Selain di Wonogiri, Ini 5 Temuan Mayat Tinggal Kerangka Yang Bikin Heboh
Kerangka mayat misterius ditemukan di tegalan Kelurahan Giriharjo, Puhpelem, Wonogiri, Sabtu (16/5/2020). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Temuan mayat tinggal kerangka yang belakangan diketahui milik seorang perempuan bernama Katyani ditemukan warga setempat di Puhpelem, Wonogiri, beberapa waktu lalu.

Saat ditemukan, kerangka tersebut mengenakan sweater merah, berkerudung, celana panjang jeans, dan beberapa aksesori seperti anting dan cincin. Polisi menduga mayat yang tergeletak di dasar jurang sedalam lebih kurang 20 meter dari bibir jurang merupakan korban tindak kejahatan.

Kabar penemuan mayat tinggal kerangka ini menghebohkan warga Puhpelem, Wonogiri. Berikut adalah lima kejadian temuan mayat tinggal kerangka yang tak kalah bikin heboh.

Alhamdulillah, Ibu Positif Covid-19 Klaten Yang Dirawat Di RS Bareng Bayinya Sudah Sembuh

Kerangka Siswi SMP di Tanjung Jabung Barat, Jambi

Februari 2020 lalu, seorang siswi SMP berusia 18 tahun berinisial I ditemukan tinggal kerangka di perkebunan sawit Kecamatan Betara, Tanjung Jabung Barat, Jambi.

I merupakan korban pembunuhan dengan pelaku seorang sopir berinisial FR. FR tega membunuh dan meninggalkan I perkebunan sawit lantaran permasalahan utang. Kepolisian menyebut I telah meminjam uang Rp250.000 kepada FR, namun tak mau mengembalikannya.

Saat ditemukan warga setempat dua bulan setelah dibunuh, tubuh I tinggal kerangka. Dari pernyataan polisi, I dicekik tersangka hingga meninggal dunia kemudian digulingkan ke pinggir kanal perkebunan sawit.

Positif Covid-19 Solo Tembus 290 Orang, Lagi-Lagi Pasien Suspek Naik Kelas

Kerangka Satu Keluarga di Banyumas, Jawa Tengah

Temuan kerangka mayat manusia dari satu keluarga menghebohkan warga Desa Pasinggangan, Banyumas, Jawa Tengah. Saat itu bulan Agustus 2019, warga setempat, Rusman, tak sengaja menemukan kerangka manusia saat hendak mencangkul di kebun.

Tak hanya satu, Rusman menemukan empat kerangka manusia yang tinggal tersisa tulang-belulang. Terungkap bahwa empat kerangka tersebut adalah tiga anak dan cucu sang pemilik kebun, Misem, yang hilang sejak 2014.

Setelah dilakukan identifikasi forensik oleh tim dokter dari RSUD Margono, Purwokerto, keempat mayat tinggal kerangka itu adalah korban pembunuhan dengan benda tumpul.

Yakin Lolos, Ini Strategi Bajo Untuk Debat Melawan Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

Kepolisian setempat mengungkap keempat korban dalam kasus temuan mayat tinggal kerangka itu dibunuh anak kedua Misem, Saminah, bersama tiga orang anaknya, Sania, Irvan, dan Achmad. Para tersangka melakukan perbuatan keji tersebut lantaran cekcok masalah pembagian harta kekayaan Misem.

Sebelum dikubur di kebun milik Misem, keempat korban yang merupakan saudara kandung tersangka dipukul menggunakan besi dan tabung gas.

Kerangka Mayat Perempuan di Septic Tank, Bantul, DIY

Kerangka mayat seorang perempuan bernama Ayu Selisa ditemukan di septic tank pekarangan salah seorang warga Bantul, DIY, Maluyo, November 2019 lalu. Korban dalam temuan kerangka mayat ini merupakan menantu keluarga Maluyo yang hilang sejak 10 tahun lalu.

Rekam Jejak Anung Indro Susanto: Dulu Cawali Pilkada Solo, Kini Sibuk Jualan Jamu Bareng Eks Bupati Sragen

Polisi menuturkan sebelum Ayu dimasukkan ke septic tank, ia telah lebih dulu dibunuh oleh sang suami, Edi, yang tak lain anak dari Maluyo. Diduga Ayu kerap mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya itu.

Namun, kepolisian akhirnya menghentikan penyelidikan kasus pembunuhan tersebut lantaran suami Ayu, Edi, sudah meninggal akibat bunuh diri 40 hari sebelum kerangka Ayu ditemukan.

Kerangka Wanita Muda di Gunungkidul, DIY

Temuan mayat tinggal kerangka ini masih di Yogyakarta. Mujiyo, warga Desa Banyusoco, Kecamatan Playen, Gunungkidul, terkejut lantaran menemukan tulang-belulang manusia di hutan jati milik Perhutani pada November 2019.

Sedih! Ibu dan Anak di Sragen Positif Covid-19, Diduga Tertular Tukang Jahit

Polsek setempat yang mengetahui perkara tersebut lantas mendatangi lokasi ditemukannya kerangka manusia itu. Saat didatangi, kondisi kerangka menyembul ke bagian permukaan.

Kepolisian menyebut kerangka tersebut adalah milik seorang perempuan muda yang sudah ada selama lebih dari setahun. Hingga kini, belum terungkap penyebab kematian mayat tinggal kerangka tersebut.

Kerangka Dicor di Jember, Jawa Timur

Seorang pria berusia 51 tahun, Surono, warga Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Jember, Jawa Timur, ditemukan tinggal kerangka pada 7 Desember 2019. Diduga, temuan mayat tinggal kerangka itu adalah kasus pembunuhan yang dilakukan anak lelaki korban, Bahar, bersama sang istri, Busani.

Soal Mobil Dinas Baru, Banggar DPRD Solo Klaim Hanya Bahas 3 Unit Untuk Wakil Ketua

Setelah dibunuh dengan menghantamkan linggis ke kepala korban, pasangan suami istri tersebut kemudian mengecor jasad Surono di bawah musala rumahnya. Kepolisian yang mengusut kasus ini menyebut sebelum ditemukan Surono telah hilang selama tujuh bulan.

Meskipun sempat bersandiwara bukan mereka pelaku pembuhunan Surono, Bahar dan Busani kemudian ditetapkan sebagai tersangka setelah kepolisian menemukan bukti-bukti yang cukup kuat.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom