Sekjend PBB sesalkan penyerangan terhadap wartawan

PBB: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Ban Ki-moon, Jumat, mengeluarkan pernyataan yang menyesalkan kematian, pemenjaraan dan intimidasi terhadap para wartawan di seluruh dunia menjelang Hari Kebebasan Pers Dunia.

"Serangan-serangan terhadap para wartawan mengejutkan karena jumlahnya masih tinggi," kata Ban.

Menurut Komite Perlindungan Wartawan (CPJ), 41 wartawan tewas selama 2008, pada saat menjalankan tugas, dan 11 meninggal sejak awal 2009.

Badan kebudayaan PBB, UNESCO, memberikan penghargaan anumerta kepada wartawan Sri Lanka Lasantha Wickrematunga. Wickrematunga dibunuh pada Januari lalu, dan penghargaan kebebasan pers 2009 UNESCO diberikan untuk karyanya.

Dirjen UNESCO Koichiro Marsuara secara resmi akan menyerahkan hadiah itu pada suatau upacara di Qatar, Senin.

Ban menyeru pemerintah Sri Lanka "untuk menjamin agar pembunuh yang bertanggung jawab atas kematian Wickrematunga ditemukan dan diadili".

CPJ juga melaporkan bahwa sejak 1 Desember 2008, 125 wartawan telah dijebloskan ke dalam penjara. Beberapa di antara mereka telah menjalani hukuman selama bertahun-tahun, dan beberapa lagi telah meringkuk di penjara selama lebih dari sepuluh tahun.

"Tiga negara --China, Kuba dan Eritrea-- mencakup separuh dari kasus-kasus itu," kata Ban.

"Saya seru semua pemerintah bahwa para wartawan yang ditahan tersebut dijamin hak mereka sepenuhnya, termasuk hak untuk banding dan untuk membela dari tuduhan mereka," ia menambahkan.

Ketakutan sering kali menyebabkan para wartawan menyensor diri mereka sendiri. "Ini, jelas tidak bisa diterima, wartawan harus bisa melakukan tugas mereka bebas dari intimidasi dan gangguan," kata Ban.

Pada April lalu suatu forum 14 juri dari seluruh dunia secara anumerta memberikan hadiah penghargaan UNESCO kepada Wickrematunga.

Wickrematunga, yang ditembak dari jarak dekat oleh orang-orang tak dikenal yang bersenjata pada saat dia berangkat kerja pada awal Januari, adalah redaktur di surat kabar Sunday Leader, yang dikenal sebagai pengeritik tajam kebijakan pemerintah, terutama tindakan pertempuran berdarahnya dalam menghadapi pemberontak Macan Tamil. (Antara)

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom