Api membakar hutan di Parangjoho, Ngunggahan, Eromoko, Wonogiri, Selasa (12/8/2019). (Istimewa/BPBD Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI -- Kebakaran hutan kembali terjadi di Wonogiri. Kali ini di wilayah Desa Parangjoho, Kecamatan Eromoko. Api menghanguskan lahan hutan seluas 10 hektare di wilayah itu pada Senin (12/8/2019) malam.

Sebelumnya, api menghanguskan area hutan di sembilan gunung kawasan Dusun Ngemplak, Kepatihan, Selogiri, pada Sabtu (10/8/2019) pagi hingga Minggu (11/8/2019) malam. Total kasus kebakaran hutan terjadi di delapan lokasi di Kota Sukses dalam kurun waktu dua pekan terakhir.

Camat Eromoko, Danang Erawanto, kepada Solopos.com, Selasa (13/8/2019), menginformasikan api kali pertama diketahui muncul tak jauh dari jalan dusun pukul 20.00 WIB. Lalu api menjalar membakar hutan rakyat dan desa.

Api itu terus menjalar menuju permukiman warga. Warga bersama polisi dan TNI memadamkan api secara manual menggunakan alat seadanya, seperti ranting pohon yang terdapat daun basah.

Tim harus naik ke lereng terjal untuk memadamkan api yang membakar semak belukar dan pepohonan. Akhirnya api dapat dipadamkan pada tengah malam.

“Kemungkinan penyebabnya ulah manusia. Bisa jadi ada yang membuang puntung rokok yang masih menyala saat melintas di jalan. Mungkin juga ada yang membakar sampah di tepi jalan tanpa diawasi,” kata Camat saat dihubungi Solopos.com.

Dia memperkirakan hutan yang terbakar seluas 2-3 ha. Data itu berbeda dengan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Menurut Kepala Pelaksana Harian BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, hutan di Ngunggahan yang terbakar seluas lebih kurang 10 ha. Tanaman yang hangus meliputi pohon jati dan semak-semak kering.

Bambang mengimbau warga sekitar hutan tak membuang puntung rokok di kebun dan tak membakar ranting atau dedaunan kering di kebun. Api berpotensi menjalar ke area sekitarnya hingga membakar hutan maupun permukiman.

Potensi kebakaran pada kemarau seperti sekarang semakin tinggi. Dia mengingatkan berdasar prediksi BMKG, kemarau akan terjadi Agustus ini hingga September mendatang.

“Warga, terutama yang bertempat tinggal di dekat hutan, harus siaga,” ucap Bambang.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten