Tutup Iklan

Senat AS Siapkan Sanksi bagi Pangeran Mohammed bin Salman

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, dinilai telah menunjukkan tingkat ketidakstabilan yang menakutkan.

Senat AS Siapkan Sanksi bagi Pangeran Mohammed bin Salman

SOLOPOS.COM - Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman. (Reuters/Joshua Roberts)

Solopos.com, RIYADH - Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, dinilai telah menunjukkan tingkat ketidakstabilan yang menakutkan. Oleh karena itu, Kongres AS akan mengambil tindakan terhadap Mohammed bin Salman karena perannya dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

“Sanksi-sanksi akan datang, kemungkinan dalam beberapa hari atau pekan ke depan,” tegas Senator Lindsey Graham dari Partai Republik dalam sebuah wawancara di Ankara, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (21/1/2019).

“Kongres akan mengirimkan sinyal yang sangat jelas kepada dunia dan Arab Saudi bahwa kami tidak akan berbisnis seperti biasa,” tambahnya tanpa memberikan penjelasan mengenai sanksi yang mungkin akan dikenakan.

MBS, sebutan populer Mohammed bin Salman, sejauh ini memang mampu menghindar dari segala kecaman dunia internasional terhadap dirinya sehubungan dengan kasus pembunuhan Khashoggi.

Di luar kerajaan, MBS mendapatkan dukungan dari sejumlah pihak. Salah satu yang tetap berupaya menjaga hubungan baik dengan sang Pangeran adalah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Pada November 2018, Trump malah memilih untuk menjatuhkan sanksi terhadap 17 warga Saudi yang dianggapnya terlibat dalam kasus itu. Padahal, khalayak internasional yakin ada kekuasaan lebih tinggi yang mengomandoi pembunuhan Khashoggi.

Sejumlah senator senior Amerika Serikat juga mengungkapkan keyakinan mereka bahwa Mohammed bin Salman bertanggung jawab dalam pembunuhan Khashoggi.

Mayoritas anggota Partai Demokrat menginginkan pemerintah Amerika Serikat berhenti membantu persenjataan Arab Saudi dalam konflik Yaman sebagai wujud protes.

Pada November, 14 senator Partai Republik mendukung usulan Partai Demokrat untuk menghentikan dukungan senjata bagi Saudi dalam konflik Yaman.

"Kita harus berurusan dengan orang-orang jahat, tetapi kita tidak harus memiliki hubungan khusus dengan orang-orang jahat,” lanjut Graham kepada Bloomberg .

Graham telah menjadi kritikus yang bersuara lantang mengecam putra mahkota Saudi itu di tengah upaya Trump untuk menjaga hubungan baik AS dengan Saudi, sekutu penting AS di Timur Tengah.

Pada Oktober 2018, tokoh berpengaruh dari partai Republik ini terang-terangan mengecam MBS sebagai sosok "penghancur" dan "beracun" yang dikatakannya bertanggung jawab langsung atas pembunuhan Khashoggi di dalam konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Seperti diketahui, Jamal Khashoggi, yang juga adalah kolumnis The Washington Post, dinyatakan dibunuh oleh sekelompok agen Arab Saudi setelah memasuki kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.

Pembunuhan Khashoggi, terkenal atas kritiknya terhadap pemerintahan Saudi, sontak menyeret nama Mohammed bin Salman.

Sang Putra Mahkota diduga menjadi aktor utama di balik rencana pembunuhan Khashoggi, meskipun pihak Kerajaan Saudi berulang kali membantah keterlibatan Sang Pangeran. Banyak pembantu dan staf keamanan terdekat Sang Pangeran diketahui terlibat dalam pembunuhan itu.

Laporan yang disampaikan berisikan penilaian bahwa komando eksekusi pembunuhan diberikan oleh Sang Pangeran namun belum juga ada tindakan tegas terhadapnya. Sementara itu, jasad Khashoggi belum dipastikan keberadaannya hingga detik ini.

Berita Terkait

Berita Terkini

Angka Kematian Akibat Covid-19 di India Diragukan

Angka kematian resmi akibat virus corona di India semakin diragukan, seperti di Bihar yang temuan ribuan kasus Covid-19 tidak dilaporkan.

15 Anggota KKB Papua Dilumpuhkan, 4 Tewas Ditembak

Satgas Nemangkawi menundukkan kelompok kriminal bersenjata atau KKB yang diklasifikasikan teroris di Papua.

Film Hong Kong Bakal Dikekang UU Keamanan Nasional

Hong Kong menginstruksikan sensor film apa pun yang dinilai bertentangan dengan UU Keamanan Nasional yang diberlakukan oleh China tahun lalu.

Songsong Pilkada 2024, Puan Maharani Konsolidasikan PDIP di Jatim

Baliho bergambar Ketua DPR Puan Maharani bermunculan di Jawa Timur menjelang Pemilihan Presiden 2024 dan Pilkada 2024.

Ditinjau Menteri PUPR, Proyek Pintu Air Demangan Baru Capai 60%

Selain kondisi pintu air Demangan lama yang sudah mengkhawatirkan, terjadinya perubahan iklim turut mengubah debit air sungai.

Kim Jong-un Sebut K-Pop Seperti Kanker Ganas

Pimpinan tertinggi Korea Utara Kim Jong-un menyebut hallyu atau Korean wave bagaikan kanker ganas yang merusak anak muda Korea Utara.

Asyik, Wisata Kuliner Pasar Doplang Wonogiri Mulai Buka

Wisata Pasar Doplang Wonogiri khusus menyajikan kuliner/penganan tradisional dengan mengadopsi konsep transaksi zaman dahulu.

Teken MoU dengan LSPPO, FP UNS Bekali Lulusan dengan Kompetensi Pertanian Organik

FP UNS bakal menjadi tempat uji kompetensi dan membekali lulusan dengan sertifikat kompetensi bidang pertanian organik.

Kediri Canangkan Gempur Rokok Ilegal

Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur menggandeng Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai untuk mencanangkan kampanye Gempur Rokok Ilegal.

Waduh, Ada Titik Api Baru di Pembatas Tangki Pertamina Cilacap

Pihak Pertamina Cilacap menjelaskan ada titik api baru di area 39 yang menjadi lokasi kebakaran tangki di kawasan kilang Jumat malam.

Christian Eriksen Kolaps, Denmark Vs Finlandia Dihentikan

Christian Eriksen tersungkur ke lapangan saat menerima bola lemparan ke dalam di sisi kanan pertahanan Finlandia.

Zodiak Ini Kata Astrologi Pandai Bergaul

Beberapa zodiak cenderung pemalu dan tertutup, sementara zodiak lainnya pandai bergaul sehingga sangat menarik perhatian.