Sempat Ditolak Keluarga, Jenazah Positif Covid-19 di Sragen Akhirnya Dimakamkan Sesuai Protokol
Sejumlah petugas mengenakan alat pelindung diri lengkap saat memakamkan jenazah pasien Covid-19 di wilayah Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Sragen, Jumat (23/10/2020). (Istimewa/Kecamatan Kedawung)

Solopos.com, SRAGEN – Jenazah yang terkonfirmasi positif Covid-19 asal Sragen sempat ditolak ahli waris untuk dimakamkan dengan protokol kesehatan, Sabtu (31/10/2020).

Informasi yang dihimpun Solopos.com, warga yang meninggal dunia dengan status positif corona itu adalah RAS yang tingggal di Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Kota Sragen.

RAS meninggal dunia di RSUD dr. Moewardi Solo pada Sabtu dini hari pukul 02.00 WIB. Berdasarkan hasil tes swab, yang bersangkutan dinyatakan terkonfirmasi positif corona sehingga jenazah tersebut harus dikubur dengan standar protokol kesehatan.

Walah, Barang Rongsokan Rp10 Juta Milik Warga Karangmalang Sragen Raib Digondol Maling

Akan tetapi, upaya petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen untuk memakamkan jenazah pasien Covid-19 itu sesuai protokol kesehatan sempat mendapat penolakan dari ahli waris.

Penolakan terhadap penguburan jenazah dengan protokol kesehatan itu membuat Kepala DKK Sragen, dr. Hargiyanto bersama jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspimcam) Kota Sragen turun tangan.

Setelah diberi pengertian dan pengarahan, pihak ahli waris akhirnya mengizinkan jenazah dimakamkan dengan protokol kesehatan.

“Setelah dikasih pengertian oleh Pak Camat [Dwi Sigit Kartanto], dr. Hargi bersama Babinsa dan Babinkamtibmas, pihak keluarga akhirnya bisa menerima. Mereka bisa menyadari bahwa jenazah harus dimakamkan dengan protokol kesehatan,” jelas Kapolsek Kota Sragen, AKP Mashadi, kepada Solopos.com.

Wonogiri Rawan Bencana, Ini Langkah Mitigasi Pemkab

Setelah mendapat persetujuan dari ahli waris, jenazah akhirnya dibawa ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk dimandikan. Proses pemandian jenazah pasien positif Covid-19 Sragen itu dilakukan oleh petugas dengan balutan pakaian alat pelindung diri (APD) lengkap.

Setelah dimandikan, jenazah dikembalikan ke rumah duka menggunakan ambulans. Namun, jenazah itu tidak diboleh dikeluarkan dari ambulans.

“Salat Jenazah dilakukan di depan ambulans. Setelah itu, jenazah dibawa ke permakaman di Kroyo, Karangmalang. Tidak ada penolakan dari pihak warga di Karangmalang. Pihak keluarga pun akhirnya bisa memahami kalau jenazah harus dimakamkan dengan protokol kesehatan. Pemakaman berjalan lancar,” ucap Mashadi.

Banyak Hoaks Beredar di Medsos, Kapolres Sragen: Jarimu Harimaumu!

Mashadi mengakui pihak keluarga sempat tidak percaya bila jenazah meninggal dunia dengan status positif corona. Sebelum meninggal dunia, RAS memang beberapa kali menjalani pengobatan di RSUD dr. Moewardi.

Namun, dalam pengobatan yang terakhir, ia diharuskan menjalani tes swab dengan hasil terkonfirmasi positif corona.

“Beberapa kali periksa ke rumah sakit. Hanya rawat jalan. Setelah itu pulang seperti biasa. Begitu periksa yang terakhir, tahu-tahu meninggal dunia. Pihak keluarga pun kaget dan sempat tidak percaya waktu dikabari jenazah itu terkonfirmasi positif corona,” papar Mashadi.

24 Orang Tewas dan 800 Korban Terluka Akibat Gempa Turki

Kepala DKK Sragen, dr. Hargiyanto, membenarkan bila RAS meninggal dunia dengan status terkonfirmasi positif corona. Dia sengaja datang ke rumah duka untuk memberi pengertian ahli waris supaya jenazah pasien Covid-19 di Sragen itu dimakamkan dengan protokol kesehatan.

“Ini saya di lokasi [rumah duka]. [Pemakaman] pakai protokol kesehatan,” paparnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom