Sekolah Untung Rp10 Miliar dari Jual Seragam, Disdikpora DIY: Itu Hanya Asumsi

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY membantah data ORI DIY terkait sekolah mendapatkan keuntungan hingga Rp10 miliar dari berjualan seragam.

Selasa, 27 September 2022 - 19:53 WIB Penulis: Sunartono Editor: Abdul Jalil | Solopos.com

SOLOPOS.COM - ilustrasi

Solopos.com, JOGJA — Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta membantah data yang dirilis Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY terkait sekolah mendapatkan keuntungan Rp10 miliar dari jual beli seragam kepada murid.

Data yang dirilis ORI DIY tersebut hanya sekedar asumsi dan bukan data lapangan.

Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya, mengatakan laporan yang dirilis ORI DIY terkait dugaan keuntungan jual beli seragam sekolah mencapai Rp10 miliar tidak sepenuhnya menggunakan data di lapangan. Data tersebut hanya diambil berdasarkan asumsi temuan satu sekolah kemudian dikalikan dengan jumlah seluruh siswa baru di DIY. Sehingga tidak bisa serta merta disamaratakan seluruh sekolah di DIY melakukan pengadaan seragam sekolah.

“Atau bisa jadi temuan didapatkan di satu sekolah melalui penjualan seragam oleh forum orang tua. Kemudian dirata-rata seluruh DIY muncul angka Rp10 miliar itu, terlalu bombastis angkanya, jadi itu hanya sekadar asumsi-asumsi, karena sekolah yang lain belum semua melakukan pengadaan seragam,” katanya, Selasa (27/9/2022).

Baca Juga: Ditetapkan Tersangka, Pelaku Pemerkosaan Anak Difabel di Bantul Ditahan

Didik menambahkan berdasarkan pengecekan langsung petugas Disdikpora DIY di lapangan menemukan masih banyak pelajar SMA/SMK yang saat ini belum mengenakan seragam sekolah. Hal ini karena memang tidak ada paksaan siswa harus membeli seragam di sekolah.

Menurutnya, banyak sekolah yang tidak berani melakukan pengadaan seragam sehingga sepenuhnya diserahkan kepada orang tua, sesuai dengan Permendikbud No. 45/2014. Masih banyaknya siswa yang belum seragam akibat rasa takut sekolah mengadakan seragam, lanjutnya, menjadi keprihatinan tersendiri.

“Saya kemarin ke SMK Pundong dan beberapa SMA di Bantul itu siswanya masih banyak yang belum menggunakan seragam SMA, mereka masih pakai biru putih. Karena sekolah tidak berani seperti yang dikatakan menjual seragam,” ujarnya.

Berita ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul ORI Sebut Keuntungan Seragam Sekolah Capai Rp10 Miliar, Disdikpora DIY: Terlalu Bombastis

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE jogja Bangun Rest Area di Exit Toll Jogja-Solo, Pemerintah Siapkan Lahan 9 Hektare 2 jam yang lalu

HEADLINE jogja Kalah Judi Online, Seorang Pria Bobol Minimarket & Mesin ATM di Jogja 3 jam yang lalu

HEADLINE jogja Kecelakaan Adu Banteng Motor Vs Mobil di Sleman, Pemotor Meninggal di Lokasi 7 jam yang lalu

HEADLINE jogja Nilai UMK Sleman Dipastikan Lebih Tinggi dari UMP Yogyakarta 8 jam yang lalu

HEADLINE jogja Cocok Buat Jalan-Jalan! Selasa Ini, Jogja Diperkirakan Berawan Sepanjang Hari 20 jam yang lalu

HEADLINE jogja Besaran UMK Jogja Akan Ditentukan Selasa, Begini Skema Penghitungannya 1 hari yang lalu

HEADLINE jogja Dongkrak Pendapatan Daerah, Tiket Masuk Pantai Parangtritis Naik Tahun Depan 1 hari yang lalu

HEADLINE jogja Putra Jokowi Nikah di Sleman, Industri Pariwisata DIY Manfaatkan Kaesang Effect 1 hari yang lalu

HEADLINE jogja Tanah Jalan Jogja-Gunungkidul Rawan Gerak, Kendaraan Besar Dilarang Lewat 1 hari yang lalu

HEADLINE jogja Gubernur Tetapkan UMP 2023 Naik 7,65%, Segini Besaran Upah Pekerja Yogyakarta 1 hari yang lalu

HEADLINE jogja 2 Menteri Jadi Saksi Akad Nikah Kaesang-Erina, Salah Satunya Basuki Hadimuljono 1 hari yang lalu

HEADLINE jogja Tahun Depan Ada Rencana ke Jogja? Berikut Deretan Event Unggulan Selama 2023 1 hari yang lalu

HEADLINE jogja Ada Pemeliharaan, Cek Jadwal Pemadaman Listrik di Jogja Hari Ini (28/11/2022) 1 hari yang lalu

HEADLINE jogja Siapkan Payung! Jogja Diprediksi Hujan Deras Senin Ini 1 hari yang lalu

HEADLINE jogja Siap-Siap! Besok, Gubernur Umumkan Kenaikan UMP 2023, Nilainya Di Bawah 10% 2 hari yang lalu