Tutup Iklan
Selamat! Guru SD di Wonogiri Ini Raih Satyalencana Pendidikan
Riska Septian, 33, berfoto seusai menerima penghargaan Satyalencana Pendidikan di Jakarta, beberapa waktu lalu. (Dok. Pribadi Riska Septian)

Solopos.com, WONOGIRI — Guru asal Baturetno, Wonogiri, Riska Septian, 33, menerima penghargaan Satyalencana Pendidikan di Jakarta, Kamis (28/11/2019). Penghargaan itu diberikan atas prestasinya dalam bidang pendidikan.

Riska sebelumnya pernah menjuarai lomba yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pada 2018. Ia bersama para juara lain mulai jenjang TK hingga SMA diundang untuk ikut seleksi.

Seleksi itu dibagi ke dalam tiga tahap yakni administratif, presentasi dan kunjungan ke lokasi. Ia berhasil lolos dalam ketiga seleksi itu.

Guru di SDN 2 Kedungombo itu menceritakan semula ia hanya menerima pesan Whatsapp (WA) dari seseorang di Jakarta yang mengabarkan dirinya masuk nominasi penerima penghargaan Satyalencana Pendidikan dari Presiden.

Ia tak menyangka hal itu bakal terjadi padanya. “Lalu saya disodori jadwal yang harus dipersiapkan termasuk kunjungan ke SD tempat saya mengajar,” ujar Riska, saat dihubungi solopos.com, Selasa (3/12/2019).

Lulus tahapan administrasi, Riska Septian maju untuk presentasi di hadapan Sekretaris Militer Presiden. Kemudian, panitia seleksi mengunjunginya ke sekolah. Dalam kunjungan itu, ia hanya berada di ruangan ditanyai soal nama ayah, ibu, dan anak.

“Teman-teman saya juga ditanyain. Tapi saya enggak tahu ditanya apa karena ada di ruangan berbeda. Yang dijawab teman juga apa adanya,” terang pria kelahiran Wonogiri, 21 September 1986.

Sebelumnya, Riska pernah menjadi bagian dari rombongan berisi 25 guru se-Indonesia yang berkesempatan mengikuti pelatihan guru ke Universitas Leiden, Belanda, 2-24 Maret 2019.

Pria yang menjadi aparatur sipil negara (ASN) 10 tahun pada Januari mendatang itu merasa bersyukur atas penghargaan itu. Bagi Riska, tak semua orang berkesempatan menerimanya. Penghargaan itu menjadi pemacu semangat terus berkarya di bidang pendidikan.

“Saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan ini. Saya berharap ke depan bisa lebih banyak berkarya di bidang pendidikan,” harap dia.

Disinggung soal rencana ke depan, Riska Septian kini sedang mempersiapkan kegiatan untuk mengajak anak-anak membikin aplikasi edukasi. Hal itu berangkat dari kondisi banyak orang tua melarang anak menggunakan ponsel. Menurut dia, penggunaan ponsel diperbolehkan dengan cara mengalihkan minatnya kepada sesuatu yang produktif.

“Pelan-pelan kita alihkan minatnya siapa tahu bisa bikin aplikasi edukasi. Tapi ini enggak bisa instan. Ini butuh proses panjang dan saya yakin bisa,” ujar dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho