Sekolah di Boyolali Masuk Seperti Biasa, Tapi Pengawasan Diperketat Terkait Corona
Ilustrasi Pelajar (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, BOYOLALI -- Boyolali sejauh ini menjadi satu-satunya daerah di Soloraya yang belum mengambil kebijakan meliburkan sekolah terkait kewaspadaan penyebaran virus corona.

Hanya, sekolah diminta memperketat pemantauan dan pengawasan kesehatan peserta didik. Apabila ada peserta didik yang sakit, sekolah diminta tidak sekadar memberikan izin untuk tidak masuk, tapi juga memeriksa lebih jauh penyebabnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali juga mengimbau masyarakat membiasakan hidup bersih dan sehat. Hal itu penting untuk mengantisipasi penyebaran virus, termasuk corona.

Cara Membersihkan Smartphone Agar Tak Jadi Sarang Virus Corona

Untuk sementara, Pemkab Boyolali hanya meliburkan kegiatan Car Free Day (CFD) Minggu pagi. Sekretaris Daerah Boyolali, Masruri, menegaskan hingga Sabtu (14/3/2020), di Boyolali belum temuan kasus corona.

Pemkab Boyolali juga belum menetapkan kebijakan khusus terkait antisipasi corona menyusul status kejadian luar biasa (KLB) virus corona di Solo.

"Belum, baru sebatas imbauan untuk berhati-hati. Tidak banyak bepergian dan langkah antisipasi lain. Sudah ada edaran ke desa-desa. Untuk aktivitas masih biasa, sekolah masih berjalan seperti biasa," kata dia kepada Solopos.com, Sabtu.

5 ODP Corona Diisolasi di Sukoharjo

Pemkab Boyolali juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di pusat keramaian. Pemkab meliburkan Car Free Day (CFD) mulai tanggal 15 Maret hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Sekolah Tetap Lakukan Upaya Preventif

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Darmanto, juga menyampaikan untuk sementara ini belum ada kebijakan khusus berkaitan dengan corona. Sekolah di Boyolali tetap masuk seperti biasa pada Senin (16/3/2020).

Sekolah Se-Jateng Libur 2 Pekan, Diperpanjang Jika Ada Kasus Corona Baru

"Namun secara inisiasi kami tetap preventif. Budaya hidup bersih dan sehat diimbau untuk dilakukan. Cuci tangan pakai sabun, kurangi kontak badan langsung, salaman, dan sebagainya," kata dia, Sabtu.

Dia mengatakan penting untuk menjaga kondisi badan supaya tetap prima sehingga daya tahan tubuh terjaga baik.

"Kami imbau juga ke sekolah ketika ada siswa izin sakit, agar dipantau lebih detail. Tidak sekadar menerima surat izin. Tapi diperjelas sakitnya apa, jika terjadi sesuatu segera hubungi pelayanan kesehatan terdekat," kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah masih berjalan sesuai rencana.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho