Tutup Iklan

Sempat Luncurkan Awan Panas, Ini yang Terjadi di Kawah Merapi

Setelah beberapa waktu diwarnai aliran lava pijar, aktivitas Gunung Merapi mulai diwarnai munculnya awan panas atau biasa disebut wedhus gembel pada Selasa (29/1/2019) malam lalu. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja mencatat keluarnya awan panas Merapi sebanyak tiga kali.

Sempat Luncurkan Awan Panas, Ini yang Terjadi di Kawah Merapi

SOLOPOS.COM - Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari wilayah Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (12/1/2019) dini hari. (Antara-Aloysius Jarot Nugroho)

Solopos.com, JOGJA — Setelah beberapa waktu diwarnai aliran lava pijar, aktivitas Gunung Merapi mulai diwarnai munculnya awan panas atau biasa disebut wedhus gembel pada Selasa (29/1/2019) malam lalu. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja mencatat keluarnya awan panas Merapi sebanyak tiga kali.

“Kecepatan luncuran awan panas hanya 10 meter perdetik. Suhunya merapi secara umum sekitar 800 derajat celcius. Itu material atau magma baru. Semua awan panas guguran itu mengarah ke Kali Gendol,” ungkap Kepala BPPTKG Jogja Hanik Humaida saat jumpa pers di Kantor BPPTKG Jogja, Rabu (30/1/2019).

Proses terjadinya awan panas, lanjut Hanik, akibat keluarnya magma dari dalam diikuti guguran lava pijar yang disertai gas. Aktivitas tersebut tidak ada kaitannya dengan cuaca, tetapi lebih pada aktivitas internal atau suplai magma di dalam Gunung Merapi. Awan panas muncul karena ekstrusi magma dari dalam. Namun, volume magma dari dalam Merapi saat ini masih kecil.

“Volume atau suplai magma dari dalam masih relatif kecil sehingga itu salah satu dasar kami tidak menaikkan status. Apalagi volume magma masih kecil. Itu yang utama jangan membuat masyarakat resah tapi tetap waspada,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Seksi Gunung Merapu BPPTKG Agus Budi Santoso. Dia menjelaskan yang membedakan guguran dan awan panas adalah dari sifat magma dan laju ekstrusi magma, serta dari sebelumnya lava pijar menjadi awan panas. “Proses pertama materialnya kedua mekanisme luncurannya. Apalagi ada juga unsur gas,” katanya.

Apakah ke depan akan terus terjadi aktivitas awan panas? Budi mengaku hal itu tergantung dari proses dan faktor yang memicu awan panas. Kalau mendukung terjadinya awan panas bisa terjadi lagi. Sekarang kami punya acuan untuk identifikasi selanjutnya.

“Tadi malam [Selasa malam] memang tidak bisa langsung disimpulkan melalui seismik, karena berbeda sinyal seismik dengan awan panas. Karena kondisi saat ini berbeda makanya dilakuan indentifikasi visual dulu, ” katanya.

Kejadian tersebut merupakan awan panas guguran pertama yang terjadi sejak status Merapi ditetapkan Waspada. Meski arah guguran lava dan awan panas ke Kali Gendol, namun hujan abu tipis terjadi di beberapa wilayah di Jawa Tengah.

Berdasarkan laporan, hujan abu tipis terjadi di sekitar Kota Boyolali, Kecamatan Musuk, Mriyan, Mojosongo, Teras, Cepogo, Simo, Kabupaten Boyolali dan Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. “Jarak luncuran awan panas masih pendek sementara hujan abu kenapa ke Boyolali itu tergantung dengan arah mata angin,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

3 Zodiak Ini Konon Insan Paling Kreatif

Dalam urusan kreativitas, ada beberapa orang yang bingung dengan idenya, namun ada yang mudah mewujudkan layaknya zodiak insan kreatif.

Persika Karanganyar 0-1 Persis Solo: Assanur Rijal Akhirnya Pecah Telur

Setelah nihil gol di empat laga uji coba awal klub, Rijal Torres akhirnya pecah telur saat Persis beruji coba melawan Persika Karanganyar

Ngeri! Tabrak Pikap Pengendara Motor Tewas Terlindas Tronton

Kecelakaan itu terjadi antara pengendara sepeda motor Honda Vario dengan mobil Grand Max pikap dan truk tronton

Waduh! Stok Oksigen Menipis, RSUD Sragen Ketir-Ketir

RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dibuat ketir-ketir dengan kondisi stok oksigen untuk pasien Covid-19 yang menipis.

8 Vaksin & Obat Covid-19 Ini Paling Laris

Bagi kaum skeptis, datangnya pandemi virus corona berati kesempatan bagi para penyedia obat-obatan dan vaksin pencegah Covid-19.

Target Vaksinasi Covid-19 di Jepang Terlampaui, Ini Kiatnya…

Jepang menuntaskan target vaksinasi Covid-19 melalui kerja keras memenuhi target, yakni mewujudkan sampai satu juta dosis vaksin setiap hari. 

Parah! Mau Diberi Masker, Pria Kulonprogo Malah Memukul Polisi

WW, 46 tahun warga Kulonprogo ditangkap setelah memukul Kanit Binmas Polsek Pandak, Ipda Tetepana yang hendak memberinya masker.

Tuan Rumah Liga 2: Sriwijaya FC Berencana Mundur, Persis di Atas Angin

Jika Sriwijaya FC benar-benar mundur, tinggal enam klub yang mengajukan markasnya sebagai tuan rumah babak awal Liga 2.

Tikus Duduki Australia, Napi Diungsikan

Populasi tikus di Australia tidak terkendali dan menduduki benua hingga mendesak manusia sehingga narapidana diungsikan.

Pegawai Setda Terpapar Covid-19, Pemkab Wonogiri Terapkan WFH Di Seluruh OPD

Pemkab Wonogiri menerapkah kebijakan work from home atau WFH untuk seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) hingga 5 Juli.

Memanas! Rusia Peringatkan Kapal Perang Inggris di Laut Hitam

Kapal militer Rusia dilaporkan melepaskan tembakan peringatan ke arah sebuah kapal Perang Angkatan Laut Inggris di Laut Hitam.

Klaten Zona Merah, Anak Balita Dan Kelompok Rentan Dilarang Ke Pusat Perbelanjaan

Instruksi Bupati Klaten melarang anak balita, warga lansia, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya masuk ke pusat perbelanjaan.