Kondisi Selter Pucangsawit, Jebres, Solo, pascakebakaran, Rabu (11/9/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak delapan gerobak di selter Pucangsawit, Jebres, Solo, Jawa Tengah, hangus terbakar, Rabu (11/9/2019). Kebakaran disebabkan oleh api yang menjalar dari lahan kosong di belakang selter Pucangsawit Solo.

Pantauan solopos.com, api sudah berhasil dipadamkan oleh Damkar Solo pada pukul 15.08 WIB. Pedagang yang gerobaknya menjadi korban kebakaran mendatangi lokasi dan memeriksa keadaan barang dagangan yang masih bisa digunakan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo, Gatot Sutanto, mengatakan laporan masuk ke pihaknya pada pukul 14.45 WIB. Proses pemadaman tidak memerlukan waktu lama karena pihaknya langsung menerjunkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran. Api menurutnya berasal dari lahan kosong dibelakang selter Pucangsawit Solo yang terlebih dulu terbakar.

selter pucangsawit soloDampak kebakaran selter Pucangsawit di Jebres, Solo, Rabu (11/9/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)

"Kami mendapatkan laporan dari Disdag Solo. Mereka sebelumnya mencoba memadamkan api dengan tujuh APAR tapi tidak mampu karena api sudah terlalu besar. Kemudian lapor ke kami. Pemadaman sebentar hanya butuh waktu 10 menit saja," terang Gatot ketika ditemui solopos.com.

Sementara itu, salah satu korban kebakaran, Ida, 51, mengatakan saat terjadi kebakaran dia tidak berada di lokasi. Informasi mengenai kebakaran diketahuinya dari grup whatsapp.

"Saya tidak tahu awalnya kalau terbakar tempat saya karena saya bukanya sore. Kerugian belum tahu, tapi alat-alat memasak hangus semua," jelas dia.

selter pucangsawit soloDampak kebakaran Selter Pucangsawit, Jebres, Solo, Rabu (11/9/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)

Pedagang lainnya, Mursyid Priyono, mengatakan api berasal dari lahan kosong di belakang selter Pucangsawit Solo. Menurutnya ada orang membakar sampah tanpa diawasi dan mengakibatkan kebakaran tersebut.

"Saya pas mau buka udah ramai-ramai kebakaran. Katanya api dari lahan kosong itu. Karena ada yang bakar sampah tapi ditinggalkan," bebernya. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten