Selain Sriwijaya Air, Ini 3 Kecelakaan Pesawat Jatuh di Indonesia pada Januari
Pesawat Boeing 737-300 Garuda Indonesia GA41 melakukan pendaratan darurat di Sungai Bengawan Solo. (Wikimedia.org)

Solopos.com, SOLO – Kecelakaan pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) lalu menjadi tragedi yang menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia.

Pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak itu jatuh setelah hilang kontak sekitar empat menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta. Sebanyak 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang dan 12 kru meninggal dunia. Sampai saat ini pencarian korban dan bangkai pesawat terus dilakukan.

Selain tragedi Sriwijaya Air SJ182, ada beberapa kecelakaan pesawat jatuh lainnya di Indonesia yang terjadi pada Januari. Dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (19/1/2021), berikut rangkumannya:

Misteri Alas Purwo, Ibu Kota Alam Gaib Indonesia

10 Januari 1995

Pesawat Merpati Nusantara Airlines 6715 rute Bima-Ruteng jatuh di dekat Pulau Flores, Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 10 penumpang dan 4 kru pesawat tewas dalam kecelakaan tersebut.

16 Januari 2002

Pesawat Garuda Indonesia GA 421 rute Lombok-Yogyakarta melakukan pendaratan darurat di Sungai Bengawan Solo kawasan Serenan, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Pesawat ini mengangkut 60 orang yang terdiri dari 54 penumpang dan 6 kru. Seluruh penumpang selamat meski ada yang terluka. Sementara satu kru pesawat, yakni pramugari meninggal dunia akibat jatuh. Berdasarkan hasil analisis dari black box ditemukan fakta bahwa pesawat itu mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk yang mengakibatkan dua mesinnya mati mendadak.

Mbak You Ramal Jokowi Lengser, Deddy Corbuzier: Cari Duit Itu

1 Januari 2007

Pesawat Adam Air dengan nomor penerbangan KI 574 Surabaya-Manado jatuh di Selat Makassar pada 1 Januari 2007.Pesawat Boeing 737-400 buatan 1990 itu mengangkut 102 penumpang yang terdiri dari 96 penumpang dan 6 kru. Kotak hitam atau black box ditemukan di laut pada kedalaman 2000 meter pada 28 Agustus 2007.

Pada 25 Maret 2008 KNKT menyebutkan penyebab kecelakaan yang menyebabkan pesawat jatuh adalah cuaca buruk, kerusakan pada alat bantu navigasi, dan kegagalan kinerja pilot dalam situasi darurat.

Sanggomo, Kampungnya Para Pekerja Bor Sumur di Wonogiri

9 Januari 2021

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab kecelakaan pesawat tersebut. Tragedi ini bisa saja terjadi akibat kondisi cuaca buruk, kesalahan teknis, atau kesalahan manusia. Penyebab kecelakaan ini belum bisa dipastikan karena minimnya bukti dan data-data di lapangan.

Dikutip dari Bloomberg, Indonesia memang sering mengalami insiden penerbangan. Hal ini terjadi akibat masalah perawatan pesawat yang buruk, pelatihan pilot, kegagalan komunikasi atau mekanis, serta masalah kontrol lalu lintas udara.

Berdasarkan data Jaringan Keselamatan Penerbangan, Indonesia merupakan negara terburuk di Asia dalam bisnis penerbangan. Sampai saat ini tercatat ada 104 kecelakaan pesawa jatuh dan 2.353 kematian akibat insiden tersebut.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom