Ilustrasi fogging. (Solopos-Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, MADIUN -- Sejumlah sekolah di Kota Madiun, Jawa Timur, menjadi sasaran kegiatan pengasapan atau fogging demi mencegah meluasnya penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah setempat.

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kota Madiun Edy Harmanto mengatakan fogging dilakukan intensif selama pekan ini. Sasarannya adalah sekolah, karena sesuai data, lingkungan sekolah rawan menjadi lokasi penyebaran penyakit demam berdarah.

"Data Dinkes-KB Kota Madiun mencatat terdapat 43 kasus DBD pada dua bulan masuk tahun 2019. Dari jumlah tersebut, mayoritas penderitanya anak-anak usia sekolah," ujar Edy Harmanto, Jumat (15/2/2019).

Menurut Edy, beberapa penderita yang positif demam berdarah tercatat berasal dari siswa SMA Negeri 1 dan 6 Madiun, serta SDN 2 Mojorejo. Oleh sebab itu, upaya pencegahan dengan melakukan fogging terus dilakukan di sekolah.

Dia menambahkan fogging dilakukan di sejumlah sekolah seperti di SMAN 2, 3, 1, dan 6, kemudian SMPN 4 Madiun, serta SDN 2 Mojorejo dan SDN 3 Madiun Lor. Fogging juga difokuskan di Pondok Pesantren Mujadadiyah dan Akademi Perkeretaapian Indonesia.

"Hasil dari penyelidikan epidemiologis (PE), sekolah juga menjadi salah satu tempat yang dimungkinkan terdapat sarang nyamuk Aedes aegypti pembawa virus dengue," kata Edy Harmanto.

Selain sekolah, beberapa kelurahan di Kota Madiun juga masuk dalam kawasan endemis demam berdarah, di antaranya Kelurahan Sogaten, Manguharjo, Kartoharjo, Madiun Lor, Kejuron, Mansirejo, Kelun, Banjarejo, Sukosari, Kanigoro, Demangan, dan Oro Oro Ombo.

"Upaya fogging ini diharapkan dapat mengurangi penyebaran atau memutus rantai penularan nyamuk Aedes aegypti," katanya.

Meski fogging gencar dilakukan, Dinkes-KB tetap mengimbau masyarakat Kota Madiun rajin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), mengingat upaya ini sangat efektif memutus rantai pertumbuhan dari tahap jentik-jentik menjadi nyamuk dewasa.

Adapun, PSN di antaranya dilakukan dengan 3M, yakni menguras bak mandi, menutup rapat tempat penampungan air, serta mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Selain itu, juga ditambah dengan mengolesi tubuh dengan losion antinyamuk agar terhindar dari gigitan nyamuk. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten