juta jiwa.

Soal petugas sensus, Isbani menuturkan masih menunggu aturan perekrutan dari BPS pusat. Dia memperkirakan Klaten butuh 2.000-an petugas sensus.

Di Pekalongan, Mahfud MD Tolak Pengatasnamaan Islam untuk Lawan Kekuasaan

Kebutuhan petugas itu mempertimbangkan jumlah penduduk serta jumlah rukun tetangga (RT). “Dari hasil pendataan potensi desa, jumlah RT di Klaten itu hampir 10.000 RT,” kata Isbani.

Lebih lanjut, Isbani mengatakan sosialisasi sensus terus digencarkan. Dengan sosialisasi itu dia berharap semakin banyak warga yang mengetahui ihwal pendataan mandiri.

“Masyarakat akan semakin tahu dan semakin banyak yang melakukan pendataan online. Kalau target dari pendataan online itu sekitar 20 persen dari jumlah total penduduk,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten