Pasien asal Kelurahan Keprabon, Banjarsari, Solo, Fatmawati Nurul H.K.W., menimang bayi di bangsal Annisa RSIS Yarsis Surakarta, Rabu (20/11/2019). (Solopos-R. Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Seorang warga asal Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Solo, Fatmawati Nurul H.K.W., melahirkan anak ketiga di bangsal Annisa Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) Yarsis pada Senin (18/11/2019) sekitar pukul 23.00 WIB.

Fatmawati merupakan pasien perdana yang melahirkan di RSIS Yarsis Surakarta setelah rumah sakit itu resmi beroperasi pada pekan lalu.

Fatmawati melahirkan normal saat proses persalinan di bangsal Annisa. Perawat dan dokter selalu memberi motivasi saat proses persalinan. Bayi yang dilahirkan berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan 3,4 kilogram. Fatmawati dan suaminya Farid Tribune langsung memberi nama untuk anak ketiga mereka, Muhammad Yusuf.

Pasangan suami istri (pasutri) ini merupakan pasien setia RSIS Yarsis Surakarta. Fatmawati memercayakan proses persalinan di RSIS Yarsis Surakarta saat melahirkan anak pertama hingga ketiga.

“Anak pertama saya lahir pada 2012. Sementara anak kedua lahir pada 2013. Ketiga anak saya lahir di RSIS Yarsis,” kata dia, saat berbincang dengan solopos.com, Rabu (20/11/2019).

Fatmawati merasa nyaman dan homy saat menjalani proses persalinan di RSIS. Selain pelayanan prima, sarana dan prasarana di ruang persalinan cukup memadai.

Dia tak ingin berpindah ke rumah sakit lain lantaran RSIS Yarsis Surakarta menurutnya memberikan pelayanan terbaik untuk setiap pasien.

Pascapersalinan, bayi selalu berada di dekat ranjang ibunya di ruang rawat inap. “Istri saya bisa langsung merawat dan memberi air susu ibu (ASI) eksklusif kepada bayi setiap saat,” kata Farid Tribune.

Kepala Bangsal Annisa RSIS Yarsis Surakarta, Tita Setyowati, mengatakan RSIS memiliki program rooming in yakni rawat gabung bayi dan ibu pascapersalinan. Bayi tidak dirawat di kamar khusus bayi melainkan di boks bayi di samping ranjang ibu. Dengan demikian, frekuensi pemberian ASI kepada bayi dapat ditingkatkan.

Selain itu, ungkap Tita, mempererat ikatan batin antara ibu dan bayinya dalam satu ruangan. Mereka bakal salin merespons jika selalu berdekatan.

“Bangsal Annisa memiliki tiga kelas rawat inap, kamar bayi yang berisi inkubator dan kamar bayi bersiko tinggi. Sarana dan prasarana persalinan cukup memadai sebagai penunjang pelayanan medis,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten