Sempat Buka 2,5 Bulan, Museum Sangiran Tutup Lagi

Museum Sangiran Klaster Krikilan mendapat kunjungan terbanyak yaitu 5.932 orang.

 Suasana di lingkungan Museum Manusia Purba Sangiran Rabu (31/3/2021). (Solopos-Moh. Khodiq Duhri)

SOLOPOS.COM - Suasana di lingkungan Museum Manusia Purba Sangiran Rabu (31/3/2021). (Solopos-Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN—Setelah buka pada pertengahan April 2021, Museum Sangiran kembali tutup pada awal Juli lalu lantaran kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Museum Sangiran praktis hanya buka selama 2,5 bulan setelah tutup total selama setahun di 2020 lalu.

Akibatnya, puluhan pedagang makanan dan suvenir di lingkungan Museum Sangiran, khususnya di Klaster Krikilan, Kalijambe, Sragen, terkena dampak atas penutupan tersebut. Kasubag Tata Usaha Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMP) Sangiran Sragen, Ratna Sri Panglipur, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (5/8/2021), mengatakan Sangiran tidak ada kunjungan lagi karena sudah tutup layanan mulai awal Juli 2021 lalu.

Dia menyampaikan Museum Sangiran hanya buka beberapa pekan kemudian tutup. Ratna menyampaikan sebenarnya minat pengunjung cukup tinggi. Kadang-kadang manajemen di Museum Sangiran, kata dia, harus membatasi jumlah pengunjungnya karena tidak boleh banyak-banyak dalam sehari.

Baca Juga: Gubernur Ganjar: Pola Penanganan Pasien Covid-19 di Klaten Sudah Tepat

Pengunjung selama Juni lalu, sebut dia, mencapai 2.623 orang yang didominasi pengunjung umum. Pengunjung selama Juni itu turun sampai tiga kali lipat bisa dibandingkan pada pengunjung Mei 2021 yang mencapai 6.693 orang.

Kunjungan paling banyak, sebut dia, adalah Museum Sangiran Klaster Krikilan yang mencapai 5.932 orang dan Museum Dayu di Kabupaten Karanganyar sebanyak 703 orang. Di Klaster Manyarejo Plupuh, Sragen, ada kunjungan 30 orang tetapi untuk Klaster Bukuran dan Ngebung nol pengunjung.

“Pembukaan Museum Sangiran harus menunggu PPKM berakhir karena museum dan sektor pariwisata bukan termasuk sektor esensial dalam kebijakan PPKM. Banyak yang terdampak atas kebijakan itu, terutama para penjual makanan sebanyak 15 orang dan penjual souvenir sebanyak 30-an orang. Aktivitas mereka sekarang kembali ke sawah dan sebagian kembali mencari rezeki di lokasi lain di luar museum. Saat kami ada kegiatan, mereka juga kami libatkan tetapi tidak bisa semua,” ujar Ratna.

Baca Juga: Unik! Ajudan Kapolresta Solo Ini Punya Koleksi Puluhan Motor Antik

 

100 Orang

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Sragen, I. Yusep Wahyudi, menyampaikan Museum Sangiran di Kalijambe praktis hanya buka sekitar 2,5 bulan setelah setahun tutup. Dia menyampaikan Museum Sangiran harus tutup lagi karena ada PPKM.

“Saat buka itu pun kami harus mengajukan izin ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan persyaratan protokol kesehatan dan pengunjung dibatasi maksimal 100 orang. Dalam kenyataannya, pengunjung per hari kurang dari 100 orang. Jadi untuk pendapatan di sektor pariwisata harus dimaklumi karena situasi pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan,” jelasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Bakal Tampil di Peparnas Papua, Atlet Panahan Wonogiri Ternyata Berlatih di Tegalan

Salah satu atlet Wonogiri, Arif Wirawan, 39, akan berlaga di Pekan Paralimpik Nasional (Paperanas) XVI Papua 2021. Ia akan bertanding di sektor Panahan kelas W2 (beregu open).

Jos! Sidowayah Klaten Kembangkan Millenial Smartfarming Biar Petani Nggak Punah

Konsep millenial smartfarming yang dikembangkan di Desa Sidowayah Klaten memadukan teknologi dan manajemen pertanian.

BI Solo: Kasus Upal Boyolali Jadi Temuan Terbesar di Soloraya

Kasus uang palsu atau upal yang diungkap Polres Boyolali dengan sembilan tersangka pada 12 September lalu merupakan temuan terbesar.

Operasi Prokes Gencar Digelar di Bendosari Sukoharjo, Jangan Lupa 5M Ya!

Penurunan PPKM Level di Kabupaten Sukoharjo tak menurunkan intensitas aparat gabungan di Kecamatan Bendosari untuk melakukan operasi protokol kesehatan.

Airlangga dan Ganjar Terlihat Akrab di Jatinom Klaten, Mau Maju Pilpres 2024?

Menko Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo terlihat berziarah di Makam Ki Ageng Gribig Jatinom, Klaten, Jumat (24/9/2021).

RG Mathematical Soft Computing UNS Gelar Pengabdian Masyarakat di Klaten

RG Mathematical Soft Computing Program Studi Matematika UNS Solo melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Rejoso, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten

Waduh, Belum Semua Penyedia Jasa Konstruksi di Karanganyar Daftarkan Pekerja ke BPJS

Pemberi kerja jasa konstruksi wajib mendaftarkan pekerja dalam program JKK dan JKM kepada BPJS Ketenagakerjaan.

2 Pelajar Wonogiri Positif Covid-19 Sebelum Divaksin, Begini Tanggapan Bupati Jekek

Ditemukannya dua pelajar SMP di Wonogiri yang terpapar Covid-19 sebelum divaksin semakin menguatkan alasan kenapa Pemkab Wonogiri belum menggelar PTM.

Pemkab Boyolali Gelar Vaksinasi, Sasarannya Pengelola Objek Wisata hingga Pemandu Lagu

Pemkab Boyolali menggelar kegiatan vaksinasi Covid-19. Kali ini, sasarannya adalah pelaku usaha di sektor pariwisata.

Gara-Gara Gas Bocor, Rumah Produksi Getah Pinus di Karanganyar Ludes Terbakar

SAR Karanganyar menerima informasi kebakaran pada Jumat pukul 03.45 WIB dan api berhasil dipadamkan pukul 06.00 WIB.

Pengumuman Hasil Tes PPPK Guru di Karanganyar Diundur Lur, Ini Penyebabnya

Panitia seleksi PPPK formasi guru di Karanganyar memutuskan untuk menunda pengumuman hasil seleksi kompetensi I yang seharusnya diumumkan pada Jumat (24/9/2021).

Prokes PTM SD-SMA di Sukoharjo Diperketat Demi Cegah Penularan Covid-19

Pengurus sekolah diminta memperketat pengawasan penerapan protokol kesehatan mulai dari siswa tiba, masuk ke ruang kelas hingga pulang sekolah.

Wow, Alga Bikinan Pemuda Sidowayah Klaten Jadi Makanan Astronaut di Ruang Angkasa Hlo

Kapsul alga yang dibuat pemuda di Sidowayah, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, menjadi salah satu makanan astronaut di ruang angkasa.

Tak Sengaja Kirim Chat Kasar ke Grup Kelas, Bocah SD di Mojogedang Ditampol Bapak Temannya

Kisah tragis dialami bocah SD di Mojogedang yang ditampol bapak temannya karena tak sengaja forward chat kasar ke grup kelas dengan HP temannya itu.

Misteri Palang Joglo Solo, dari Pesugihan hingga Asmara Makhluk Halus

Di bawah ini terdapat kisah misteri di persimpangan teramai di Kota Solo, Jawa Tengah, yakni Palang Joglo.