Penyerang Persis Solo Ugiek Sugiarto (dua dari kanan) merayakan golnya ke gawang Persik Kediri pada laga uji coba yang digelar di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (27/4/2019). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO - Sekjen Persis Solo Dedy M Lawe menyanggah pernyataan tidak adanya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. Persis Solo Saestu. Selain itu dia juga buka suara terkait gaduh launching tim di Madiun.

Dedy menegaskan RUPS PT. PSS tetap digelar setiap tahun. Namun, pemilik saham mayoritas yaitu PT. Syahdana Properti Nusantara (SPN) memang tak mengundang pemilik saham lain yang memiliki persentase saham sangat kecil.

RUPS biasanya membahas hal teknis sehingga hanya dihadiri PT. SPN. Pada 2016, Ketua Askot PSSI Solo yang juga salah satu pemilik saham PT PSS tak hadir di acara RUPS. Di sisi lain, pada 2017 dan 2018, pemilik saham minoritas tak mengajukan protes sehingga dianggap tak ada masalah.

Dedy memaparkan PT. SPN menjadi pemilik mayoritas saham PT. PSS dengan menguasai 90 persen saham. Selanjutnya lima persen saham dimiliki sembilan orang pengelola lama Persis, termasuk Her Suprabu dan Paulus Haryoto (Ketua Askot PSSI Solo). Sedangkan lima persen lainnya dimiliki klub-klub internal Persis.

“Kami ingin meluruskan, kami datang sebagai investor itu atas undangan Pak Wali [Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo] dan petinggi PSSI Joko Driyono untuk menyelamatkan Persis. Pengelola lama tidak mengelola klub dengan benar,” paparnya saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (29/6/2019).

Dia mengatakan PT SPN masuk ke Persis sebelum kompetisi Indonesia Super League (ISC) B pada 2016 bergulir. Pergantian pemilik saham terjadi pada April atau Mei 2016, sementara kompetisi dimulai Juli 2016. “Jadi kami masuk bukan mulanya jadi sponsor lalu tiba-tiba mau ambil mayoritas saham. Tapi kami masuk sebelum kompetisi dimulai,” kata Dedy.

Lebih lanjut, ia menilai tak ada kontribuai pemegang saham lainnya bagi Persis. Maka suporter hendaknya tidak mengedepankan emosi menyikapi situasi Persis terkini. “Jangan emosi gara-gara launching tim di Madiun. Lihatlah kompetisi yang lebih besar. Kompetisi baru dimulai. Kami memperjuangkan Persis dengan berdarah-darah,” kata dia.

Dedy menyebut salah satu alasan launching digelar di Madiun adalah untuk menghemat anggaran. Tahun lalu, Persis mengadakan launching tim halaman Pura Mangkunegaran. Acara itu menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah. Dua tahun sebelumnya mereka juga menggunakan Jl. Slamet Riyadi yang memakan anggaran tak sedikit.

“Mari bersama kita dukung Persis karena tujuan kami membawa Persis ke Liga 1,” tutupnya. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten