Seleksi Perangkat Desa di Sragen, Wewenang Kades Dibatasi 30%

Seleksi Perangkat Desa di Sragen, Wewenang Kades Dibatasi 30%

SOLOPOS.COM - Ilustrasi perangkat desa (JIBI/Harianjaogja.com/Dok.)

Wewenang Kades pada seleksi perangkat desa dibatasi.

Solopos.com, SRAGEN—Wewenang kepala desa (Kades) di Kabupaten Sragen dalam pengisian perangkat desa lewat jalur penjaringan dan penyaringan dibatasi hanya 30%.

Sementara itu, dalam pengisian perangkat desa lewat jalur mutasi, peran Kades hanya membentuk panitia seleksi karena yang menentukan adalah uji kompetensi. Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) No. 10/2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda No. 8/2017 tentang Perangkat Desa.

Perbup ini disosialiasikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati kepada 196 kades dari 20 kecamatan di Ruang Sukowati Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Senin (26/2/2018). Forum terbuka itu juga dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Tatag Prabawanto; Asisten III Setda Sragen Simon Nugroho; dan Kabag Pemerintahan Desa Setda Sragen Suhariyanto.

“Kalau saya nyaman saja. Porsi uji kompetensi lebih besar, yakni mencapai 70%. Sementara wewenang kades hanya 30%. Wewenang Kades hanya di penilaian prestasi dengan bobot 10% dan penilaian dedikasi yang hanya 20%. Ya nanti dikaji. Kajiannya juga menyangkut biaya yang dibutuhkan untuk dua kali uji kompetensi dalam pengisian perangkat desa,” ujar Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kabupaten Sragen, Sutrisno, saat ditemui Solopos.com seusai mengikuti sosialisasi, Senin siang.

Seleksi perangkat daerah dilakukan melalui dua jalur, yakni mutasi dan penjaringan/penyaringan. Dia menjelaskan setiap jalur seleksi ada uji kompetensi dengan menggandeng perguruan tinggi yang sudah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, seperti Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan seterusnya.

“Tadi Pak Wakil Ketua FKKD memang menyampaikan di forum sosialisasi akan mengkaji lebih lanjut ketentuan Perbup. Kajiannya mungkin terkait wewenang desa, salah satunya berkaitan dengan biaya uji kompetensi. Biaya itu mungkin bisa diseragamkan,” kata Sutrisno yang juga Kades Gawan, Tanon, Sragen. (baca juga: PILKADES SRAGEN: Puluhan Warga Doyong Unjuk Rasa di Pengadilan)

Wakil Ketua FKKD Kabupaten Sragen, Siswanto, mengaku belum bisa bicara banyak terkait rencana kajian. Dia sadar wewenang kades yang hanya 30% dalam seleksi perangkat desa.

Sementara itu, Sekda Sragen Tatag Prabawanto, sebelum menutup sosialisasi berpesan Perbup No. 10/2018 harus sudah tersosialisasikan kepada seluruh desa paling lambat, Rabu (28/2/2018). Sekda menyatakan selama proses sosialisasi tidak ada permasalahan yang krusial.

Dia meminta semua kades melaksanakan Perbup dengan sebaik-baiknya.

“Laksanakan dengan baik. Kalau sampai geger, urusannya dengan saya,” kata Sekda.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyatakan semua kades wajib melaksanakan Perbup No. 10/2018. Meskipun ada rencana kajian dari FKKD, kata Bupati, tetap tidak berpengaruh pada ketentuan di Perbup.

“Kades tinggal sendika dawuh untuk melaksanakan Perbup,” jelasnya.

 

Ketentuan Perbup No. 10/2018

Pasal 4 (jalur mutasi)

Uji kompetensi Sekdes

  1. Ujian tertulis dengan bobot 40%
  2. Tes kemampuan dasra komputer bobot 30%
  3. Ujian praktik bobot 30%

Uji kompetensi Kebayan Desa

  1. Ujian tertulis dengan bobot 50%
  2. Tes kemampuan dasra komputer bobot 10%
  3. Ujian praktik bobot 40%

Uji kompetensi Kasi/Kaur

  1. Ujian tertulis dengan bobot 70%
  2. Tes kemampuan dasra komputer bobot 30%

 

Pasal 14 (Jalur Penjaringan dan Penyaringan)

Uji kompetensi perangkat desa

  1. Ujian tertulis dengan bobot 50%
  2. Tes kemampuan dasra komputer bobot 20%
  3. Penilaian prestasi bobot 10%
  4. Penilaian dedikasi bobot 20%

Sumber: Perbup No. 10/2018. (trh)

 

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).

Ketua LHKP-PWM Jateng Sesalkan Pernyataan Ali Mochtar Ngabalin, Desak Minta Maaf

Pernyataan Ali Muktar Ngabalin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden terkait Busro Muqodas disesalkan Khafid Sirotudin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jateng.

Bhabinkamtibmas Catat ada 1.241 Pemudik Tiba Sragen

Kebanyakan pemudik tiba di Sragen sebelum larangan mudik Lebaran diberlakukan.

Wuih! Ada Wahana Baru di Gunung Pegat Sukoharjo Loh

Gunung Pegat Sukoharjo kini dilengkapi sejumlah wahana baru.

Korban Tewas Karena Jebakan Tikus Di Sragen Tembus 17 Orang, Ini Daftarnya!

Korban meninggal dunia akibat tersengat jebakan tikus beraliran listrik terus berjatuhan di Kabupaten Sragen.

H+1 Lebaran, Pengunjung Wisata Air di Klaten Sepi

Disparbudpora Klaten memprediksi puncak kunjungan ke objek wisata air di Kabupaten Bersinar berlangsung, Sabtu (15/5/2021).

Inilah Tanda-Tanda Ban Sepeda Motor Harus Diganti

Rider sepeda motor wajib mengetahui kondisi ban saat berkendara karena ban menjadi salah satu komponen inti yang memberikan jaminan keselamatan.  

Gempa M 7,2 Guncang Nias

Gempa Bumi bermagnitudo (M) 7,2 mengguncang Nias Barat, Sumatra Utara, Jumat (14/5/2021)

Warga Wonogiri Diimbau Silaturahmi Virtual, Tapi Banyak yang Masih Tatap Muka

Tradisi silaturahmi secara tatap muka pada momentum Lebaran tidak bisa sepenuhnya hilang, meski masyarakat sudah diimbau untuk melaksanakannya secara virtual.