Selain Ngargoyoso, 2 Puskesmas Di Karanganyar Ini Pernah Ditutup Sementara Karena Corona
Puskesmas Ngargoyoso, Karanganyar. (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Fasilitas rawat inap Puskesmas Ngargoyoso, Karanganyar, ditutup per Senin (28/9/2020) hingga batas waktu yang belum ditentukan karena sempat merawat pasien yang ternyata positif virus corona.

Ini bukan kali pertama ada puskesmas wilayah Karanganyar yang tutup karena Covid-19. Selain Puskesmas Ngargoyoso, selama satu bulan terakhir ada dua puskesmas lainnya yang sempat tutup sementara.

Keduanya yakni Puskesmas Tawangmangu dan Puskesmas Karangpandan. Penyebabnya, pasien yang menjalani rawat inap puskesmas tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.

Pekan Ini, Pegawai Pemkot Solo Wajib Pakai Baju Batik Selama Sepekan, Kenapa?

Dua puskesmas ini sudah beroperasi kembali, salah satunya masih membatasi pelayanan terhadap pasien. Puskesmas Tawangmangu, Karanganyar, sempat menutup sementara bangsal rawat inap karena ada kasus corona, Rabu (2/9/2020).

Pelayanan persalinan puskesmas itu juga tutup. Hasil pelacakan 15 tenaga kesehatan dan karyawan Puskesmas Tawangmangu termasuk kontak erat pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Selang tiga hari, yakni Sabtu (5/9/2020), hasil swab test 15 orang itu negatif. Puskesmas Tawangmangu kembali membuka seluruh pelayanan pada Senin (7/9/2020).

Pakai Serkel Mini, Begini Cara Petugas Damkar Solo Lepaskan Cincin Perempuan Pucangsawit

Kembali Beroperasi

Pada sisi lain, Puskesmas Karangpandan juga mengalami hal serupa, beberapa waktu lalu. Penutupan itu karena ada pasien yang pernah menjalani perawatan di Puskesmas Karangpandan positif Covid-19 setelah dirujuk ke rumah sakit.

Menyusul adanya pasien yang positif corona itu, Dinas Kesehatan Karanganyar melacak tenaga kesehatan, tenaga medis, dan karyawan puskesmas. Hasil swab test Covid-19 terhadap kontak erat pasien tersebut negatif. Puskesmas Karangpandan pun sudah kembali beroperasi.

Terbaru, Puskesmas Ngargoyoso untuk sementara waktu tidak melayani rawat inap dan persalinan mulai Senin (28/9/2020) hingga batas waktu tidak ditentukan.

20 Pengunjung Tempat Hiburan Solo Terjaring Razia Karena Tak Pakai Masker

Penyebabnya sama, salah satu pasien puskesmas yang sempat menjalani rawat inap selama tiga hari ternyata positif corona setelah dirujuk ke RSUD Karanganyar.

Sepuluh orang tenaga kesehatan Puskemas Ngargoyoso menjalani swab test Covid-19, Selasa (29/9/2020). Mereka masih menjalani isolasi mandiri hingga hasil swab test Covid-19 keluar.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes Karanganyar, Dwi Rusharyati, menyampaikan kejadian Puskesmas Ngargoyoso sama persis dengan di Puskesmas Tawangmangu dan Karangpandan.

Demi Protokol Kesehatan, 2 Paslon Pilkada Sukoharjo 2020 Ubah Strategi Kampanye

Pasien sempat rawat inap beberapa hari. Tidak ada kemajuan kesehatan lalu petugas merujuknya ke rumah sakit. Sesuai protokol rumah sakit, pasien menjalani rapid test dan swab test.

"Hasil swab test pasien itu positif Covid-19. Maka teman-teman yang sempat merawat masuk kontak erat," tutur Dwi saat berbincang dengan wartawan, Selasa.

Sistem Kerja Sif

Dwi mengatakan kontak erat pasien positif corona itu cukup banyak meski hanya tiga hari rawat inap di Puskesmas Ngargoyoso, Karanganyar. Hal itu karena sistem kerja sif yang berganti tiga kali sehari.

"Ada enam perawat yang masuk kontak erat. Pelacakan berkembang. Ini awalan tenaga kesehatan sembari melihat perkembangan. Begitu swab test Covid-19 keluar, kalau negatif mereka langsung bekerja. Kalau ada yang positif kami kaji lagi," ungkapnya.

Hanya Tambah 4 Kasus Baru Positif Covid-19, Satgas Solo: Tetap Waspada!

Dengan tiga kejadian ini, Dwi mengapresiasi kerja tenaga kesehatan dan tenaga medis puskesmas Karanganyar yang bekerja keras menanggulangi kasus corona.

Menurut Dwi, rekan sejawatnya itu sudah menaati protokol kesehatan selama memberikan pelayanan kepada pasien selama masa pandemi Covid-19.

"Kejadian Tawangmangu dan Karangpandan, seluruh kontak erat dari tenaga kesehatan negatif Covid-19. Berarti kan kepatuhan pemakaian APD bagus. Semoga yang Ngargoyoso juga begitu. Kami wanti-wanti teman-teman puskesmas waspada dan patuh protokol terutama pemakaian APD. Harus waspada."



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom