Tutup Iklan
Sempat Pengin Dirukiah, Santri Baru di Ponpes Malah Gantung Diri
Ilustrasi gantung diri. (Freepik)

Solopos.com, SUKABUMI — Salah satu santri baru di Pondok Pesantren Nizomusaadah Kampung Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ditemukan tewas gantung diri, Kamis (16/7/2020) pukul 05.30 WIB.

Ogah Petani Jadi Komoditas Politik, KTNA Sragen Tawarkan 5 Program ke Cabup

Sebelum ditemukan tak bernyawa, santri baru berinisial MF, 22, itu mengaku sempat sangat ingin dirukiah. Dikutip dari Suara.com, salah satu saksi, M Ilham, menjelaskan MF baru saja keluar dari tempat rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN).

"MF baru satu minggu jadi santri di Pondok Pesantren Nizomusaadah. Dia baru keluar rehabilitasi di BNN Lido sebelum masuk pesantren," kata Ilham kepada Sukabumi Update—jaringan Solopos.com—Kamis (16/7/2020).

Kasus Positif Covid-19 Soloraya Melonjak, Ahli Epidemologi Sarankan Lockdown Lokal

Ilham menjelaskan santri baru itu ditemukan gantung diri dengan tali tambang melingkar di leher di pohon mangga. Penemuan mayat itu sontak membuat heboh.

Ilham mengaku sempat mendengar MF mengeluh ingin pulang. Selain itu, santri tersebut juga mengaku ingin sekali dirukiah. "Saya juga enggak tahu lagi persisnya, cuma tiba-tiba ramai banyak yang berteriak," terangnya.

Panen Hadiah Simpedes BRI Solo Kartasura, Nasabah Unit Daleman dapat Suzuki New Ertiga

Saat ini, jenazah MF telah dievakuasi oleh Unit Reskrim Polsek Cicurug ke salah satu rumah sakit yang berada di Kecamatan Cicurug.

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho