Seluk Beluk Black Box, Perangkat Yang Paling Dicari Saat Kecelakaan Pesawat
Black Box (Indoberita.com)

Solopos.com, SOLO– Dalam setiap kecelakaan pesawat, black box adalah benda yang paling dicari untuk mengungkapkan penyebab kecelakaan.

Istilah ‘black box’ pesawat merupakan istilah populer dalam industri penerbangan yang merujuk pada komponen perekam data elektronik.

Melansir dari okezone.com, Deutsche Welle, black box adalah perangkat perekam yang sangat dilindungi dan penting, sama seperti hard disk atau kartu memori. Black box bisa menyimpan percakapan yang terjadi antara pilot kepada krunya atau menara pengawas.

Black box merekam 30 menit percakapan pribadi antara pilot, begitu juga dengan suara saklar dan mesin juga direkam oleh perangkat. Selain itu, black box menyimpan informasi tentang hal-hal seperti jalur penerbangan, ketinggian, lokasi pesawat, kecepatan, suhu mesin dan knalpot, serta posisi flap, di antara banyak lainnya. Nantinya, informasi yang terekam tersebut akan dijadikan petunjuk oleh pihak berwenang untuk mengungkap misteri penyebab kecelakaan.

Teknologi black box yang merupakan salah satu bagian penting sebuah pesawat yang berasal dari Australia. Penciptanya bernama Dr David Warren yang pertama kali mendesainnya pada tahun 1950. Ia menciptakan black box karena terinspirasi dari kecelakaan pesawat yang merenggut nyawa ayahnya pada tahun 1934 saat ia masih berusia 9 tahun.

Prototipe pertama black box dibuat pada 1956 dengan nama ARL Flight Memori Unit. Namun ternyata butuh sekitar 5 tahun bagi Warren hingga black box buatannya baru dianggap penting oleh dunia penerbangan.

Pemkab Sebut Tak Ada Tempat Wisata di Wonogiri yang Nekat Buka

Black Box Tidak Berwarna Hitam

Meski dinamakan black box, benda ini sebenarnya tidak berwarna hitam sama sekali. Perangkat black box pesawat berwarna oranye. Pemilihan warna oranye bukannya tanpa tujuan, hal ini ditentukan agar black box mudah ditemukan karena warnanya mencolok.

Selain dari warna, agar cepat ditemukan, black box pesawat juga telah dibekali pemancar dalam paketnya. Pemancar tersebut baru akan aktif bila black box terkena air. pemancar ini bisa aktif dan terus menerus mengirimkan sinyal per satu detik selama 30 hari penuh. Tentunya, jika lebih dari itu black box akan sulit untuk ditemukan.

Meski begitu, ada alat khusus yang bisa menemukan lokasi black box bila pemancarnya sudah tak aktif, bernama Towed Pinger Locator. Alat tersebut diklaim bisa mengenali black box meski di kedalaman laut hingga 20 ribu meter.

Meskipun, banyak orang menyebutnya black box, benda ini biasa disebut electronic flight data recorders oleh para pakar. Tak begitu jelas, siapa yang mengawali penyebutannya sebagai black box.

Namun, spekulasi yang beredar menyebutkan, awal penyebutan black box berasal dari model pertamanya yang punya bagian dalam berwarna gelap. Sementara spekulasi lainnya mengatakan, black box pertama kali dipopulerkan oleh seorang jurnalis yang mendeskripsikannya sebagai kotak hangus. Alasannya, karena perangkat ini kerap ditemukan dalam kondisi hangus setelah kecelakaan pesawat.

Catat! Ini Cara Registrasi dan Verifikasi Penerima Vaksin Covid-19

Tahan Banting tapi Tak Secanggih Smartphone

Meski dalam satu paket, black box punya dua bagian yang terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (VCR). FDR bertugas menyimpan data penerbangan, sedangkan VCR menyimpan percakapan antara pilot kepada krunya atau menara pengawas yang terekam selama beberapa waktu sebelum kecelakaan.

Black box terbaru telah menggunakan memori jenis solid-state sebagai media penyimpanannya. Adapun kapasitas penyimpanannya bisa menampung sampai 700 parameter data penerbangan.

Sosok Penceramah Muslim Harun Yahya, Terjerat Skandal Seks Berujung Bui 1.075 Tahun

Oleh karena itu, black box harus tahan banting dan tetap utuh tanpa rusak, meski dihantam berbagai skenario kecelakaan pesawat. Perangkat ini dibekali material titanium atau stainless steel yang dibuat dua lapis. Bagian yang melindungi komponen-komponen pentingnya juga diklaim bisa tahan tekanan sampai 3.400G.

Material pelindung black box juga tahan ditimpa beban ratusan kilogram dari ketinggian 3 meter. Selain itu, pelindung black box juga tahan semburan api sampai ribuan derajat celcius. Ketahanannya terhadap panas juga dibuktikan dengan merebusnya di dalam tangki pesawat jet yang punya suhu luar biasa tinggi.

Sebagai salah satu perangkat canggih di dunia penerbangan, ternyata kecanggihannya tak lebih baik dari sebuah smartphone. Meski, harganya cuma ratusan ribu rupiah, smartphone bisa diketahui lokasinya secara real time melalui teknologi GPS dan sambungan seluler. Faktanya, hal semacam itu malah sulit dilakukan pada black box.

Namun, ada alasan di balik ini yaitu black box butuh bandwidth super besar untuk mengirimkan informasi karena besarnya data yang disimpannya. Selain itu, kecepatan akses data di tiap negara juga berbeda-beda sehingga cara tersebut masih sulit diimplementasikan.

Walau begitu, kuantitas data terus meningkat. Begitu juga dengan jumlah data yang disimpan dalam black box yang meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom