Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan keterangan pers seusai pertemuan di Jl Kertanegara, Jakarta, Senin (30/7/23018). (Antara - Sigid Kurniawan)

Solopos.com, JAKARTA — Para pendiri dan deklarator Partai Demokrat menilai bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah gagal sebagai ketua umum partai. Mereka pun mendorong DPP Partai Demokrat menggelar kongres atau kongres luar biasa selambat-lambatnya September 2019.

Hal ini disampaikan Hengky Luntungan, pendiri dan anggota Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat, di bilangan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (2/7/2019).

Hengky menjelaskan beberapa alasan pihaknya mendorong percepatan kongres atau kongres luar biasa, serta mengungkap "dosa-dosa" SBY terhadap Partai Demokrat.

"Hasil kerja SBY pade periode pertama gagal dari [perolehan suara] 20,40 persen menjadl 10,19 persen, atau suara hilang 50,05 persen. Pada periode kedua gagal lagi, menjadi 7,77 persen atau suara hilang 61,91 persen," ungkapnya.

Henry pun menyebutkan beberapa pelanggaran SBY terhadap AD-ART partai sejak menjabat ketum di periode pertama. Di antaranya, membuat jabatan struktur yang bukan hasil kongres, membuat Konvensi Presiden untuk Pemilu 2014 tetapi tidak dijalankan, dan memutuskan posisi Partai Demokrat menjadi partai netral, sehingga para caleg mendapatkan serangan dari rakyat.

Sementara di periode kedua, Henry mengkritik pembuatan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk alat pemenangan Pilpres dan Pileg 2019 yang ternyata gagal. Dia juga mengkritik dan manuver SBY yang gagal mencalonkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Pilpres 2019 serta tampak hanya memikirkan kepentingan keluarga agar AHY bisa jadi ketum secara aklamasi atau menteri Jokowi.

Kendati demikian, dalam kesempatan yang sama Sahat Saragih, anggota Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat lainnya, menjelaskan pihaknya memberikan kesempatan bagi AHY untuk maju sebagai ketua umum di samping wacana calon dari eksternal partai.

"Di sini itu ada juga para jenderal di Partai Demokrat, para senior juga. Tokoh muda kita ada AHY. Kepentingan para deklarator itu siapapun sebagai pemenang kongres yang dipercepat akan didukung oleh kita," ujar Sahat.

"Tapi bagi pendiri dan deklarator Partai Demokrat, tentu lebih ingin internal Demokrat. Tapi kalau internal ini belum mampu, tentu Demokrat akan melihat sosok di luar sana yang berjiwa Partai Demokrat itu bisa," tambahnya.

Sahat mengklaim bahwa Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat telah berkonsultasi dan sepakat dengan para senior Partai Demokrat seperti Vence Rumangkang, Subur Budhisantoso, Umar Said, Max Rompas, Achmad Mubarok, Ricky Sofyan, Max Sopacua, Wayan Sugiana, Achmad Thorix.

Menurutnya, sudah saatnya SBY pensiun sebagai ketum. Tetapi sebagai gantinya, Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat mengusulkan untuk menempatkan SBY sebagai calon tunggal Ketua Dewan Pembina Partai.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten