Sektor Pertanian Tetap Moncer Saat Pertumbuhan Ekonomi Minus 5,23 Persen, Ini Alasannya
Ilustrasi pertanian (Solopos/M. Aris Munandar)

Solopos.com, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lapangan usaha pertanian menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II/2020.

Pada periode April-Juni 2020, lapangan usaha pertanian bisa tumbuh 2,19 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Diberitakan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2020 anjlok 5,23 persen secara yoy. Data ini lebih rendah dibandingkan prediksi pemerintah.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto mengatakan hanya ada tiga lapangan usaha yang mencatatkan pertumbuhan positif, yakni pertanian, informasi dan komunikasi, serta pengadaan air.

Polisi Kantongi Nama Terduga Pembunuh “Mayat Tinggal Kerangka” di Wonogiri, Tapi...

"Dari 17 lapangan usaha, hanya tiga sektor yg masih tumbuh positif yaitu pertanian, informasi dan komunikasi, serta pengadaan air," kata Suhariyanto, Rabu (5/8/2020), seperti dikutip Bisnis.com.

Jika dibandingkan kuartal sebelumnya (q to q), pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2020 minus 4,19 persen. Pada periode ini, pertumbuhan lapangan usaha pertanian tercatat paling tinggi, yakni 16,24 persen. Sedangkan lapangan usaha informasi dan komunikasi tumbuh 3,44 persen dan pengadaan air tumbuh 1,28 persen.

BPS juga mencatat pertanian menjadi satu-satunya sektor dari lima penyangga utama PDB yang tumbuh positif sepanjang periode ini.

Abaikan Corona, 3 Pemuda Malah Pesta Sabu di Kamar Indekos di Sukoharjo

Kontribusi Sektor Pertanian Naik

Suhariyanto menyebut kontribusi pertanian terhadap PDB naik menjadi 15,46 persen pada kuartal II/2020 dibandingkan pada kuartal II/2019 yang hanya 13,57 persen.

Sementara itu, secara umum struktur PDB Indonesia pada kuartal kedua tidak banyak berubah. Sekitar 65 persen perekonomian dipengaruhi oleh lima sektor utama yaitu industri, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.

Dari kelima sektor penopang ini, hanya pertanian yang tumbuh positif. “Pergerakan lima sektor ini akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Tapi sayangnya hanya pertanian yang tumbuh dan empat lainnya terkontraksi,” kata dia.

Klarifikasi Hana Hanifah Disebut Telanjang Saat Digerebek dan Sering Ditawar Pria di IG

Menurut dia, pertumbuhan sektor pertanian banyak dipengaruhi oleh pergeseran masa panen raya tanaman pangan yang tahun lalu jatuh pada Maret menjadi April dan Mei pada 2020 ini.

Di luar tanaman pangan, kehutanan dan penebangan kayu juga naik didorong peningkatan kinerja sektor hulu untuk produksi kayu bulat  hutan tanaman industri. Selain itu, tanaman perkebunan juga tumbuh.

Pertumbuhan tanaman perkebunan didorong peningkatan produksi kepala sawit, kopi, dan tebu. Ada pula peningkatan permintaan komoditas olahan kelapa sawit dari luar negeri dalam bentuk CPO.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom