Semangat #ConnectingHappiness ala JNE di Ujung Jalan Siwalan
Seorang juru parkir mendapat jaket gratis hasil kiriman kurir JNE di Ruang Solidaritas Joli Jolan, Solo, beberapa waktu lalu. (Solopos.com/Chrisna Chanis Cara)

Solopos.com, SOLO -- Seorang kurir ekspedisi tergopoh-gopoh membawa sebuah kardus berukuran sedang. Masih mengenakan helm, dia berdiri sejenak di depan sebuah rumah di Jalan Siwalan No.1 Kerten, Laweyan Solo. Kurir JNE itu memandang halaman rumah yang penuh dengan rak pakaian dan aneka barang kebutuhan sehari-hari. “Maaf, apa betul ini lokasi Rumah Solidaritas Joli Jolan?.”

Dengan sopan, kurir bernama Ega itu menghampiri seorang penghuni rumah yang siang itu tengah menjadi sukarelawan di Joli Jolan. Joli Jolan adalah tempat untuk berdonasi dan berbagi barang secara gratis pada warga. Komunitas itu biasa menyalurkan beragam barang mulai pakaian, sepatu, tas, buku bacaan hingga mainan setiap hari Rabu dan Sabtu. “Iya betul, kiriman donasi barang ya?,” sahut Septina Setyaningrum, sukarelawan yang sehari-hari bekerja sebagai konsultan transportasi.

“Nggih, ini ada kiriman paket dari Surabaya,” ujar lelaki berusia sekitar 30 tahun itu. Ega pun menyerahkan paket sambil tetap memakai masker dan menjaga jarak untuk mematuhi protokol kesehatan. Ega adalah kurir JNE, jasa ekspedisi terkemuka yang telah mewarnai dunia pengiriman barang di Indonesia selama tiga dekade. Di momen #JNE30 tahun tepat 26 November 2020 lalu, JNE tetap memberi pelayanan prima dan adaptif dengan pandemi Covid-19. “Wah isinya sepatu dan pakaian baru,” ujar Ganesha semringah. Ganesha adalah putra Septina, pelajar SD yang juga sukarelawan Joli Jolan.

Bisnis Dessert Box Undang Peluang Lebar

Kurir menjadi salah satu elemen penting dalam rantai distribusi dan sirkulasi barang di Joli Jolan. Hampir setiap hari ada saja barang donasi dari luar kota yang mendarat di komunitas tersebut. Bagi sukarelawan Joli Jolan, kehadiran kurir #JNE acap disambut sukacita karena mereka telah #connectinghappiness lewat jerih payah membawa barang donasi. “Setiap pekan ada 10 paket barang dari luar kota, mayoritas yang antar kurir JNE,” ujar Septina saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (31/12/2020).

Bantuan Untuk UMKM

Meski baru genap berusia setahun 21 Desember 2020 lalu, Joli Jolan sudah dikenal di penjuru negeri lewat bantuan media sosial dan peliputan media. Tak hanya dari Soloraya, Septina menyebut tak jarang donasi datang dari Jakarta, dan Bandung. Juga Semarang, Purwokerto, Surabaya hingga Malang.

“Kami sangat terbantu dengan kerja kurir JNE. Pengiriman tepat waktu, petugasnya juga ramah. Setelah antar barang, pasti saya langsung minta mereka ikut ambil barang gratis di Joli Jolan. Itu sebagai bentuk terima kasih kami,” ujarnya.

Doa Akhir dan Awal Tahun, Ini Lafalnya

Barang seperti tas, sepatu dan buku menjadi item yang paling diminati kurir ketika mampir di Joli Jolan. Septina menyebut para kurir terbantu meski barang yang diberikan Joli Jolan bukanlah barang mewah. “Mereka bilang bisa menghemat pengeluaran. Uangnya bisa dipakai untuk tambahan kebutuhan pokok, apalagi ekonomi kini turun karena pandemi.”

JNE sendiri berkomitmen membantu masyarakat untuk bangkit di masa pandemi. Pada momen #30tahunbahagiabersama, JNE menyalurkan bantuan untuk UMKM, bantuan air bersih hingga donasi Rp250 juta untuk pengendalian Covid-19 di Jawa Tengah. “JNE pusat bersama JNE Semarang bergotong-royong sehingga langkah untuk memberi bantuan ini dapat terwujud,” ujar Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto seperti dilansir dari laman resmi JNE.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memuji JNE sebagai salah satu perusahaan yang peduli dengan penanganan Covid-19. Ganjar mengatakan sinergi pemerintah, masyarakat dan dunia usaha menjadi kunci untuk segera keluar dari pandemi. “Gerakan ini menyejukkan bagi kami. Ada sinergi, dan yang paling membanggakan adalah rasa kemanusiaan yang sangat ditonjolkan,” ujar Ganjar.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom