Kategori: Karanganyar

Lebih Dari 100 Sekolah di Karanganyar Susah Sinyal Internet


Solopos.com/Sri Sumi Handayani

Solopos.com, KARANGANYAR—Sebanyak 111 sekolah dasar di Kabupaten Karanganyar terkendala sinyal. Selain itu sejumlah sekolah menengah pertama di 51 dusun di Kabupaten Karanganyar belum terjangkau Internet.

Disdikbud  Karanganyar memaparkan data tersebut saat bersama Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengumpulkan kepala SD, kepala SMP, dan koordinator wilayah se-Karanganyar secara daring pada Rabu (21/4/2021).

Di situ, Kepala Disdikbud Karanganyar, Tarsa memaparkan persiapan ujian sekolah (US) SD dan SMP dan kendala yang dihadapi selama ini.

“Kami mendata kendala sinyal dan sekolah yang belum terjangkau Internet dari masing-masing kepala sekolah. Masih terdapat kelemahan sinyal di daerah tertentu. Ada 111 SD yang mengalami gangguan sinyal. Jumlah itu 1/3 dari total SD di Karanganyar. SMP di 51 dusun di Karanganyar juga belum terjangkau Internet,” kata Tarsa saat memaparkan data di hadapan Bupati.

Baca Juga: Pandemi, 179 Siswa SMP di Karanganyar Putus Sekolah

Sayangnya, tidak ada data jumlah SMP di 51 dusun yang belum terjangkau sinyal Internet itu. Tarsa menyampaikan tujuan Disdikbud mendata kendala tersebut dan melaporkan kepada Bupati Karanganyar. Salah satunya, dia berharap siswa SD dapat menyelenggarakan ujian sekolah secara daring tahun depan.

“Harapan kami tahun ajaran mendatang pelaksanaan ujian SD bisa secara daring. Maka persiapan harus dimulai dari sekarang. Salah satunya berkaitan dengan penyediaan server sehingga anak-anak di pedesaan bisa mengakses internet,” ujarnya.

Mengembalikan Lembar Jawab

Sebelumnya juga diperoleh informasi, sebanyak 11.968 siswa SD akan mengikuti ujian sekolah (US) luring pada pekan depan, Senin-Jumat (26-30/4/2021).  Sistemnya, orang tua siswa mengambil soal US ke sekolah dan siswa mengerjakan soal tersebut di rumah.

Mereka harus mengembalikan lembar jawab dan soal ke sekolah selama tenggat waktu tertentu. “Semula akan menyelenggarakan US SD di sekolah. Tetapi, pandemi belum ada perbaikan. Maka US SD tetap luring tetapi dikerjakan di rumah," tutur Tarsa saat ditemui wartawan seusai rapat.

"Harus orang tua, kerabat dari siswa yang mengambil. Pihak sekolah akan memastikan siswa mengikuti US sesuai jadwal,” lanjut Tarsa.

Pemerintah membuat syarat kelulusan siswa di masa pandemi, yakni menyelesaikan program pembelajaran yang ditunjukkan dengan nilai rapor kelas I-VI atau kelas VII-IX, bersikap baik, dan mengikuti US dan dinyatakan lulus.

Kondisi Darurat

Ditemui secara terpisah, Bupati  Juliyatmono meminta dinas terkait menindaklanjuti kondisi tersebut. Bupati menyampaikan bahwa kondisi saat ini darurat.

Ia menyebut pemerintah masih memprioritaskan kesehatan anak-anak ketimbang memaksakan diri menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Baca Juga: Terjaring Penyekatan di Cemara Kandang Karanganyar, Tak Semua Pengemudi Luar Jateng Diminta Putar Balik

“Kami tindak lanjuti kendala sinyal dan belum terjangkau internet. Itu tidak hanya untuk mengantisipasi pandemi, tetapi lebih kepada melek teknologi. Saat ini tidak bisa berpikir ideal karena kondisi belum normal,” ujar Bupati.

Dia mengakui bahwa pembelajaran daring tidak bisa disamakan dengan PTM. Tetapi, lanjutnya, bagaimana di tengah keterbatasan ini semua berjalan.

Pemerintah menyiapkan anak-anak sehat dan bagaimana anak-anak cerdas. “Kolaborasi dua kepentingan itu penting.”

Share
Dipublikasikan oleh
Tri Wiharto