Tutup Iklan
Seniman Solo Curahkan Kerinduan kepada Didi Kempot Lewat Konser Daring
Penyanyi Endah Laras memeriahkan konser daring Ndanku Kempot menjelang 40 hari kepergian Didi Kempot, Kamis (11/6/2020) malam. (Istimewa-Dok. pribadi Endah Laras)

Solopos.com, SOLO -- Lagu ciptaan mendiang Didi Kempot berjudul Sekonyong-Konyong Koder yang populer pada era '90an dinyanyikan dengan penuh semangat oleh penyanyi keroncong asal Solo Endah Laras di salah satu segmen konser daring Ndanku Kempot, Kamis (11/6/2020) malam.

Sembari membawa ukulele, pemilik suara tinggi tersebut menghidupkan suasana konser untuk mengenang Ddi Kempot yang sebelumnya sendu dengan lagu-lagu bertema melankolis.

Seperti memasuki lorong waktu, Endah mengatakan lagu tersebut seolah membawanya pada masa lampau ketika sang maestro masih aktif berkarya.

Penyanyi Asli Solo Nuca Idol Konsisten Nulis Lagu

Apalagi dalam konser daring itu ia diiringi full musik Lare Jawi beserta pengendang lama mendiang Didi Kempot, bernama Plenthe.

“Dan jadi semangat juga kan jadi energik. Saat itu kebetulan Lare Jawi pengendangnya Plenthe, nostalgia lagu Sekonyong-Konyong Koder itu khas campursari banget, ya semua hafal lagunya semua ikut nyanyi bareng,” terang Endah.

Selain Sekonyong-Konyong Koder yang merupakan lagu pilihan, Endah di konser itu juga membawakan Kenya Suriname yang dinyanyikan khusus untuk istri pertama mendiang Didi Kempot, Saputri.

Jelang Peringatan 40 Hari, Sobat Ambyar Kunjungi Makam Didi Kempot

Endah mengaku senang dilibatkan dalam konser nostalgia untuk mengenang Didi Kempot tersebut. Saat ini menurutnya sudah waktunya meneruskan spirit kerja keras mendiang Didi Kempot.

Karya Lama dan Baru

Selama hidupnya Didi Kempot selalu berupaya sekuat tenaga menjaga keberlangsungan seni tradisi, memberi teladan agar tak sombong meski sudah menjadi seniman terkenal.

Sementara sang tuan rumah, Whawin Laura, membawakan Senthir Lengo Potro yang juga karya lama. Penyanyi Sruti Respati melantunkan Banyu Langit, disusul deretan nomor andalan lain seperti Kalung Emas, Aku Kangen Kowe, dan Ora Isa Mulih yang dibawakan seniman lain secara bergantian.

Total ada 15an judul karya lama dan baru yang booming di pasaran. “Kombinasi lagu lawas dan yang populer tujuannya agar menyatukan generasi pendengar yang baru dan yang lama. Total ada 15an lagu,” terang Tim Humas acara, Bryan Barcelona, saat diwawancara, Jumat (12/6/2020).

Ziarah Ke Makam Didi Kempot, Staso Ingin Ikuti Karier Ayahnya

Selain mereka bertiga, masih ada belasan seniman lain yang terlibat. Di antaranya Mamang Tse, Terra Sudiro, DK Voice, Anjas Gitarani, Tiara, Lare Jawi, Ardha Tatu, dan sang kakak Eko Gudhel.

Sang istri Didi Kempot Yan Vellia bersama dua anaknya Seika dan Saka turut hadir dalam konser menjelang 40 hari meninggalnya Didi yang tayang streaming di kanal YouTube Whawinlawraofficial tersebut. Seika dan Saka bahkan mempersembahkan lagu Bapak yang juga karya lawas Didi.

Konser yang didukung Teh Sepeda Balap ini juga membuka penggalangan dana bagi seniman terdampak pandemi Corona Virus (Covid-19).

Duka Mendalam

Sementara itu, mengenai pemilihan nama acara Ndanku Kempot, kata Bryan, merujuk pada sapaan akrab Didi semasa berkarya.

Ndanku Kempot juga dibuat berdasarkan lagu ciptaan Whawin yan dirilis di kanal Youtube akhir Mei lalu. Lagu tersebut diaransemen Mr Jepank, kemudian dinyanyikan oleh Whawin bersama Sruti Respati, Endah Laras, dan Anjas.

Lirik Ndanku Kempot menarasikan rasa duka mendalam. Nyanyian mereka seperti curahan rindu untuk mendiang Didi.

Ndanku Kempot, diibaratkan Whawin sebagai rangkuman perjalanan Didi. Isinya kutipan lirik lagu-lagu Didi misalnya Tanjungmas Ninggal Janji, Sekonyong Konyong Koder, dan My Love.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho