Ilustrasi lomba lari Semarang 10K. (JIBI/Solopos/Antara)

Solopos.com, SEMARANG — Lomba lari Semarang 10K akan kembali digelar tahun 2019 ini. Lomba lari yang mengusung konsep sport and heritage tourism itu tahun ini akan digelar pada Minggu, 15 Desember nanti.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dan Harian Kompas yang menggelar Semarang 10K berkomitmen membuat event tersebut sebagai lomba lari yang ditunggu-tunggu komunitas lari sebagai ajang penutup tahun.

Seperti tahun lalu, kali ini lomba lari Semarang 10K juga akan mengajak peserta untuk menyusuri keindahan Kota Semarang. Peserta akan disajikan kemegahan arsitektur dan bangunan bersejarah di Kota Semarang selama melakoni perlombaan.

Tak hanya itu, peserta juga akan disajikan penampilan atraksi budaya khas Jawa Tengah (Jateng) yang ada di setiap titik rute, seperti Lawang Sewu, Kota Lama Semarang, dan Gereja St. Yusuf Gedangan.

Kesenian tradisional akan ditampilkan untuk menyemangati para pelari, di antaranya tarian kuntulan, atraksi drumblek, reog jaran blarak, gambang Semarang, dan angklung. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari keterlibatan warga Semarang dalam memberikan kehangatan dan keramahtamahan bagi para pelari.

“Pengalaman akan keindahan dan keramahtamahan Semarang akan segera dimiliki oleh ribuan pelari dari Indonesia maupun mancanegara. Ini adalah sebuah pesan yang unik sekaligus menjadi bentuk apresiasi pelari terhadap budaya dan kesenian Indonesia,” ujar Redaktur Pelaksana Harian Kompas, Adi Prinantyo, selaku panitia penyelenggara Semarang 10K dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Jumat (11/10/2019).

Pendaftaraan untuk ikut serta dalam lomba lari yang menempuh jarak 10,19 kilometer itu akan dibuka pada 14 Oktober-30 November 2019 melalui 3 program, yakni komunitas/grup, reguler, dan pelajar.

Sementara, peserta akan dibagi menjadi empat kategori, yakni open, atlet pelajar, nasional dan master. Lomba lari Semarang 10K ini akan memperebutkan total hadiah Rp467 juta.

“Tahun ini kami menargetkan 2.000 peserta yang akan turut serta dalam Semarang 10K,” imbuh Adi.

Sementara itu,perihal cut off time, tahun ini Semarang 10K akan memberlakukan batas waktu 2 jam 15 menit.Hal ini dilakukan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan, tidak hanya bagi para pelari tetapi juga bagi masyarakat kota Semarang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten