Sekolah Favorit di Wonogiri Temukan Puluhan SKD Tak Logis
Tim memverifikasi dokumen dan meminta klarifikasi calon siswa atau orang tua/wali di SMAN 1 Wonogiri, Selasa (23/6/2020). (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI — Surat keterangan domisili (SKD) tak logis digunakan untuk mendaftar ke sejumlah sekolah menengah atas, SMA, negeri di Wonogiri. SKD tak logis banyak digunakan untuk mendaftar ke SMAN 1 Wonogiri yang dianggap sekolah favorit.

Tim Verifikasi SMAN 3 Klaten Pastikan SKD Puluhan Pendaftar Valid

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Jumat (26/6/2020), hingga 24 Juni lalu sebanyak 87 pendaftar di SMAN 1 Wonogiri menggunakan SKD. Sebanyak 22 SKD di antaranya tidak logis. Calon peserta didik (CPD) selaku pengguna SKD tersebut tak bisa menunjukkan bukti pendukung. Selebihnya, SKD dinyatakan lolos verifikasi karena fungsinya untuk memperkuat kartu keluarga (KK) yang masa penerbitannya kurang dari setahun.

Sesuai aturan baru, KK yang penerbitannya kurang dari setahun karena ada perubahan komposisi keluarga, seperti ada anggota keluarga baru, tetapi secara fakta keluarga tersebut sudah tinggal lama, bisa digunakan dengan didukung SKD. Sebelum ada aturan baru SKD seperti itu dinyatakan tidak berlaku.

Selain itu terdapat 56 CPD yang menggunakan piagam penghargaan. Seluruh piagam tersebut sesuai fakta, sehingga bisa digunakan untuk mendaftar. Tercatat ada dua CPD yang langsung diterima karena memiliki piagam penghargaan berjenjang tingkat nasional.

Tak Valid, Lebih dari 15 Pendaftar PPDB SMAN 1 Klaten Cabut SKD

SMAN 1 Wonogiri memiliki daya tampung siswa baru sebanyak 432 (12 rombongan belajar atau rombel). Pendaftar yang masuk sudah memenuhi kuota tersebut.

Bisa Lewat Jalur Afirmasi

Ketua PPDB SMAN 1 Wonogiri, Warsino, kepada Solopos.com menginformasikan semua CPD pengguna SKD tak logis sudah mencabut pendaftaran sebelum pendaftaran ditutup, Kamis (25/6/2020).

Hal itu merupakan hak CPD tanpa ada dorongan dari sekolah. Sebelum mencabut pendaftaran, CPD sudah diberi penjelasan bahwa mereka tetap berhak mendaftar ke SMAN 1 Wonogiri melalui jalur lain selain zonasi. Jika prestasi memungkinkan, mereka bisa mendaftar melalui jalur prestasi.

Pemkab Karanganyar Terima Bantuan 1.440 Rapid Test dari PT SKI

Apabila berasal dari keluarga penerima manfaat (KPM) program bantuan sosial (bansos) pemerintah, mereka bisa mendaftar melalui jalur afirmasi.

“Kami tak meminta CPD mencabut laporan. Kami mengarahkan agar mendaftar melalui jalur lain. Kalau akhirnya mencabut pendaftaran, itu hak mereka,” kata Warsino mewakili Kepala SMAN 1 Wonogiri, Endang Sunarsih.

Dia menjelaskan SKD tak logis adalah SKD yang datanya patut diduga tak sesuai fakta. Contohnya, pengguna SKD bertempat tinggal dan menempuh pendidikan SMP di Purwantoro, kecamatan paling timur Wonogiri, tetapi bisa memiliki SKD Wonoboyo, kelurahan berdekatan dengan Giripurwo tempat SMAN 1 Wonogiri berkedudukan. CPD bersangkutan pun tercatat dalam kartu keluarga (KK) berpenduduk Purwantoro.

Gegara Tanah Labil, Tebing di Ngargoyoso Karanganyar Longsor Hantam Tembok Rumah Warga

Menurut Warsino penggunaan SKD tak logis dapat diminimalisasi apabila rukun tetangga (RT) tak mudah memberi lampu hijau kepada warga diduga bukan warganya yang mengajukan permohonan surat pengantar untuk memproses SKD di desa/kelurahan.

Sebagai pihak yang paling mengetahui kependudukan warga mestinya RT bisa membedakan mana warga yang menetap lama dan mana warga yang baru saja bermukim.

SKD Tak Logis

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Baturetno, Paidi, menemukan dua SKD tak logis. Salah satunya digunakan CPD yang SMP-nya di Bogor, tetapi bisa memiliki SKD Baturetno. CPD bersangkutan beralasan tinggal bersama saudara di Baturetno, tetapi tak bisa menunjukkan bukti pendukung. Lantaran SKD dinyatakan tak berlaku, akhirnya kedua CPD mencabut pendaftaran.

Kena Razia Masker di Pasar Bunder Sragen, 18 Orang Diminta Lafalkan Pancasila, Tak Hafal KTP Disita

“CPD yang pakai SKD ada 21 orang. Hanya dua yang tak logis. Lainnya enggak ada masalah,” ucap Paidi.

Data yang diperoleh Solopos.com, SMA negeri yang pendaftarnya menggunakan SKD cukup banyak adalah SMAN 1 Wuryantoro. Pendaftar yang menggunakan SKD di sekolah tersebut terdapat 78 orang. Kepala SMAN 1 Wuryantoro, Susilo Joko Raharjo, mengklaim SKD yang digunakan CPD tak ada yang bermasalah.

CPD menggunakan SKD untuk menguatkan kartu keluarga (KK) yang penerbitannya kurang dari setahun. Hal itu karena keluarga CPD baru memperbarui KK setelah ada perubahan komposisi keluarga, seperti ada anggota keluarga baru.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho