Sempat Tertunda, Pembangunan RSUD Tangen Dilanjutkan
Peletakan batu pertama pembangunan RSUD Tangen, Sragen, 2019. (sragenkab.go.id)

Solopos.com, SRAGEN — Setelah sempat tertunda di 2020, pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe D di wilayah Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Sragen, dilanjutkan pada 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr. Hargiyanto saat ditemui Solopos.com di kantornya, Kamis (21/1/2021), menyampaikan pada 2020 sebenarnya sempat dianggarakan Rp23 miliar. Namun, pembangunan RSUD Tangen ditunda karena terkena kebijakan refocusing anggaran Covid-19.

Pada 2020 itu, ujar dia, sebenarnya sudah masuk proses lelang tetapi belum ada pemenangnya sudah dihentikan karena ada pandemi.

“Pada 2021 ini dianggarkan lagi Rp20 miliar dan sekarang sudah mulai proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP). Alokasi anggaran itu untuk pembangunan fisik senilai Rp19,7 miliar. Sisanya Rp300 juta untuk konsultan perencanaan dan konsultan pengawasan juga proses lelang. Dengan anggaran itu, kami optimistis bisa mewujudkan bangunan yang memenuhi standar RSUD tipe D di Tangen,” ujar Hargiyanto.

Patuhi Protokol Kesehatan Lur, Bed Isolasi Covid-19 di 3 RS Wonogiri Penuh!

Dia mengatakan di kawasan RSUD Tangen itu sudah ada fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang dibangun pada 2019. Gedung IGD itu sekarang dimanfaatkan untuk klinik rawat jalan sehingga sudah ada beberapa alat kesehatan.

Hargiyanto menerangkan pembangunan gedung RSUD Tangen di tahun ini untuk menyiapkan 50 unit kamar pasien dan ruang pendukung lainnya. “Karena ada perubahan nilai anggaran maka dilakukan review DED [detail engineering design] yang juga sudah mulai lelang,” ujarnya.

Belum Selesai Dibangun, IGD RSUD Tangen Sragen Bakal Jadi RSD Covid-19

Operasional RSUD

Dia menerangkan kondisi bangunan IGD itu memang lantainya lebih rendah dari permukaan jalan karena pembangunannya mengikuti kontur tanah di Tangen yang berbukit. Hargiyanto mengatakan untuk struktur bangunan itu diserahkan kepada ahlinya di bidang konstruksi sehingga tidak mungkin akan tergenang karena sudah diperhitungkan drainasenya.

Hargiyanto menargetkan pada akhir 2021, RSUD Tangen itu sudah operasional. Oleh karenanya, Hargiyanto mengatakan DKK bekerja secara parallel untuk menyiapkan alat kesehatan dan sumber daya manusia (SDM) di 2021.

PPKM Bakal Diperpanjang, PKL Klaten Berharap Jam Operasional Masih Dilonggarkan

Dia mengatakan untuk pengadaan alat kesehatan sudah ada alokasi anggaran Rp2,5 miliar dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (BHCHT) 2021. “Kekurangan dananya untuk pengadaan alat kesehatan dianggaran di APBD Perubahan 2021. Untuk total kebutuhan dananya belum bisa dihitung,” katanya.

Selain alat kesehatan, Hargiyanto juga mulai menyiapkan SDM, seperti perawat, dokter, dan seterusnya. Dia sudah memikirkan SDM untuk RSUD Tangen dan sebagian sudah siap.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom