Tutup Iklan
Jembatan Plampang di Desa Wonotolo, Kecamatan Gondang, Sragen, ditutup total setelah rusak pada bagian fondasi tiang, Kamis (7/3/2019). (Istimewa-Catur Sarjanto)

Solopos.com, SRAGEN -- Satu lagi -jembatan-bejingan-sragen-rp57-miliar-diawali-pecah-kendi" title="Proyek Jembatan Bejingan Sragen Rp5,7 Miliar Diawali Pecah Kendi">jembatan di Sragen yang terpaksa ditutup karena ada kerusakan pada bagian fondasi oprit dan tiang jembatan. Jembatan penghubung penghubung Desa Pengkok di Kecamatan Kedawung dan Desa Jirapan di Kecamatan Masaran ini rusak akibat hujan empat hari lalu.

Jembatan ini tidak ditutup total melainkan hanya untuk kendaraan roda empat. Kendaraan roda dua masih bisa melintas.

“Kerusakan jembatan itu akibat diterjang -sejak-2016-jembatan-bejingan-sragen-mulai-dibongkar-dan-diperbaiki" title="Patah Sejak 2016, Jembatan Bejingan Sragen Mulai Dibongkar dan Diperbaiki">banjir yang terjadi empat hari lalu. Intensitas hujan yang tinggi membuat debit air di sungai meninggi dan menggerus tiang dan fondasi jembatan,” papar Korlap Search and Rescue (SAR) Pengamanan Ormas Lingkungan Desa (Poldes) Sepat Masaran, Sragen, Bambang Sugianto, kepada Solopos.com, Kamis (7/3/2019).

Sebelumnya diberitakan, Jembatan Plampang yang menjadi akses utama Desa Wonotolo menuju Kota Kecamatan Gondang, Sragen, ditutup total setelah terjadi keretakan pada bagian fondasi tiang, Kamis (7/3/2019).

Hujan yang mengguyur kawasan -gantung-kliwonan-pilang-sragen-segera-dipensiunkan" title="Jembatan Gantung Kliwonan Pilang Sragen Segera Dipensiunkan">Sragen dan sekitarnya akhir-akhir ini membuat debit air di Sungai Ceme meninggi. Tumpukan sampah dan batang pepohonan yang hanyut ke sungai banyak tersangkut di tiang jembatan. Akibatnya, fondasi tiang jembatan itu retak.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten