Penyerahan cendera mata Semarang Great Sale oleh Wali Kota Hendrar Prihadi kepada Menteri Pariwisata Arief Yahya di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (14/3/2017). (Twitter.com-Smggreatsale)

Semarang Great Sale alias Semargres 2017 dibuka Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta.

Solopos.com, JAKARTA — Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dan Wali Kota Semarang Handrar Prihadi, Selasa (14/3/2017) malam, meluncurkan Semarang Great Sale alias Semargres 2017. Kegiatan yang digelar selama sebulan hingga 7 Mei di Kota Semarang itu justru diluncurkan secara resmi di Jakarta.

Semarang Great Sale atau Semargres 2017 adalah pesta diskon yang disepakati para pebisnis Kota Semarang yang dijadwakkan berlangsung sejak 7 April hingga 7 Mei 2017. Kegiatan itu diprakarsai Kadin Kota Semarang yang menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mendongkrak aktivitas ekonomi dan bisnis yang berdampak langsung pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah (Jateng). Acara tersebut sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Semarang.

Acara peluncuran resmi Semarang Great Sale atau Semargres 2017 oleh Menteri Pariwisata dan Wali Kota Semarang digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jakarta. Tak seperti publikasi yang telah digemakan para pebisnis Kota Semarang, Menpar Arief Yahya menyebut acara itu dimulai 9 April. "Acara ini akan berlangsung selama satu bulan penuh dari 9 April hingga 7 Mei 2017," kata Arief Yahya sebagaimana dikutip dan dipublikasikan oleh Kantor Berita Antara.

Menpar Arief Yahya sempat pula memuji penyelenggaraan Semarang Great Sale 2017 yang memasuki tahun ke-7 dengan target transaksi dan jumlah wisatawan yang terus meningkat. "Event Semarang Great Sale ini sebagai daya tarik Kota Semarang sebagai destinasi wisata belanja dan kuliner. Wisata ini dalam portofolio bisnis pariwisata memiliki porsi besar untuk menarik wisatawan," kata Arief Yahya.

Arief Yahya menjelaskan, penyelenggaraan event dan festival budaya sangat efektif untuk mempromosikan Kota Semarang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan untuk wisata belanja dan kuliner. "Kota Semarang menjadi pintu masuk untuk destinasi Joglosemar [Jogja, Solo, dan Semarang], sedangkan Borobudur yang ditetapkan sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas menjadi magnet utama dalam membangun kerjasama pariwisata Joglosemar. Pengembangan kawasan Borobudur dan sekitarnya [Joglosemar] pengelolaannya menggunakan single management," kata Arief Yahya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Semarang Handrar Prihadi mengatakan promosi pariwisata Kota Semarang digencarkan melalui pergelaran kegiatan dan festival budaya yang diselenggarakan setiap tahun. Beberapa di antaranya seperti Warak Ngendok sebagai kegiatan tahunan yang diadakan sebagai tanda akan datangnya Bulan Puasa Ramadan; Pasar Imlek Sewawis menyambut Tahun Baru Imlek, Festival Durian di kawasan Waduk Jatibarang, Semarang Night Carnaval, dan Semargres.

"Semargres menjadi magnet bagi asosiasi usaha, instansi, pedagang, pengusaha, UMKM untuk berlomba-lomba mengikuti bulan diskon dan menjadi ajang mempromosikan produk mereka," kata Handrat Prihadi.

Asosiasi yang ikut serta dalam Semargres antar lain Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jateng, Asosiasi Pengusaha Pandanaran Semarang (APPS), Airline Operating Committee (AOC), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), mal, kalangan pedagang pasar (Pasar Bulu, Pasar Mijen, Pasar Surtikanti, Pasar Pedurungan, Pasar Peterongan, Pasar Gunungpati, Pasar Jatingaleh, Pasar Mangkang), dan pedagang kali lima (PKL). Sementara itu, untuk menyukseskan acara ini pihak panitia menggelar acara pendukung antara lain Semargres Run Colour Party dengan sasaran anak muda dan pelajar yang diharapkan mampu membuat viral di media sosial.

Menurut Ketua Semarang Great Sale 2017, Mei Kristanti, target transaksi Semargres 2017 adalah Rp200 miliar-Rp300 miliar. Partisipan pesta diskon Semarang ini tercatat mencapai 1.250 atau naik signifikan dibandingkan 2016 lalu yang hanya 1.130 peserta. Tahun lalu, Semarang Great Sale membukukan target transaksi Rp110 miliar. "Untuk jumlah kupon undian dengan hadiah utama sebuah mobil, tahun ini kami mentargetkan 4 juta kupon, sedangkan tahun lalu sebanyak 2,2 juta sehingga akan lebih menarik bagi masyarakat penikmat pesta diskon Semargres 2017," imbuh Wijaya Dahlan Sekretaris Semargres.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten