Senggol Bodi Truk, Pengendara Motor di Grobogan Tewas

Seorang pengendara motor meninggal dunia setelah berupaya menyalip truk di depannya di jalan lingkar utara Grobogan.

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, PURWODADI – Seorang pengendara motor meninggal dunia setelah berupaya menyalip truk di depannya di jalan lingkar utara, Desa Menduran, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Minggu (19/9/2021) malam.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Hendro, warga Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan. Korban malam itu bermaksud pulang ke Karangrayung dengan mengendarai sepeda motor Honda CB berpelat nomor K 4630 PF.

Hendro memilih potong jalan untuk menyingkat waktu melalui jalan lingkar utara. Pengendara motor ini melaju dari arah timur sampai di lokasi kejadian bermaksud menyalip truk di depannya. Kondisi jalan yang minim penerangan membuat korban kurang waspada.

Baca juga: Polda Gelar Operasi Patuh Candi 2021, Tapi Aparat Tidak Boleh Melakukan Razia

Sehingga ketika berusaha menyalip kendaraan truk di depannya, korban tidak memperhatikan ada kendaraan lain di depannya. Sehingga ketika menyalip truk di depannya, pengendara motor  terlalu mepet dan menyenggol bagian belakang truk dari arah depan.

Kontan sepeda motor oleng dan terjatuh bersama korban. Di saat bersamaan datang kendaraan lain yang kemudian menyebabkan korban terlindas. Korban meninggal di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala.

Sementara truk yang melaju dari arah barat dan menyebabkan korban terjatuh langsung tancap gas. Kejadian itu kemudian dilaporkan warga ke Polres Grobogan dan jenazah pengendara motor dibawa ke RSUD dr. R. Soedjati, Purwodadi.

Baca juga: Hubungan Tak Direstui, Pemuda di Grobogan Nekat Gantung Diri

“Jadi pengendara motor dari timur hendak menyalip tronton di depannya. Saat menyalip tersenggol bak truk dari arah depan dan terjatuh. Meninggal dunia di lokasi,” ujar warga setempat, Ali.

Sementara anggota Satlantas Polres Grobogan dipimpin Kanit Lakalantas, Iptu Pandu mendatangi lokasi kejadian. Kemudian membawa sepeda motor milik korban ke Santlantas Polres Grobogan.

“Truk yang menyenggol kendaraan bermotor belum diketahui keberadaanya. Satlantas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya kepada wartawan.

 

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Beredar Video Tol Batang-Semarang Akan Ditutup Total, Ini Faktanya

PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) memberikan klarifikasi terkait beredar video yang menyebutkan Tol Batang-Semarang akan ditutup pada 25 Oktober hingga 4 November.

Ratusan Ribu Batang Rokok Disita Bea Cukai Kudus

Sebanyak 358.560 batang rokok ilegal disita Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, Jawa Tengah.

Tak Kuat Tanjakan, Truk Kontainer Sebabkan Kecelakaan di Tol Semarang

Kecelakaan melibatkan truk kontainer dengan empat mobil terjadi di Tol Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Petani Di Grobogan Tewas Tersetrum Jebakan Tikus di Sawah

Warijo, 56, warga Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Grobogan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik jebakan tikus di sawahnya.

109 Objek Wisata Banyumas Buka Lagi, Pemerintah Wajibkan Ini

Sebanyak 109 objek wisata di Kabupaten Banyumas mulai buka kembali di tengah PPKM level dua, tetapi wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi.

Mantap! Seniman Soloraya Dominasi Bhayangkara Mural Festival

Polda Jateng menggelar Bhayangkara Mural Festival 2021, di mana urutan 11 terbaik didominasi seniman dari wilayah Soloraya.

Tak Hanya di Salatiga, Gempa Juga Guncang Semarang & Temanggung

Gempa bumi di daratan atau gempa darat tidak hanya terjadi di Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), tapi juga di wilayah Kabupaten Semarang dan Temanggung.

Waduh! Solar Kian Langka, Nelayan di Rembang Enggan Melaut

Nelayan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng) harus menghentikan aktivitas melaut menyusul solar langka.

Menikmati Night View Purwokerto dari Puncak Agaran, Syahdu...

Bukit Agaran ini berada di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanten, atau sekitar 15 km dari Purwokerto menuju arah utara.

Jangan Panik! Rentetan Gempa Salatiga Tak Berpengaruh ke Merapi

BPPTKG menyebutkan rentetan 15 kali gempa bumi yang terjadi di Salatiga dan Ambarawa tak berpengaruh pada aktivitas Gunung Merapi.

Rentetan 15 Kali Gempa Terjadi di Salatiga & Ambarawa, Ini Kata BMKG

Sejak Sabtu (23/10/2021) dini hari hingga siang pukul 14.00 WIB, rentetan 15 kali gempa bumi terjadi di wilayah Kota Salatiga dan Ambarawa.

Salatiga & Ambarawa Diguncang Gempa, Netizen: Setiap 15 Menit Gempa

Rentetan gempa bumi yang terjadi di Salatiga, Ambarawa, dan sekitarnya membuat warganet panik.

Salatiga-Ambarawa Diguncang Gempa, BMKG: Dangkal, Warga Tak Perlu Panik

BKMG menyebut gempa yang terjadi di Kota Salatiga dan Ambarawa merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal Merapi-Merbabu.

Istimewanya Lentog Tanjung, Perpaduan Opor dan Semur yang Nikmat

Lentog tanjung merupakan hidangan lontong dicampur dengan sayur lodeh tahu dan gori atau nangka muda.

2 Gempa Susulan Kembali Goyang Ambarawa

Gempa susulan pada 09.34 WIB berkekuatan Magnitudo 3.0 dan gempa kedua pada pukul 09.51 WIB berkekuatan Magnitudo 3.3.

Dipicu Sesar Aktif, Inilah Rentetan 8 Kali Gempa Salatiga-Ambarawa

Dampak gempa berupa guncangan dirasakan di Ambarawa, Salatiga, Banyubiru, dan Bawen dalam skala intensitas II MMI dimana benda-benda ringan yang digantung bergoyang.