Tim SAR saat melakukan pencarian korban kecelakaan air di Sungai Serayu, Banyumas, Senin (29/1/2018). (JIBI/Semarangpos.com/Istimewa-Basarnas Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Sepanjang 2019, Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Tengah (Jateng) telah menangani 147 kasus atau kejadian yang membahayakan nyawa manusia seperti bencana maupun kecelakaan.

Kepala Basarnas Jateng, Aris Sofingi, mengatakan jumlah kejadian yang ditangani Basarnas Jateng selama 2019 itu tergolong menurun atau lebih sedikit dibanding tahun 2018. Pada tahun lalu, personel Basarnas Jateng menangani sekitar 156 kasus atau kejadian.

“Penanganan kejadian hampir sama antara tahun 2019 dengan 2018. Kasus penanganannya masih didominasi kejadia seperti orang hanyut, tenggelam, tersesat di gunung, tercebur sumur, dan lain-lain,” jelas Aris dalam keterangan resmi yang diterima Solopos.com, Jumat (3/1/2020).

Aris menambahkan turunnya kejadian yang ditangani Basarnas Jateng ini berbanding lurus dengan jumlah korban jiwa atau meninggal dunia yang ditangani. Bila di tahun 2018 korban meninggal dunia yang ditangani Basarnas Jateng mencapai 321 jiwa, tahun 2019 turun menjadi 110 jiwa.

“Banyaknya korban jiwa di tahun 2018 tak terlepas dari turut sertanya Basarnas Jateng dalam menangani korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, yang mengakibatkan 188 penumpang tewas,” imbuh Aris.

Aris menambahkan selain banyaknya kejadian yang ditangani Basarnas Jateng dalam kurun satu tahun terakhir, pihaknya juga mencermati bahwa banyak kejadian yang terjadi di awal dan akhir tahun. Pada awal dan akhir tahun, kejadian berupa bencana maupun kondisi yang membahayakan manusia kerap terjadi.

Fenomena itu dikarena pada awal dan akhir tahun merupakan periode musim penghujan, di mana peningkatan kejadian bencana alam maupun kondisi membahayakan manusia yang merenggut banyak nyawa kerap terjadi.

Dalam catatan Basarnas Jateng pada periode Januari-Maret dan November-Desember 2018 menyumbang 60% kejadian yang ditangani. Sedangkan pada periode yang sama 2019 ada 50% kejadian dari total kasus yang ditangani Basarnas Jateng.

“Mengingat banyaknya kejadian di periode tersebut tentunya menjadi perhatian khusus bagi kami. Kesiapan alat dan personel menjadi hal utama yang kami perhatikan untuk menghadapi kejadian yang tidak diinginkan dan bisa terjadi kapan saja,” jelasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten