Sempat Ditangkap di Manahan Solo, 27 Remaja Diduga Anggota Perguruan Silat Dipulangkan
Beberapa pelajar SMP asal Ngawi, Jawa Timur, yang ditangkap polisi di Plaza Manahan, Solo, Selasa (22/9/2020) malam. (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO – Sebanyak 27 remaja ditangkap jajaran Polresta Solo menyusul rencana pergerakan massa anggota perguruan silat yang hendak hitamkan Solo. Para remaja itu seluruhnya ditangkap di kawasan Stadion Manahan pada Selasa (22/9/2020) malam hingga Rabu (23/9/2020) dini hari.

Kasat Reskrim Polresta Solo, AKP Purbo Adjar Waskito, kepada wartawan Rabu (23/9/2020) mengatakan setelah ditangkap, 27 remaja itu dimintai keterangan dan klarifikasi di Mapolresta Solo.

Saat ini seluruhnya sudah dipulangkan ke rumah masing-masing. Namun, beberapa remaja ditilang oleh Satlantas Polresta Solo karena kedapatan menggunakan sepeda motor berknalpot brong.

"Mereka memperoleh informasi ajakan untuk datang ke Manahan. Tidak ada barang bukti yang disita, hanya beberapa kami tilang. Ada yang berasal dari Mojosongo Solo, tetapi lainnya dari luar Kota Solo. Kalau warga Solo pasti sudah memahami kondisi sebenarnya," papar Purbo.

Dory Harsa Dipecat Sejak Maret, Putus Komunikasi dengan Keluarga Didi Kempot

Ia menambahkan 27 remaja itu sudah mengikuti pembinaan di kantor polisi. Mereka diberi informasi perkembangan kasus penganiayaan yang memicu rencana aksi hitamkan Solo saat ini dalam penanganan kepolisian.

Jadi kedatangan mereka dan massa yang bakal hitamkan Solo ke Plaza Manahan justru bakal sia-sia lantaran tidak menyelesaikan masalah, tetapi memicu perkara baru.

"Kami berharap kemarin itu hal yang terakhir. Tidak usah khawatir, kami bekerja profesional. Kalau pengen tahu perkembangannya silakan datang ke kami. Kami akan beri informasi, tidak usah mendengar berita dari kanan kiri," papar dia mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Penangkapan

Sementara itu, berdasarkan pantauan Solopos.com di Plaza Manahan pada Selasa (23/9/2020) malam, para remaja itu seluruhnya ditangkap di sekitar Plaza Manahan secara terpisah. Rata-rata remaja itu berkelompok sebanyak empat orang hingga lima orang.

Solo Kondusif, Danrem Warastratana: Kerja Sama Sip TNI, Polri, dan PSHT

Beberapa kelompok remaha bahkan sempat diketahui melaporkan ke grup Whatsapp miliknya terkait aktivitas kepolisian yang mulai menangkap orang mencurigakan.

Meski demikian tidak ada satu pun dari mereka yang ditangkap kedapatan membawa benda-benda berbahaya. Saat digeledah, ada sekelompok remaja dari Ngawi yang membawa atribut perguruan silat lengkap.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom