Tutup Iklan
Jamur kotoran sapi yang dikonsumsi satu keluarga di Ngadirojo, Wonogiri, Kamis (31/1/2019). (Istimewa/Humas Polres Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI -- Seorang bapak dan tiga anaknya asal Dokeso RT 001/RW 009, Kerjo Lor, Ngadirojo, Wonogiri, dirawat di rumah sakit karena diduga -keracunan-malam-tahun-baru-di-wonogiri-tambah-14-orang" title="Korban Keracunan Malam Tahun Baru di Wonogiri Tambah 14 Orang">keracunan jamur lethong atau kotoran sapi yang mereka makan sesaat sebelumnya, Rabu (30/1/2019).

Jamur itu mengandung zat yang termasuk narkotika golongan I yang dapat menimbulkan efek tertentu jika dikonsumsi. Polisi mengimbau warga tak mengonsumsi jamur tersebut.

Kapolsek Ngadirojo, AKP Subroto, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (31/1/2019), menginformasikan korban meliputi Sriyanto, 45, dan tiga anaknya, yakni Lisa Utami, 22; Rizky Soleh Ariansyah, 17; dan Muhammad Tri Haryanto, 12.

Sriyanto dan Utami sudah pulang dari rumah sakit. Rizky dan Muhammad hingga Kamis masih dirawat di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso, Wonogiri. Kondisi keduanya sudah membaik.

“Mereka-hajatan-40-warga-colomadu-karanganyar-diduga-keracunan" title="Pulang Hajatan, 40 Warga Colomadu Karanganyar Diduga Keracunan"> mual dan pusing setelah makan jamur kotoran sapi yang dimasak di rumah. Kejadiannya kemarin [Rabu] dan tidak ada yang melapor. Namun, kami mendengar adanya kejadian itu. Tadi [Kamis] saya memerintahkan anggota untuk mengecek, ternyata informasinya benar,” kata Kapolsek mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati.

Dia menceritakan jamur kotoran sapi diperoleh Sriyanto dari Sukoharjo, Rabu siang. Saat itu Sriyanto dalam perjalanan pulang ke Ngadirojo.

Saat melintas di jalan dekat areal persawahan tak jauh dari RS Nirmala Suri, Bulakrejo, Sukoharjo, dia melihat jamur berwarna putih kecokelatan yang tumbuh di sekitar kotoran sapi dekat sawah.

Dia pun mencabuti jamur itu hingga mendapatkan seplastik. Sriyanto lalu membawanya pulang.

Sesampainya di rumah dia meminta istrinya, Harsini, 40, memasak jamur tersebut. Setelah matang, Sriyanto dan tiga anaknya memakannya. Sementara Harsini tidak ikut makan.

Tak lama setelah itu Sriyanto dan anak-anaknya mual dan pusing, tetapi tak sampai muntah. Semakin lama mereka lemas hingga akhirnya keluarga membawa mereka ke rumah sakit.

“Penyebab pastinya belum diketahui. Yang tahu pastinya dokter. Namun, dugaan kuat karena -soto-puluhan-siswa-sd-di-wuryantoro-wonogiri-keracunan" title="Makan Soto, Puluhan Siswa SD di Wuryantoro Wonogiri Keracunan">keracunan jamur kotoran sapi yang mereka makan. Berdasar referensi, jamur kotoran sapi mengandung zat yang jika dimakan bisa berdampak seperti mengonsumsi narkoba. Kemungkinan besar Pak Sriyanto membawa pulang jamur itu karena mengira aman dikonsumsi,” imbuh mantan Kapolsek Baturetno, Wonogiri itu.

Dia mengimbau warga tak mengonsumsi jamur yang belum diketahui aman dikonsumsi atau tidak. Jika menemukan jamur seperti itu, lebih baik tidak dikonsumsi untuk menghindari hal-hal tak diinginkan.

Penelusuran Solopos.com di Internet, berdasar uji laboratorium oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), jamur kotoran sapi mengandung bahan aktif psilosina. Zat tersebut termasuk narkotika golongan I.

Mengonsumsi jamur itu menimbulkan efek halusinasi berlebihan dan gelisah. Dalam kurun waktu tertentu dapat menimbulkan depresi berat.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten