Sejumlah alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni SMAN 1 Tegal (Ikasma) berunjuk rasa di depan SMAN 1 Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat (11/1/2019). Mereka menuntut kepada PT KAI dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menghibahkan lahan tersebut untuk tetap menjadi bangunan SMAN 1 Tegal dan tidak terdampak rencana penggusuran sejumlah lahan milik PT KAI. (Antara-Oky Lukmansyah)

Solopos.com, SEMARANG — Lahan seluas seluas 6.890 m2 yang ditempati SMAN 1 Tegal sah menjadi milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) seiring dimenangkannya kasasi oleh perusahaan perkeretaapian itu di peradilan tata usaha negara. Lalu bagaimana sikap Pemerintah Provinsi Jawa Tengahyang bertanggung jawab atas pendidikan menengah atas di provinsi ini?

Pemprov Jateng mengaku telah menyiapkan skenario agar proses belajar dan mengajari di SMAN 1 Tegal tetap dapat berjalan meskipun aset sekolah tersebut sudah sah menjadi milik PT KAI. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas persoalah yang menimpa SMAN 1 Tegal tersebut dan memastikan sekolah tersebut tidak akan digusur.

"Saya bertanggungjawab penuh atas persoalan ini. Para alumni, siswa, guru, dan orang tua murid tidak usah khawatir, saya pastikan kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Tegal tetap berjalan," kata Gubernur Ganjar Pranowo dalam siaran pers yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Kota Semarang, Jateng, Senin (28/1/2019).

Sejak mulanya, SMAN 1 Tegal bersengketa dengan PT KAI terkait kepemilikan aset. KAI mengajukan gugatan atas penerbitan sertifikat hak pakai sekolah tersebut ke PTUN Semarang pada 2017. Dari gugatan tersebut, KAI menang. Kemudian, terdapat banding dan kasasi yang tetap dimenangkan KAI. Oleh karena itu, aset sekolah seluas 6.890 m2 tersebut sah milik KAI.

Ganjar menjelaskan skenario yang dipersiapkan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah bertemu dengan direksi PT KAI. Dirinya mengaku akan berusaha meminta aset tersebut tetap digunakan sebagai sekolah. Sementara skenario lainnya, aset yang telah sah menjadi milik PT KAI tersebut akan dibeli atau meminta hak pakai.

Dia menambahkan, pihaknya menginginkan kasus SMAN 1 Tegal menjadi pembelajaran bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Tengah agar memperhatikan aset. Menurutnya, penyerahan aset harus dilakukan secara lengkap dan benar. "Ini jadi pembelajaran bagi semuanya, kepala sekolah saya minta untuk segera melakukan penyerahan aset secara benar dan baik, sehingga nantinya permasalahan semacam ini tidak terjadi lagi," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten