Sempat Tertunda, Ratusan Prajurit TNI Wonogiri Akhirnya Divaksin Covid-19
Kodim 0728/Wonogiri mengikuti vaksinasi di Depo Pemeliharaan (Depohar) 50 Pangkalan Udara (Lanud) Adi Soemarmo, Boyolali, beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Solopos.com,WONOGIRI -- Setelah sempat tertunda, ratusan prajurit TNI Kodim 0728 Wonogiri akhirnya divaksin Covid-19. Sementara itu puluhan prajutit lainnya tertunda penyuntikannya karena tidak lolos skrining.

Seperti diketahui, seluruh personel Kodim 0728/Wonogiri sesuai jadwal dari Satgas Covid-19 Wonogiri seharusnya menjalani vaksinasi bersama petugas pelayan publik pada 23-24 Februari 2021. Tempatnya di Gedung Giri Wahana Kompleks Gor Giri Mandala Wonogiri.

Namun karena masih menunggu instruksi dari pimpinan, vaksinasi untuk para tentara itu belum bisa dilakukan. Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi, didampingi Pasiops Lettu Inf Toto Mardoyo, mengatakan vaksinasi terhadap prajurit Kodim 0728/Wonogiri tidak dilakukan di area Wonogiri.

Baca Juga: Ayah Bayi Tanpa Tempurung Kepala Di Solo Pilih Tak Bekerja Demi Dampingi Anak

Para anggota TNI Wonogiri itu harus divaksin Covid-19 di Depo Pemeliharaan (Depohar) 50 Pangkalan Udara (Lanud) Adi Soemarmo, Boyolali. Ia mengatakan vaksinasi di lokasi itu tidak hanya dari personel Kodim Wonogiri.

Vaksinasi bersamaan dengan seluruh personel jajaran Korem 074/Warastratama yang meliputi Solo, Sukoharjo, Klaten, Sragen, Karanganyar Wonogiri, dan Boyolali.

"Dilakukan secara serentak, namun bertahap. Waktu penyuntikan vaksin sudah terjadwal, sehingga tidak menimbulkan kerumunan," katanya kepada wartawam di ruang kerjanya, Jumat (5/3/2021).

Baca Juga: Rel Layang Joglo Solo Naik Dari Viaduk Gilingan, Ground Breaking Direncanakan Juli

Berhenti Sementara

Akhirnya pada personel TNI Wonogiri divaksin Covid-19 pada 2-4 Maret 2021. Namun, menurut Toto, vaksin baru diberikan kepada 321 personel dari target 513 orang, termasuk Apatatur Sipil Negera yang bertugas di Kodim.

"Mulai hari ini vaksinasi kepada prajurit berhenti sementara karena ada jadwal khusus untuk para purnawirawan. Untuk prajurit yang belum divaksin menunggu instruksi lebih lanjut," ungkapnya.

Dalam vaksinasi itu, lanjut Toto, ada 29 prajuit yang tertunda menerima vaksin. Hal itu karena tekanan darah personel itu tidak memenuhi kriteria saat diskrining. Selain itu ada beberapa personel yang mempunyai penyakit penyerta.

Baca Juga: DLH Sukoharjo Sebut Air Merah Darah Di Pundungrejo Tawangsari Fenomena Langka

"Saat diskrining memang para prajuit yang mempunyai penyakit penyerta kondisinya sehat dan bugar. Namun, petugas vaksinasi menganjurkan untuk berkonsultasi ke dokter spesialis yang menangani. Hal itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Meski demikian, Toto menuturkan setelah vaksinasi tidak ada prajurit yang merasakan efek yang parah atau signifikan. "Seluruh anggota aman, tidak ada yang bermasalah. Karena mereka juga sudaj menjalani masa observasi selama 30 menit setelah divaksin," kata Toto.



Berita Terkini Lainnya








Kolom