Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, membawa obor ASEAN School Games 2019 dari Museum Lawang Sewu menuju Balai Kota Semarang, Rabu (17/7/2019). (Semarangpos.com-Diskominfo Jateng)

Semarangpos.com, SEMARANG – Menjadi tuan rumah ajang ASEAN School Games (ASG) XI 2019, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), siap menciptakan sederet rekor. Tak hanya rekor di bidang olahraga, ibu kota Jateng itu juga siap memecahkan rekor dalam hal jumlah penonton.

Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, seusai mengikuti pawai obor ASG di Balai Kota Semarang, Rabu (17/7/2019). Hendi sapaan wali kota mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk mengerahkan penonton sebanyak mungkin di setiap venue saat pertandingan berlangsung.

“Saya sudah perintahkan pak Kadispora [Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga] untuk mengakomodasi kawan-kawan dari kecamatan, kelurahan maupun OPD [organisasi perangkat daerah] dan juga Dinas Pendidikan untuk mengerahkan murid dari berbagai sekolah agar menonton setiap pertandingan,” kata Hendi.

Dengan banyak penonton, Hendi berharap atlet yang bertanding pada event olahraga pelajar se-Asia Tenggara itu bakal lebih bersemangat. Dengan motivasi yang tinggi, mereka pun mampu menciptakan rekor baru, tak hanya tingkat nasional tapi juga Asia Tenggara.

“Namanya orang bertanding itu tentu lebih bersemangat jika ada yang menonton. Maka itu kita siap kerahkan penonton ke setiap venue pertandingan. Supaya para atlet lebih bersemangat dan menciptakan rekor baru,” imbuh Hendi.

Sementara itu, pawai obor ASG 2019 berlangsung cukup meriah. Obor yang diambil dari api abadi Mrapen, Grobogan itu sempat singgah beberapa saat di Museum Lawang Sewu.

Setelah dari Museum Lawang Sewu, obor ASG 2019 itu kemudian diarak menuju ke Balai Kota Semarang. Hendi pun berkesempatan membawa obor itu dengan berlari dari Museum Lawang Sewu menuju ke Balai Kota Semarang.

Turut hadir dalam pawai itu Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dan pejabat Pemprov Jateng lainnya. Ganjar mengawal obor tersebut dengan menggunakan sepeda diiringi pawai kendaraan bermotor dari penyandang disabilitas dan komunitas pencinta motor.

“Cara mengemasnya tadi bagus. Obor dikawal komunitas motor, disabilitas juga ikut mengawal dengan menggunakan motor. Karena ini temanya olahraga, saya temani dengan pit-pitan [bersepeda],” ujar Ganjar.

Ganjar berharap event ASG 2019 tak hanya membuat nama Kota Semarang dan Jateng lebih terangkat di mata dunia internasional. Event yang diikuti 10 negara ASEAN itu juga mampu mendongkrak potensi wisata yang ada di provinsi tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten