Selain Bangun Waduk Jlantah, BBWSBS juga Rehab Lalung dan Delingan

BBWSBS akan merehab Waduk Lalung dan Waduk Delingan yang keduanya berlokasi di wilayah Kecamatan Karanganyar.

 Situasi di sekitar Waduk Lalung di Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Kamis (7/7/2022). (Solopos.com/Akhmad Ludiyanto)

SOLOPOS.COM - Situasi di sekitar Waduk Lalung di Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Kamis (7/7/2022). (Solopos.com/Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, KARANGANYAR—Selain membangun Waduk Jlantah di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo juga melakukan pekerjaan lain di Karanganyar.

Pekerjaan tersebut adalah rehab Waduk Lalung dan Waduk Delingan yang keduanya berlokasi di wilayah Kecamatan Karanganyar.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

“Kegiatan kami di Karanganyar di antaranya adalah pembangunan Waduk Jlantah yang saat ini berproses 43%. Kemudian ada rehab Waduk Lalung dan Waduk Delingan,” ujar Kepala BBWS Bengawan Solo, Maryadi Utama di sela-sela silaturahmi dengan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Rabu (6/7/2022) di Kantor Setda Karanganyar.

Namun, Maryadi tidak merinci lebih jauh mengenai pekerjaan rehab di Waduk Lalung dan Waduk Delingan tersebut.

Sementara itu, waduk lain di Karanganyar yang dikerjakan BBWS Bengawan Solo adalah Waduk Gondang di Desa Ganten, Kecamatan Kerjo.

Baca Juga: Pembangunan Waduk Jlantah, 100-an Hektare Lahan Menunggu Dibebaskan

Menurut dia, pembangunannya sudah selesai dan sudah dimanfaatkan airnya.

“Waduk Gondang selesai, tapi masih dalam masa pemeliharaan dan sudah dimanfaatkan irigasinya dan air bakunya,” imbuh Maryadi.

Pada sisi lain, jika Waduk Jlantah sudah selesai pembangunannya, maka dari empat waduk yang ada di Kabupaten Karanganyar ini akan menampung sekitar 28 juta meter kubik.

Berdasarkan paparan BBWS Bengawan Solo kepada Bupati, kapasitas tampungan Waduk Delingan 4,2 juta meter kubik, Waduk Lalung 4,21 juta meter kubik, Waduk Gondang 9,15 juta meter kubik, dan Waduk Jlantah paling besar yakni 10,97 juta meter kubik.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Antiklimaks Penuntasan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

      + PLUS Antiklimaks Penuntasan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

      Penerbitan Keputusan Presiden tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Nonyudisial Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu bisa menjadi antiklimaks penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM berat pada masa lalu.

      Berita Terkini

      Pemanfaatan Aset BUMDes Girimarto, Kejari: Tak Perlu Tunggu Putusan

      Pemanfaatan aset Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama Lenggar Bujo Giri tidak perlu menunggu putusan pengadilan.

      Sukoharjo Gudangnya Tanaman Obat dan Kosmetik, Ini Daftar Lokasinya

      Penanaman biofarmaka di Sukoharjo tersebar di 12 kecamatan. Daerah Sukoharjo Selatan  seperti Nguter, Tawangsari, Bulu dan Bendosari menjadi lokasi persebaran terbanyak tanaman biofarmaka.

      Kuasa Hukum Ahli Waris: Silakan Bersih-Bersih Sriwedari Solo, Tapi...

      Kuasa hukum ahli waris tanah Sriwedari, Solo, mempersilakan Pemkot melakukan bersih-bersih kawasan tanah sengketa itu, tapi juga mengingatkan ihwal putusan pengadilan.

      Walah, Proyek Rel Layang Joglo Solo Munculkan Lokasi Kemacetan Baru

      Pengerjaan tahap II proyek rel layang memunculkan lokasi kemacetan baru di Simpang Tujuh Joglo, Banjarsari, Solo.

      Penjual Jamu di Nguter Sukoharjo Bungah Banget, Ini Penyebabnya

      Bahan baku jamu tradisional di Sukoharjo terbilang mencukupi  meskipun beberapa diambilkan dari daerah lain. Oleh karena itu, penjual bahan baku jamu tidak perlu mengimpor untuk mencukupi kebutuhan penjualan.

      Ada Fashion Show Batik Ciprat Karya Disabilitas di Karnaval Wonogiri

      Batik ciprat buatan penyandang disabilitas asal Desa Pucung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, turut ditampilkan saat karnaval kebangsaan di Kecamatan Kismantoro, Kamis (18/8/2022).

      Soto Budhe Djiman Boyolali, 31 Tahun Gratis untuk Anak Yatim Piatu

      Pasangan suami istri pemilik Warung Soto Budhe Djiman, Jiman, dan Sri Arbaini, selalu menggratiskan makan dan minum bagi anak yatim, piatu, dan yatim piatu sejak tahun 1991.

      Pengusutan Jual Beli Lahan Bong Mojo Solo Lanjut, Ada Tersangka Lain?

      Meski sudah menetapkan dua tersangka, penyidik Polresta Solo memastikan penyidikan kasus jual beli lahan makam Bong Mojo masih terus berlanjut.

      Soal Sriwedari Solo, Gibran Disarankan Konsultasi ke Kementerian Ini

      Pemkot Solo disarankan untuk berkonsultasi ke pemerintah pusat sebelum melakukan upaya penataan di lahan kawasan Sriwedari.

      Banyak Ditemukan di Wonogiri Bagian Selatan, Ini Manfaat Tanaman Sorgum

      Wonogiri bagian selatan dinilai menjadi sentra produksi tanaman sorgum.

      Murah dan Segar Soto Kuah Rempah Budhe Djiman di Nogosari Boyolali

      Menikmati kuliner legendaris yakni Warung Soto Budhe Djiman milik Jiman yang berdiri sejak 1991 di Dusun Nogosari Baru, Desa Glonggong, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali.

      Tersangka Ungkap Alasannya Nekat Jual Lahan Makam Bong Mojo Solo

      Dua tersangka, S dan G, mengungkapkan alasannya nekat jual lahan Bong Mojo yang merupakan aset Pemkot Solo.

      Produktivitas Kedelai Lebihi Target, Cawas Dilirik Jadi Soybean Village

      Kecamatan Cawas digadang-gadang menjadi soybean village, perkampungan yang mengembangkan kedelai dari hulu hingga hilir.

      Asal Usul Kenapa Kaki Gunung Lawu di Karanganyar Dinamakan Tawangmangu

      Asal usul kenapa wilayah kaki Gunung Lawu di Karanganyar dinamakan Tawangmangu tak lepas dari sejarah tentang Raden Mas Said alias Pangeran Sambernyawa.

      Ditetapkan, Ini 2 Tersangka Kasus Jual Beli Lahan Makam Bong Mojo Solo

      Polresta Solo menetapkan dua orang berinisial S dan G sebagai tersangka dalam kasus jual beli lahan makam Bong Mojo, Jebres, Solo.