Tutup Iklan -->
Selama Operasi Zebra Progo, Kecelakaan Lalu Lintas di Kulonprogo Nihil
Ilustrasi polisi memberikan tilang kepada pelanggar peraturan lalu lintas (JIBI/Solopos/Dok.)

“Tahun ini, tidak terjadi satupun kecelakaan lalu lintas selama masa Operasi Zebra Progo”

Solopos.com, KULONPROGO-Jumlah kecelakaan lalu lintas selama Operasi Zebra Progo 2017 di wilayah Kulonprogo tercatat nihil. Polres Kulonprogo terus mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan berlalu lintas sebagai upaya pencegahan.

Kapolres Kulonprogo AKBP Irfan Rifai mengatakan, tujuh kasus kecelakaan lalu lintas diketahui terjadi saat Operasi Zebra Progo 2016. Sebanyak tiga orang korban dilaporkan meninggal dunia dan 16 lainnya mengalami luka ringan. “Tahun ini, tidak terjadi satupun kecelakaan lalu lintas selama masa Operasi Zebra Progo,” ujar Irfan, Senin (20/11/2017).

Operasi Zebra Progo 2017 berlangsung selama 14 hari sejak 1 November 2017. Program itu bertujuan mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Personel yang dilibatkan mencapai 140 orang dengan menyasar sejumlah titik rawan di Kulonprogo.

Ruas Jalan Brigjen Katamso dan Jalan Diponegoro di Wates dinilai sebagai wilayah rawan pelanggaran lalu lintas. Titik rawan kecelakaan berada di kawasan Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS), khususnya sepanjang ruas jalan dari Simpang Diro, Panjatan hingga Brosot, Galur.

Hasilnya, sebanyak 6.478 sanksi tilang diberikan kepada para pelanggar. Angka itu jauh lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya yang hanya 1.111 pelanggar. Irfan mengatakan, bentuk pelanggarannya relatif masih sama, seperti tidak menggunakan helm atau sabuk keselamatan, pelanggaran terhadap rambu atau marka jalan, surat-surat, tata cara muatan, hingga pemakaian rotator yang tidak sesuai peruntukannya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho