SOLOPOS.COM - Aksi unjuk rasa pegawai KPK di Jakarta, Selasa (3/3/2015). (Rahmatullah/JIBI/Bisnis)

Seleksi pimpinan KPK yang tak kunjung berakhir dinilai sebagai masalah serius bagi masa depan lembaga itu.

Solopos.com, JAKARTA — Mantan Penasihat KPK Abdullah Hehamahua menyatakan mepetnya waktu untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan KPK merupakan masalah yang serius.

Promosi BRI Kantor Cabang Sukoharjo Salurkan CSR Senilai Lebih dari Rp1 Miliar

“Yang sudah pernah saya katakan, dengan waktu mepet, maka yang dicari bukan lagi calon yang berkualitas, tapi yang cocok dengan selera fraksi,” ujar Abdullah saat dihubungi Bisnis/JIBI, Selasa (1/12/2015).

Menurut Abdullah, masing-masing anggota DPR memiliki kepentingan politik yang dituju. Karena itu, bukan tidak mungkin calon yang terpilih nantinya adalah calon yang membawa “selera” tertentu.

Meskipun menilai waktu untuk uji kelayakan mepet, Abdullah tetap berharap KPK bisa mendapatkan pemimpin yang berintegritas dan berani. “Mau dibilang apa lagi. Daripada tidak jadi sama sekali, mending tetap ada pimpinan KPK baru, meski sedikit terlambat,” tambahnya.

Abdullah Hehamahua menyatakan sebagai mantan penasihat KPK, dirinya mendukung calon pimpinan yang berasal dari internal KPK. Hal tersebut lantaran kinerja masing-masing calon dari KPK sudah diketahui. “Selain akrab selama delapan tahun, saya juga tahu prestasi, kinerja dan integritas mereka,” papar Abdullah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya