Seorang warga melintasi Jembatan Kragan dari Dukuh Karangwuni, Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Selasa (12/3/2019)./Wahyu Prakoso

Solopos.com, KARANGANYAR -- Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meresmikan Jembatan Jokowi, penghubung Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo dengan Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat, pada Selasa (9/4/2019) malam.

Panjang jembatan 100 meter dan lebar 9 meter. Struktur bangunan atas menggunakan rangka baja tipe A sedangkan jenis fondasi tiang pancang baja. Jembatan juga dikeraskan menggunakan aspal. Pembangunan jembatan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) 2018-2019 senilai Rp20,6 miliar.

Jembatan itu mulai dibangun pada 2018 dan rampung pada 13 Februari 2019. Proyek dikerjakan selama satu tahun. Jembatan sudah digunakan warga sejak 13 Februari. Sedikit merunut sejarah pembangunan jembatan, diawali dari Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meminta kepada Presiden Joko Widodo, membangunkan jembatan penghubung antarkecamatan. Bupati "merayu" presiden akan memberi nama Jembatan Jokowi karena menghargai kenangan masa kecil Jokowi di sekitar tempat itu.

Saat itu Jokowi, sapaan akrab Presiden Joko Widodo, berkunjung ke Kragan pada 7 Juli 2016. Jokowi menanggapi permintaan Bupati dengan menginstruksikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengecek. Gayung bersambut. Pemerintah pusat memberikan lampu hijau. Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Karanganyar memulai pekerjaan dari penilaian dilanjutkan pembebasan lahan pada 2017. Pemkab mengalokasikan Rp50 juta untuk penilaian dan Rp5 miliar untuk pembebasan lahan. Pembebasan lahan rampung 2017.

Pemerintah pusat menyiapkan detail engineering design [DED]. Pembangunan mulai 2018 dan rampung Februari 2019. Warga sudah menggunakan jembatan itu sejak 13 Februari 2019.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Karanganyar, Edy Sriyatno, menyampaikan warga dari Gondangrejo dapat menghemat waktu ke Karanganyar. Sebelum dibangun jembatan mereka menempuh perjalanan puluhan kilometer dengan jarak tempuh lebih dari 40 menit ke Karanganyar karena melewati Kota Solo.

"Orang dari Balai Desa Kragan ke Balai Desa Kebak harus menempuh 20 kilometer lewat Kota Solo. Ya 30 menit lebih. Kalau lewat jembatan paling hanya empat kilometer lah dan kurang dari sepuluh menit," tutur dia saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (10/4/2019).

Jembatan masih masuk masa pemeliharaan hingga Februari 2021. Di sisi lain, Pemkab akan melakukan sejumlah perbaikan di sekitar jembatan. Edy menyampaikan Pemkab mengalokasikan dana peningkatan jalan akses sekitar jembatan. "Paling cepat APBD Perubahan 2019 kami alokasikan pelebaran jalan dari lima meter menjadi enam meter," ujar dia.

Pemkab akhirnya meresmikan Jembatan Jokowi pada Selasa malam. Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto, dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD)Karanganyar. Pemkab menyiapkan pertunjukan wayang kulit dalang Ki Anom Dwijo Kangko. Dalang kondang itu membawakan lakon Rama Tambak. Juliyatmono mengingat kembali momentum dua tahun lalu saat meminta kepada presiden agar dibuatkan jembatan penghubung.

"Alhamdulillah dua tahun lalu meminta kepada presiden. Semua mendengar saat saya bilang. Pak Jokowi putune Mbah [mantan] Lurah [Kades] Kragan. Nyabrang Bengawan Solo nganggo gethek yen arep nyang pasar. Mubeng tekan Plesungan. Saiki cedhak, lancar, isa nyambung tekan Karanganyar liwat kene," ujar Bupati saat memberikan sambutan.

Yuli, sapaan akrabnya, menyadari pembangunan di sekitar jembatan masih harus dilanjutkan. Selain peningkatan kualitas jalan, masih ada persoalan penerangan jalan. Yuli menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishub PKP) Karanganyar, Sundoro, memasang lampu penerangan jalan umum. "Sesuk kene ndang pasangana lampu. Sebelum Lebaran," tutur dia kepada Sundoro di hadapan warga.

Warga Desa Kragan, Gondangrejo, Qomar, mengaku sudah melewati Jembatan Jokowi saat hendak ke Karanganyar mengurus surat-surat. "Sak niki luwih cerak ajeng ten kabupaten. Ngurus surat, pajek mboten muter liwat ring road Solo," tutur dia.

Avatar
Editor:
Riyanta

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten