Kades Ponggok, Junaedi Mulyono (dua dari kiri), menunjukkan salah satu data keuangan milik BUM Desa Tirta Mandiri di Bale Tirto Ponggok, Klaten, Selasa (18/6/2019). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Satreskrim Polres Klaten terus menyelidiki kasus dugaan korupsi atau https://soloraya.solopos.com/read/20190619/493/999645/dilaporkan-selewengkan-dana-bum-desa-begini-penjelasan-kades-ponggok-klaten" title="Dilaporkan Selewengkan Dana BUM Desa, Begini Penjelasan Kades Ponggok Klaten">penyelewengan dalam jabatan terhadap pengelolaan dana BUM Desa Tirta Mandiri Ponggok, Klaten.

Dalam waktu dekat, penyidik bakal berkonsultasi ke Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasnmigrasi (Kemendes PDTT). Polisi perlu menggali informasi soal peraturan Badan Usaha Milik (BUM) Desa guna menindaklanjuti laporan dugaan penyelewengan dalam jabatan terhadap pengelolaan dana BUM Desa Tirta Mandiri Ponggok.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, polisi sudah memintai keterangan sejumlah saksi terkait kasus tersebut. Selain pelapor, Edhi Santoso Aribowo, polisi sudah memintai keterangan saksi lainnya.

Saksi itu di antaranya ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK), direktur dan bendahara BUM Desa Tirta Mandiri https://soloraya.solopos.com/read/20190618/493/999519/15-poin-dugaan-penyelewengan-anggaran-bum-desa-ponggok-klaten" title="15 Poin Dugaan Penyelewengan Anggaran BUM Desa Ponggok Klaten">Ponggok, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes), Inspektorat Klaten, dan pihak ketiga di BUM Desa Tirta Mandiri Ponggok.

Kali terakhir, polisi memintai keterangan Kepala Desa (Kades) Ponggok, Junaedi Mulyono, beberapa waktu lalu. “Kami berencana ke Kemendes di Jakarta guna menelusuri soal peraturan BUM Desa. Ini baru diagendakan lebih lanjut terkait waktunya. Intinya, kami ingin mengetahui peraturannya terlebih dahulu," jelas Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Dicky Hermansyah, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (29/8/2019).

Seperti diketahui, BUM Desa Tirta Mandiri https://soloraya.solopos.com/read/20190618/493/999500/diduga-korupsi-rp216-miliar-kades-ponggok-klaten-dipanggil-polisi" title="Diduga Korupsi Rp21,6 Miliar, Kades Ponggok Klaten Dipanggil Polisi">Ponggok berdiri pada 2009. Sedangkan peraturan BUM Desa keluar pada 2014.

Disinggung tentang audit eksternal terjadap keuangan BUM Desa Tirta Mandiri Ponggok, AKP Dicky Hermansyah mengaku belum menerima hasilnya. Hasil audit bakal dijadikan pembanding hasil audit keuangan internal di BUM Desa Tirta Mandiri Ponggok.

“Kami belum menerima hasilnya. Sembari menunggu itu, kami akan ke Kemendes PDTT terlebih dahulu. Setelah itu, baru dipikirkan siapa yang akan dimintai keterangan lagi,” katanya.

Sebagaimana diketahui, penyelidikan kasus ini bermula dari laporan Jaringan Guna Advokasi Anggaran (Jaguar) Kalikotes, Klaten, ke Polda Jateng, pada 6 Mei 2019. Polda Jateng kemudian melimpahkan penanganan kasus tersebut ke Polres Klaten.

Pelimpahan itu berdasarkan surat Polda Jateng bernomor B/4766/V/Res.1.11/2019/Reskrimum tertanggal 14 Mei 2019. Surat ditandatangani Dirreskrimum Polda Jateng, AKBP Saiful Anwar.

Dalam laporannya, anggota Jaguar Kalikotes, Klaten, Edhi Santoso Aribowo, meminta aparat polisi mengusut tuntas dugaan penyelewengan pengelolaan dana di BUM Desa Tirta Mandiri Ponggok oleh Junaedi Mulyono selama kurun waktu 2016-2018. Kerugian BUM Desa Tirta Mandiri akibat dugaan penyelewengan itu diperkirakan mencapai Rp21,6 miliar.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten