Semarang Bawah Langganan Banjir, Pemkot Perketat Izin Pembangunan Perumahan

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan memperketat izin pembangunan perumahan di wilayah Semarang atas karena dinilai memicu banjir di kawasan bawah atau dataran rendah.

 Ilustrasi perumahan. (Freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi perumahan. (Freepik.com)

Solopos.com, SEMARANG — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminudin, menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan mulai memperketat pembangunan di wilayah Semarang atas atau wilayah perbukitan. Hal itu dilakukan lantaran banyaknya pembangunan yang menyebabkan alih fungsi lahan di wilayah Semarang atas menjadi penyebab banjir yang kerap melanda wilayah Semarang bawah, atau kawasan dataran rendah.

Iswar mengatakan Pemkot Semarang tidak akan melarang pembangunan di kawasan atas. Meski demikian, pembangunan itu harus memperhatikan tata kelola lahan dan daerah resapan agar air tidak langsung turun ke Semarang bawah.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Peningkatan debit air dari tahun 2007, sampai tahun ini sudah meningkat sampai 100 persen. Jadi harus ada tata kelola air di Semarang atas,” katanya.

Pengetatan perijinan ini disebut Iswar meliputi kewajiban memahami metode tata kelola air oleh pengembang perumahan. Dalam hal ini, pengembang harus memperhitungkan berapa luas lahan resapan yang dibutuhkan.

Hitungan ini bisa diketahui ketika pengembang melakukan kepengurusan perizinan di Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang.

Baca juga: Dianggap Jadi Pemicu Banjir, 2 Perumahaan di Semarang Disegel Satpol PP

“Kondisi wilayah atas ini harus diperbaiki, kemarin sudah kita lakukan koordinasi. Distaru, kita minta evaluasi pola pembangunan di wilayah atas,” tuturnya.

Evaluasi ini nantinya akan menghasilkan standar dalam rencana pembangunan di wilayah atas. Pengembang, menurut Iswar wajib mematuhi standar tersebut sebelum mendirikan perumahan.

“Setelah ada SOP pengembang wajib mengikuti, jangan sampai pembangunan dilakukan dulu tanpa ada izin. Untuk mengawasinya, kami gencarkan melalui Satpol PP. Jadi izin harus lengkap dulu, jika tidak mau bangunannya disegel,” tegasnya.

Baca juga: Atasi Banjir, Pemkot Semarang Ingin Bangun Bendungan di Kawasan Atas

Sementara itu, Kepala Distaru Kota Semarang, M. Irwansyah, mengatakan problem alih fungsi lahan di kawasan Semarang atas merupakan masalah bersama. Pembangunan tanpa izin yang disebut-sebut sebagai biang keladi banjir di Kecamatan Ngaliyan dan Tugu beberapa pekan lalu diakui Irwansyah memang nyata, namun bukanlah satu-satunya penyebab.

“Masalahnya itu banyak, [dari aspek] tata ruang ada, infrastruktur juga belum sempurna, lalu keadaan alam, dan masyarakat juga kadang-kadang membangun di lokasi yang sebenarnya tidak boleh,” bebernya.

Namun demikian, Irwansyah menyebut saat ini bukan waktunya untuk saling menyalahkan. Ia mengatakan masyarakat perlu memahami dulu bagaimana prosedur sebelum mendirikan bangunan, termasuk rencana tata ruang kota.

“Tidak usah salah-salahan. Yuk, paham dulu, tata ruangnya bagaimana, cara bangun harus ada izin itu kenapa,” sambungnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Sudah Ditetapkan! Ini Daftar UMK 2023 pada 35 Kabupaten/Kota di Jateng

      Berikut daftar lengkap besaran UMK 2023 pada 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah (Jateng).

      Belasan Sesar Aktif Penyebab Gempa Melintang di Jawa Tengah

      Seluruh wilayah di Jawa Tengah berpotensi terjadi gempa, lantaran terdapat 13 sesar aktif yang bisa memunculkan gempa daratan.

      Dinusfest 2023 bakal Digelar Luring, Hadiah Beasiswa Kuliah di Udinus Menanti

      Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang berencana kembali menggelar Dinusfest secara luring pada awal 2023 nanti.

      UKSW Komitmen Natal 1 Hati: Kasih Sejati Lupakan Perbedaan!

      Pekan pertama kerja di lingkungan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dibuka dengan kegiatan Ibadah Natal

      Tuntut UMK 10%, Buruh dari 35 Kabupaten/Kota Serbu Kantor Gubernur Jateng

      Demo buruh Jateng yang tergabung dalam FSPIP Kasbi mewarnai saat-saat menjelang pengumuman penetapan UMK Jateng 2023.

      Imbas Bom Bunuh Diri di Bandung, Polres Semarang Perketat Penjagaan

      Polres Semarang memperketat penjagaan ke kantornya pasca-peristiwa bom bunuh diri di Polsek Asta Anyar, Bandung.

      Lantik Kepala LPM, Rektor UKSW Targetkan Akreditasi Unggul

      Kesuksesan UKSW saat ini juga tak lepas salah satunya karena kerja keras tim LPM dari masa ke masa.

      Warga Salatiga Pilih Berburu STB Setelah 5 Hari Tak Bisa Nonton Sinetron

      Sebagian warga Salatiga berburu STB setelah ASO pada 3 Desember 2022 dan menyebabkan kehilangan tontonan sinetron dan siaran langsung Piala Dunia 2022.

      Siap untuk Nataru, Tol Semarang-Demak Seksi II Dibuka Lagi Tanggal 15 Desember

      Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, memastikan Tol Semarang-Demak Seksi II akan siap dilalui saat libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 atau Nataru.

      Sosok John Kusuma, Crazy Rich Pewaris Pabrik Rokok Kudus dengan Harta Rp2,1 T

      Satu lagi orang kaya atau yang populer disebut crazy rich dari keluarga pengusaha industri rokok di Kudus, yakni John Kusuma.

      Peduli Sesama, Siswa MI Nurul Islam Batur 02 Getasan Semarang Galang Dana

      Donasi yang terkumpul nantinya dihitung oleh pihak sekolah. Kemudian secara langsung juga akan di serahkan kepada korban bencana Gempa Cianjur.

      2 Daerah di Salatiga Rawan Kekeringan, Ini Penyebabnya

      Dua wilayah di Salatiga menjadi daerah rawan kekeringan karena geografis daerah.

      Pohon Tumbang dan Tumpahan Solar Dominasi Bencana Salatiga pada 2022

      Pohon tumbang dan tumpahan solar di jalanan Salatiga mendominasi bencana yang terjadi di Salatiga hingga September 2022.

      Bawa Harum Nama Daerah, Wing Chun Jateng Mengharap Perhatian Gubernur

      Atlet wing chun asal Jawa Tengah (Jateng) baru saja menorehkan prestasi membanggakan dengan merebut dua medali emas dan dua perunggu dalam kejuaraan nasional.

      Kekerasan Seksual di Jateng Meningkat pada 2022, Mayoritas Berbasis Siber

      LBH Semarang mencatat kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di Jateng alami peningkatan sepanjang 2022.