Ratusan warga antre mengurus cetak e-KTP di Kantor Dispendukcapil Sukoharjo, Kamis (21/11/2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Ratusan warga ramai-ramai mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Sukoharjo, Kamis (21/11/2019). Mereka berebut antrean pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

Sempat terjadi kekisruhan saat proses cetak e-KTP tersebut. Informasi yang dihimpun Solopos.com, ratusan warga datang dari berbagai wilayah di Sukoharjo memenuhi Kantor Dispendukcapil sejak pukul 06.00 WIB.

Padahal saat itu layanan administrasi kependudukan (adminduk) belum dibuka. Pengurusan layanan adminduk baru dilayani mulai pukul 07.00 WIB.

Namun satu jam sebelum dibuka, warga telah berdatangan ke kantor di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Sukoharjo itu. Mereka datang secara bergelombang untuk mengantre pencetakan e-KTP.

Berikut Daftar UMK 2020 di 35 Kabupaten/Kota se-Jateng

Salah satu warga Geneng, Kecamatan Gatak, Eko Bagus, mengatakan datang ke Kantor Dispendukcapil setelah menerima informasi tentang pencetakan e-KTP.

"Dapat kabar semalam katanya hari ini ada pencetakan KTP elektronik. Ya, saya datang pagi pukul 06.00 WIB biar dapat blangkonya," tuturnya kepada Solopos.com.

Selama ini dia hanya memegang surat keterangan (suket) sebagai pengganti e-KTP. Hal ini karena blangko e-KTP kosong sejak Lebaran lalu.

"Jadi hanya pakai suket dan itu kondisinya sudah sobek-sobek. Makanya datang ke sini harapannya dapat dicetak," katanya.

Hal senada disampaikan warga Sukoharjo, Warsidi, yang rela datang sejak 06.30 WIB untuk antre pencetakan e-KTP. Sama seperti warga lainnya, dia juga berharap kartu tanda kependudukannya bisa segera dicetak.

Tak Kalah Aneh, Jalur Tunanetra Di Jl. Ir. Sutami Solo Malah Dibikin Zigzag

"Tidak enak memakai suket. Wes nganti lusuh ketekuk-tekuk di dompet," tuturnya.

Namun sayangnya, dia mengatakan dalam antrean pencetakan e-KTP sempat kisruh. Beberapa warga sempat beradu mulut dengan petugas. Tidak hanya terkait kapasitas blangko yang terbatas, namun mekanisme pencetakan juga tidak jelas sehingga membuat masyarakat kebingungan.

"Yang datang dan antre itu kan banyak lebih dari 500 orang. Sementara blangko cetak KTP hanya tersedia 200 keping. Warga yang sudah antre ini protes dan sempat adu mulut dengan petugas," katanya.

Akhirnya Dispendukcapil merespons dan menambah blangko cetak e-KTP pada hari itu menjadi 500 keping. Dalam proses antrean cetak e-KTP ini, warga diminta petugas Dispendukcapil menulis nama dan menunggu sesuai nomor antrean.

Aula SMK 1 Miri Sragen Ambruk Diterjang Angin, Belasan Siswa Terluka

Petugas lalu memanggil satu per satu nama antrean cetak e-KTP di loket yang disediakan. Kepala Dispendukcapil Sukoharjo Sriwati Anita membenarkan keterbatasan blangko cetak e-KTP.

Pemkab Sukoharjo hanya menerima 500 keping blangko cetak e-KTP pada pekan lalu. Padahal antrean cetak e-KTP sesuai data mencapai 32.000-an pemohon.

"Jadi memang blangko cetak e-KTP itu terbatas. Bahkan lama kosong setelah Pemilu atau Lebaran lalu," katanya.

Dispendukcapil telah berulang kali mengajukan permohonan blangko ke pemerintah provinsi maupun pusat. Namun sampai saat ini blangko belum ada.

Video Detik-Detik Penyelamatan Korban Terjebak Reruntuhan SMK N 1 Miri Sragen

Dengan kondisi tersebut, Pemkab tidak memberikan prioritas pencetakan kepada pemohon. E-KTP bisa langsung dicetak bagi pemohon baru maupun daftar antrean yang datang. Syaratnya selama persediaan blangko ada.

Dispendukcapil Sukoharjo berharap pemerintah pusat segera mengatasi masalah tersebut. Tak sedikit masyarakat menyalahkan Dispendukcapil terkait penerbitan suket.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten