Sembahyang - Bagi Angpau, Ini Sederet Tradisi Perayaan Imlek di Solo

Masyarakat Tionghoa menyambut dan merayakan Tahun Baru Imlek dengan serangkaian ritual dan tradisi yang masing-masing memiliki makna.

 Warga keturunan Tionghoa meletakkan dupa pada altar saat sembahyang pada Tahun Baru Imlek 2572/2021 di Kelenteng Tien Kok Sie, Pasar Gede, Solo, Jumat (12/2/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Warga keturunan Tionghoa meletakkan dupa pada altar saat sembahyang pada Tahun Baru Imlek 2572/2021 di Kelenteng Tien Kok Sie, Pasar Gede, Solo, Jumat (12/2/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Masyarakat Tionghoa termasuk di Kota Solo menyambut Tahun Baru Imlek melalui serangkaian tradisi. Dosen Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Ruth Kiana Nuratri, mengatakan beberapa persiapan biasa dilakukan masyarakat Tionghoa sebelum Tahun Baru tiba.

Menurut Ruth, menjelang Tahun Baru, masyarakat akan melakukan sembahyang leluhur. Jika memungkinkan mendatangi makam, mereka akan berkunjung ke makam leluhur. Tradisi ini bisa dikatakan mirip dengan ziarah.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

“Ada sembahyang leluhur. Jadi nanti menyiapkan persembahan, satu mangkok nasi, sumpitnya ditusuk ke nasi. Yang wajib ada ikan. Ada jeruk dan dumpling,” kata Ruth saat ditemui Solopos.com, belum lama ini.

Baca Juga: Buat yang Mau Wisata Lampion Imlek, Dapat Pesan dari Kapolresta Solo

Sehari sebelum Tahun Baru Imlek tiba, masyarakat Tionghoa mengadakan makan bersama yang juga masuk salah satu tradisi tepatnya pada malam Tahun Baru. Biasanya, perayaan dihiasi warna merah. Baik dari atribut yang dikenakan atau aksen-aksen pada rumah mereka.

“Tradisinya, pada malam barunya, ada kumpul bareng keluarga. Makan bersama di rumah. Biasanya pakaiannya merah, perlengkapan dihiasi merah,” kata Ruth.

Tradisi Imlek lainnya yakni bagi-bagi amplop merah atau angpau biasanya dilakukan oleh orang tua. Tidak semua orang bisa menerimanya. Dalam tradisinya, penerima angpau adalah anak-anak dan orang yang belum menikah.

Baca Juga: 7 Dekorasi Imlek Ini Dipercaya Mendatangkan Keberuntungan

Mengunjungi Keluarga

Di malam itu pula, masyarakat Tionghoa akan menyalakan kembang api dan petasan tepat saat pergantian hari. Dalam sejarahnya, penyalaan petasan tak lepas dari dongeng raksasa Nian yang dikenal masyarakat Tionghoa. Dari cerita itu pula Tahun Baru Imlek disebut guo nian.

“Mereka percaya warna merah dan petasan mampu mengusir raksasa Nian. Jadi, namanya guo nian, [berhasil] melewati Nian,” jelasnya. Tradisi berkunjung ke rumah saudara juga dilakukan masyarakat Tionghoa saat perayaan Tahun Baru.

Pada hari pertama, mereka yang telah menikah akan berkunjung ke keluarga pria. Baru selanjutnya, berkunjung ke keluarga wanita. “Waktu hari pertama, silaturahim ke rumah keluarga cowok kalau sudah menikah. Hari berikutnya ke rumah keluarga cewek,” jelasnya.

Baca Juga: Omicron Merebak, Ganjar Imbau Warga Tidak Gelar Perayaan Imlek 2022

Salah satu warga Tionghoa asal Solo Baru, Sukoharjo, Nella Pipinda, mengatakan telah melakukan persiapan menyambut Tahun Baru Imlek di rumahnya. Nella telah membeli jeruk mandarin dan kue keranjang untuk disajikan saat malam Tahun Baru.

“Persiapan saya sih sudah beli kue keranjang, beli jeruk mandarin dan snack. Itu untuk dimakan saat kumpul dengan saudara ketika sincia [xin jia],” kata Nella saat dihubungi Solopos.com, Jum’at (28/1/2022).

Sementara itu, ia mengatakan tidak ada sembahyang leluhur dalam tradisi keluarganya. Menurutnya, ritual peribadatan masing-masing keluarga dan generasi berbeda. “Kalau kami engga ada sembahyang leluhur. Masing-masing generasi berbeda-beda ya,” terang Nella.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

27 Tahun Ngaspal Jalanan, Sopir Bus Bumel Setan Wonogiri Tetap Setia

Seorang sopir bus bumel rute Solo-Wonogiri yang disebut sebagai bus setan setia mengaspal jalanan selama 27 tahun terakhir.

Bakul Sapi Minta Penutupan Pasar Hewan Boyolali Tak Diperpanjang Lagi

Dibanding opsi penutupan pasar hewan di Boyolali, Juni memilih mengusulkan pengetatan aturan saat sapi-sapi masuk.

Jembatan Mojo Solo Kembali Mulus Akhir November, Begini Tahapannya

Rencana pembongkaran sampai pemasangan kembali Jembatan Mojo Solo akan dimulai 5 September sampai 6 November 2022 sehingga bisa kembali dilalui kendaraan pada akhir November 2022.

PMK Merajalela, Belasan Peternak Sapi di Karanganyar Malah Tolak Vaksin

Sejumlah peternak di Karanganyar menolak sapi mereka diberi vaksinasi untuk mencegah tertular penyakit mulut dan kuku (PMK).

Sepi Penumpang, Kru Bus Bumel Solo-Wonogiri Kudu Setoran Rp1 Juta/Hari

Awak bus bumel jurusan Solo-Wonogiri harus setoran minimal Rp1 juta per hari kepada juragan meskipun sepi penumpang.

Perdana! 101 Ekor Sapi Ternak di Karanganyar Disuntik Vaksin PMK

Dispertan PP Kabupaten Karanganyar mulai melaksanakan vaksinasi perdana penyakit mulut dan kuku atau PMK bagi hewan ternak sapi pada Rabu (29/6/2022).

Bus Bumel Solo-Wonogiri Pernah Jaya, Kini: Hidup Segan Mati Tak Mau

Bus bumel jurusan Solo-Wonogiri yang pernah berjaya hingga awal 2000 kini sangat memprihatinkan.

Ngebut, Internet XL Axiata di Jalur KRL Solo-Jogja Waz Wuzzz.. 

Jaringan internet XL Axiata di sepanjang jalur KRL Solo-Jogja terus ditingkatkan agar kecepatannya stabil dan terus ngebut.

Area Car Free Sunday Wonogiri Akan Bebas Asap Rokok, Anda Setuju?

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, meminta agar area Car Free Sunday (CFS) di Wonogiri menjadi ruang yang ramah anak, yakni melarang pengunjung merokok.

Memaknai Acara Bur-Buran Ayam Nadaran Pada Tradisi Mondosiyo

Acara bur-buran ayam nadaran atau melepas ayam dalam tradisi Mondosiyo memiliki makna filosofis bagi warga Pancot, Tawangmangu, Karanganyar yang menggelarnya.

Hore! Pasar Hewan di Klaten Sudah Buka Hari Ini, Cek Dulu SOP-nya

Pemkab Klaten kembali membuka seluruh pasar hewan di Klaten mulai Rabu (29/6/2022) setelah ditutup selama lebih dari sebulan untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Mondosiyo Sudah Jadi WBTB, Warga Karanganyar Minta Dukungan Pemerintah

Warga Pancot, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar meminta peran lebih pemerintah dalam pengembangan Mondosiyo setelah tradisi turun temurun ini ditetapkan menjadi warisah budaya tak benda.

Jembatan Jurug B Solo Dibongkar 1 Oktober 2022, Begini Rencananya

Pemerintah bakal membongkar jembatan Jurug B selama tiga bulan, yakni pada 1 Oktober 2022 sampai 17 Januari 2023 dan pengalihan arus lalu lintas juga mulai 1 Oktober 2022.

Kasus PMK di Sragen Hampir 1.000 Ekor, Pasar Hewan Tetap Dibuka 5 Juli?

Kasus penyakit mulut dan kuku atau PMK di Kabupaten Sragen terus bertambah hingga mendekati angka 1.000 ekor, tetapi Pemkab berencana membuka pasar hewan mulai 5 Juli 2022.

Bagus Setyawan Jabat Danyonif Mekanis Raider 413/Bremoro

Letkol (Inf) Anggun Wuriyanto menyerahkan jabatan Danyonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad kepada Mayor (Inf) Bagus Setyawan dalam upacara sertijab, Selasa (28/06/2022).