Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Hadap ke Selatan, Ini Kata Kades

Ada budaya unik terkait posisi rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri.

 Warga Dusun Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri bekerja bakti di dusun setempat pada 2021 ini. Seluruh rumah warga dusun tersebut menghadap selatan. (Istimewa/Sumarno)

SOLOPOS.COM - Warga Dusun Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri bekerja bakti di dusun setempat pada 2021 ini. Seluruh rumah warga dusun tersebut menghadap selatan. (Istimewa/Sumarno)

Solopos.com, WONOGIRI – Ada budaya unik terkait posisi rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri. Seluruh rumah warga dua dusun itu menghadap ke selatan.

Kepala Desa (Kades) Tlogoharjo, Miyanto, mengatakan kepercayaan itu sudah menjadi bagian dari kehidupan warga Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon. Warga meyakininya secara turun temurun.

Dia bersyukur warga dapat hidup rukun baik dengan sesama warga dusun tersebut maupun dengan warga dusun lain yang tidak mempercayai mitos tersebut. “Kehidupan warga berjalan normal-normal saja. Mereka hidup rukun,” ujar Kades.

Baca Juga: Kunker ke Jatim, DPRD Wonogiri Tak Banyak Dapat Ilmu

Diberitakan sebelumnya, semua rumah di dua dusun di Desa Tlogoharjo menghadap ke selatan. Dua dusun tersebut adalah Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon. Terdapat 143 keluarga di dua dusun tersebut.

Kepala Dusun Ginade yang memiliki wilayah tugas Dusun Ginadekulon dan Ginadewetan, Sumarno, 61, bercerita keyakinan itu sudah turun temurun. Dari cerita orang terdahulu, awalnya warga setempat tak boleh membangun rumah menghadap ke utara. Sebab, ada danyangan atau tempat keramat yang terdapat di sisi utara.

Warga yang membangun rumah menghadap ke utara diyakini hidupnya bakal tak selamat atau tak tenteram. Sejak saat itu warga membangun rumah menghadap arah yang berlawanan dengan arah utara, yakni arah selatan. Warga meyakini tinggal di rumah yang menghadap selatan akan selamat dan tenteram. Keyakinan itu tumbuh subur sampai sekarang.

“Pernah ada pendatang yang membangun rumah menghadap utara. Kalau enggak salah saat itu 1981 atau 1982. Warga sudah mengingatkan agar jangan membangun rumah menghadap utara karena tak baik. Orang bersangkutan tetap nekat. Selang satu setengah tahun semua anggota keluarga pendatang itu meninggal dunia dalam waktu berbeda karena sakit,” ucap Sumarno kepada Solopos.com, Jumat (3/12/2021).

Baca Juga: ODHA Wonogiri Butuh Bantuan Rumah Singgah

Kepercayaan itu berlanjut hingga kini. Jika ada warga yang baru membangun rumah pasti menghadap ke selatan. Kondisi itu membuat rumah warga tak selalu menghadap ke jalan. Tak sedikit rumah yang membelakangi jalan. Warga tetap membangun rumah menghadap ke selatan meski di depan rumahnya ladang atau bahkan hutan.

“Budaya ini ada sejak zaman dahulu yang masih diyakini sampai sekarang. Budaya ini hanya ada di Ginadewetan dan Ginadekulon. Warga dusun lainnya di Desa Tlogoharjo enggak mengikuti,” kata Sumarno.

Berita Terkait

Berita Terkini

8 Keluarga di Klaten Ini Dikepung Sungai dan Jalan Tol Solo-Jogja

Sekitar 14 jiwa di Dukuh Pasekan, Desa Ngabeyan, Kecamatan Karanganom, Klaten, tinggal pada satu kompleks yang dikepung sungai dan jalan tol Solo-Jogja.

Sepekan 9.069 Wong Sukoharjo Disuntik Vaksin Booster

Vaksinasi booster di Sukoharjo dicanangkan saat kunjungan kerja Ketua DPR RI, Puan Maharani, di Griya Sejahtera, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, pada 19 Januari 2022.

Untung Maksimal, Porang Jadi Primadona Petani Jatisari Wonogiri

Penanaman dan perawatan porang mudah, tetapi petani bisa memperoleh keuntungan usaha yang besar.

BLK Boyolali Buka 6 Program Pelatihan Kerja Gratis, Buruan Daftar Lur

Walaupun lokasi pelatihan berada di BLK Boyolali, namun peserta yang ingin mendaftar diperbolehkan dari luar Boyolali.

Anak Disabilitas Korban Pemerkosaan di Tanon Sragen Dipindahkan ke Solo

Anak disabilitas di bawah umur asal Tanon, Sragen, korban pemerkosaan bersama keluarganya dipindahkan ke Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Prof. Dr. Soeharso Solo.

Kasus Pencabulan Anak Disabilitas di Tanon Bukan yang Pertama di Sragen

Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) pernah menangani empat kasus pencabulan dengan korbannya adalah anak disablitas (keterbelakangan mental) di Sragen.

5 Sampel Swab Satu Keluarga di Sukoharjo Dicek WGS

Keluarga tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar kota, namun berdasarkan hasil swab PCR, CT value mereka kurang dari 30.

Tarif Manahan dan Sriwedari Diprotes, Gibran: Silakan Ajukan Keringanan

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berjanji memberikan keringanan bagi yang mengajukan keberatan mengenai tarif sewa atau penggunaan fasilitas di Stadion Manahan dan Sriwedari.

Pembangunan Telaga Madirda Diduga Menyimpang, Kejari Turun Tangan

Kejari Karanganyar menyelidiki dugaan adanya penyimpangan dalam proyek pengembangan Telaga Madirda oleh BUMDes Berjo, Kecamatan Ngargoyoso.

Hujan Disertai Angin, 2 Bangunan Telaga Rindu Resto Lalung Roboh

Bangunan Telaga Rindu Resto di Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar roboh diterjang hujan disertai angin.

Sukses Ubah Citra Kemukus, Bupati Siap Bongkar 2 Tempat Lokalisasi Lain

Bupati Sragen akan membongkar Pasar Nglangon dan Pasar Joko Tingkir untuk menghilangkan citra buruk sebagai tempat lokalisasi terselubung.

Polisi Sukoharjo Bekuk Penipu Berkedok Jual Minyak Goreng Murah

Penangkapan berawal dari laporan salah satu korban ke personel Satreskrim Polres Sukoharjo yang mengaku tertipu Rp58 juta lantaran termakan iming-iming memperoleh minyak goreng murah.

Petugas Sampah Kelurahan Solo Pakai Trik Ini demi Hindari Antre di TPA

Antrean kendaraan pengangkut sampah di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo, terjadi hampir setiap pagi membuat petugas sampah kelurahan mencari cara menghindarinya.

Pemkab Karanganyar Usulkan Penambahan 600 PPPK Tahun Ini

Pemkab Karanganyar telah mengusulkan perekrutan 600 PPPK untuk formasi guru tahun ini ke Kemenpan RB.

Desa Jatisari Jadi Pusat Studi Porang di Wonogiri

Saat ini hampir setiap hari ada pihak yang menimba ilmu tentang perporangan di Desa Jatisari, Jatisrono, Wonogiri.