Seleksi Perangkat Desa Wonogiri Terhenti 40 Menit, Peserta Sempat Panik

Setelah bisa diatasi, peserta dapat mengerjakan soal sampai akhir dengan waktu dari nol lagi.

 Peserta mengerjakan ujian tertulis berbasis komputer seleksi perangkat desa di SMPN 1 Selogiri, Kamis (9/12/2021). (Solopos.com/Rudi Hartono)

SOLOPOS.COM - Peserta mengerjakan ujian tertulis berbasis komputer seleksi perangkat desa di SMPN 1 Selogiri, Kamis (9/12/2021). (Solopos.com/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI—Sistem ujian tertulis berbasis komputer atau computer based test (CBT) seleksi perangkat desa serentak di Kabupaten Wonogiri, Kamis (9/12/2021), sempat mengalami gangguan selama 40 menit.

PromosiPemungutan Suara Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024

Gangguan itu membuat peserta terhenti dalam mengerjakan soal. Mereka tak bisa mengerjakan soal berikutnya karena sistem tiba-tiba berhenti.

Setelah bisa diatasi, peserta dapat mengerjakan soal sampai akhir dengan waktu dari nol lagi. Sebanyak 727 dari total 2.596 calon perangkat desa yang berhak mengikuti CBT dinyatakan tak lolos, karena tak hadir di lokasi ujian dan tak memenuhi nilai batas minimal atau passing grade.

Baca Juga: Meteran Listrik Disambar Petir, Air Bersih Desa Tawangrejo Klaten Macet

Informasi yang dihimpun Solopos.com di tempat pelaksanaan CBT (sebelumnya disampaikan computer assisted test atau CAT) di SMPN 1 Selogiri, gangguan terjadi beberapa menit setelah ujian dimulai. Panitia bersama pihak sekolah langsung menggali informasi untuk mengetahui penyebabnya.

Ternyata tempat ujian lainnya juga mengalami gangguan yang sama. Gangguan terjadi pada sistem yang dikendalikan server pusat milik pihak ketiga.

Selanjutnya panitia memberi penjelasan kepada peserta mengenai hal tersebut, supaya mereka tidak panik. Salah satu informasi penting yang disampaikan yakni waktu pengerjaan akan diseting ulang dari nol.

Baca Juga: Sukarelawan Boyolali Kirim Sayuran ke Kawasan Gunung Semeru

Dengan demikian peserta tidak kehilangan waktu pengerjaan. Sesuai ketentuan, durasi pengerjaan ujian selama 120 menit atau dua jam untuk mengerjaan 100 soal pilihan ganda. SMPN 1 Selogiri merupakan tempat ujian bagi 36 calon perangkat Desa Sendangijo dan Kepatihan, Kecamatan Selogiri.

Solopos.com mengecek ke tempat CBT lainnya, yakni di SMKN 1 Wonogiri. Sekolah itu lokasi ujian bagi calon perangkat desa Singodutan, Pule, Pare, Nambangan, dan Jaten, Kecamatan Selogiri. Sistem CBT di lokasi itu juga mengalami gangguan yang sama.

Salah satu peserta CBT di SMKN 1 Wonogiri, Rohman Apriansyah, 30, mengaku sempat panik saat sistem di komputernya berhenti tiba-tiba. Saat itu dia mengerjakan soal nomor lima.

Baca Juga: Klaten Diterjang Angin Ribut, Pohon Bertumbangan di Bayat dan Trucuk

Saat akan mengerjakan soal berikutnya sistem tak merespons meski calon perangkat Desa Singodutan itu mengklik tombol beberapa kali. Dia mengira hanya komputernya saja yang mengalami gangguan, tetapi ternyata sistem di semua komputer mengalami gangguan yang sama.

“Enggak bisa mengerjakan soal lebih dari 30 menit, tapi enggak sampai satu jam. Selama nunggu gangguan teratasi ya bengong saja. Saat uji coba [27 November 2021] ada kendala yang sama. Mestinya hari ini gangguan tidak terulang lagi,” kata dia saat ditemui seusai ujian.

Peserta lainnya, Tri Mulyani, 40, tak mempermasalahkan gangguan itu karena akhirnya masalah bisa teratasi. Selanjutnya calon perangkat Desa Singodutan itu bisa mengerjakan soal dengan lancar sampai akhir. Dia memakluminya lantaran sistem dalam jaringan (daring) bisa sewaktu-waktu mengalami gangguan.

Baca Juga: Hotel Bintang Berdiri di Boyolali Kota, Langsung Jadi Gedung Tertinggi

“Gangguan terjadi saat saya mengerjakan soal nomor dua. Tadi panitia langsung memberi penjelasan. Enggak masalah. Toh waktunya kembali kembali dari awal lagi,” ujar dia.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berminat Adu Nasib di IKN? Segini Loh Biaya Hidup di Kalimantan Timur

+ PLUS Berminat Adu Nasib di IKN? Segini Loh Biaya Hidup di Kalimantan Timur

Sebagai calon Ibu Kota Negara (IKN), Nusantara yang berlokasi di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan menjadi magnet kaum urban untuk mengadu nasib di sana. Berikut perkiraan biaya hidup tinggal di Kalimantan Timur yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

Berita Terkini

Dugaan Rudapaksa Wanita Boyolali, Terlapor Ngaku Kenal R Tapi Tak Akrab

Tukinu menjelaskan GWS ingin membantu R untuk bertemu suaminya dan akan dibantu bertemu dengan penyidiknya.

2021, DKPP Deteksi 65 Pelanggaran Peredaran Daging Sapi di Kota Solo

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Solo menemukan ada 65 pelanggaran dalam pengawasan peredaran daging sapi di Kota Bengawan.

Kantongi Sertifikat, Wisata OMAC Klaten segera Dipermak

Sebelumnya Pemkab Klaten terkendala mengembangkan kawasan OMAC lantaran belum mengantongi sertifikat.

Ratusan Bidang Tanah Pemkab Klaten Ternyata Belum Bersertifikat

BPN menyerahkan 770 sertifikat hak atas tanah aset Pemkab Klaten yang terdiri atas  tanah perkarangan dan jalan sebanyak 649 bidang atau 743 sertifikat.

Ribuan Koleksi Buku Perpustakaan Mangkunegaran Solo Dipindah, Ada Apa?

Ribuan koleksi perpustakaan Reska Pustaka di Pura Mangkunegaran Solo dipindahkan dari sebelumnya di lantai II ke lantai dasar.

Pelaku UKM di Karanganyar Bakal Dipetakan Sesuai Klaster Usaha

Pemkab Karanganyar akan mendata ulang UKM yang dipetakan sesuai dengan klaster usaha. Ini untuk memudahkan pendampingan.

Sulitnya Dapatkan Minyak Goreng Bersubsidi di Karanganyar

Ibu-ibu di Karanganyar mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak goreng dengan harga murah. Ritel modern yang menjual minyak goreng seharga Rp14.000 liter selalu kehabisan stok.

Luas dan Bikin Bingung, Pasar Legi Solo Butuh Banyak Penunjuk Arah

Pasar Legi Solo yang luas dan terdiri atas beberapa lantai dan blok membutuhkan banyak penanda atau penunjuk arah agar pengunjung tidak bingung.

Ingin Tampil Beda, Desa Ngabeyan Klaten Dihuni Banyak Patung Hewan

Banyak patung hewan menghiasi Desa Ngabeyan, Karananom, Klaten.

Disebut Bukan Korban Pemerkosaan, Wanita Boyolali Ungkap Kronologi Ini

R mengatakan terlapor GW akan membantunya membebaskan sang suami dengan bantuan orang dalam namun dengan syarat membawa sejumlah uang.

Dana BOS 2019 Klaten untuk Buku Matur Jujur Sebenarnya Bagus, tapi...

Wali murid di Klaten menyatakan penggunaan buku Matur Jujur tidak konsisten sehingga terkesan mubazir.

Asyiknya Keliling Desa Pasung, dari Naik Jip hingga Petik Buah Sendiri

Pengunjung di Desa Agrowisata Pasung, Wedi, Klaten, bisa menumpang jip offroad, menikmati kesejukan dan keindalan alam, hingga memetik buah sendiri.

Tanjungsari Boyolali Jadi Contoh Pengendalian Hama dengan Agens Hayati

Tanaman padi di Banyudono tetap mendapatkan serangan hama padi seperti serangan tikus, penggerek batang padi, serta Bacterial Leaf Blight (BLB) atau dikenal sebagai penyakit kresek atau hawar daun.

Eks Napiter Atok Ngaku Deg-degan Tiap Lewat Polsek Pasar Kliwon Solo

Eks napiter Roki Apris Dianto alias Atok mengaku selalu merasa deg-degan dan takut tiap lewat di depan Polsek Pasar Kliwon Solo.

2 Kali Teror Polsek Pasar Kliwon Solo, Eks Napiter Datang Minta Maaf

Seorang eks napiter Roki Apris Dianto datang ke Polsek Pasar Kliwon Solo untuk meminta maaf atas aksi teror bom yang pernah ia lakukan beberapa tahun lalu.

Prabowo Dihina, Gerindra Klaten Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi

DPC Partai Gerindra Klaten tak terima dengan pernyataan Edy Mulyadi di YouTube yang dinilai menghina Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra, Prabowo Subianto.