Sejumlah Santri Positif Covid-19, Ponpes Di Colomadu Karanganyar Diliburkan Sampai 12 Februari
Ilustrasi persebaran virus corona pemicu Covid-19 di udara. (Bisnis)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pondok Pesantren atau Ponpes Daarul Qur'an di Desa Paulan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, diliburkan hingga 12 Februari menyusul adanya sejumlah santri yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Saat ini ratusan santri yang sudah menjalani rapid test antigen dengan hasil negatif sudah dipulangkan ke rumah mereka. Sedangkan 20 santri putri yang hasisl rapid test antigennya positif akan menjalani tes swab sebagai tegakan diagnosis pada Senin (18/1/2021).

Pengelola ponpes memastikan kondisi para santri yang hasil rapid test antigennya positif tidak bergejala. Sebelumnya, ponpes melaksanakan tes swab antigen massal terhadap 258 orang santri, ustazah, karyawan, dan pengurus yayasan pada Sabtu (16/1/2021).

Ruang Isolasi RSUD Karanganyar Overload, 6 Pasien Covid-19 Dirawat Di IGD

Ratusan siswa yang negatif swab antigen Covid-19 dipulangkan pada Sabtu itu. Langkah tersebut diambil untuk menekan persebaran Covid-19 di lingkungan ponpes wilayah Paulan, Colomadu, itu.

Pengelola Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Qur'an menempatkan 20 santri putri yang positif swab antigen di salah satu gedung kompleks ponpes. Mereka menjalani isolasi mandiri sejak Sabtu (16/1/2021).

Penyemprotan Disinfektan

Wakil Sekretaris Yayasan Bidang Humas dan Media, M Qoyim, menuturkan 20 santri putri tersebut berada dalam salah satu gedung bagian belakang asrama kompleks ponpes. Qoyim menyampaikan tempat tersebut terpisah dari gedung asrama yang biasa digunakan santri putri selama berada di ponpes.

Warga Kisahkan Detik-Detik Pesawat Garuda Mendarat di Bengawan Solo Tahun 2002 Lalu

Pengurus yayasan, tim satgas Covid-19, dan tim medis Ponpes Daarul Qur'an, Colomadu, memantau kondisi dan memenuhi kebutuhan puluhan santri itu secara rutin.

"Betul, kami melaksanakan tes swab antigen terhadap 258 orang santri, ustazah, karyawan, pengurus yayasan, dan lain-lain pada Sabtu," kata Qoyim kepada Solopos.com melalui telepon pada Minggu (17/1/2021).

Pelaksana tes cepat antigen itu melibatkan Puskesmas Colomadu 1 dan Dinkes Karanganyar. Qoyim menyampaikan ponpes melaksanakan penyemprotan disinfektan di lingkungan ponpes putri pada Minggu.

Tambah Lagi, 20 Santri Ponpes di Colomadu Karanganyar Positif Covid-19

Ia juga mengimbau santri putri yang dipulangkan ke rumah masing-masing agar tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat di rumah. Orang tua maupun wali santri dapat memantau aktivitas santri selama berada di rumah.

Memperketat Screening

Qoyim mengingatkan agar santri berdisiplin memakai masker, menjaga jarak, rutin mencuci tangan, makan makanan bergizi, belajar di rumah. "Jangan keluar rumah apabila tidak penting, dan tetap menghafalkan Alquran," ujarnya.

Qoyim membenarkan kasus Covid-19 di ponpes putri wilayah Colomadu itu muncul kali pertama karena salah satu santri putri tidak menyampaikan secara jujur ada anggota keluarganya yang menjalani isolasi mandiri karena positif Covid-19.

Berkas Perkara Penembakan Mobil Bos Duniatex Dilimpahkan Ke Kejari Solo

Dari kasus ini, ponpes berencana memperketat screening ketat saat nanti santri mulai masuk. Beberapa hal yang harus dibawa saat hendak masuk ponpes adalah surat pernyataan wali santri yang menyatakan anaknya betul-betul negatif Covid-19.

Hal itu dibuktikan dengan surat keterangan negatif Covid-19 dari dinas kesehatan terkait. "Di lingkungan ponpes putra semua sehat. Lokasinya terpisah. Ponpes putri di Desa Paulan sedangkan ponpes putra di Desa Gajahan. Kami pantau bersama tim medis ponpes," tuturnya.

Pengelola amengajak santri putra berolahraga rutin sambil berjemur. Beberapa donatur juga menyerahkan vitamin dan minuman herbal. "Kami juga melakukan khataman Alquran 30 juz mulai Subuh hingga Asar untuk meningkatkan semangat santri," ujarnya.

15 Dokumen Kematian Korban Sriwijaya Air SJ-182 Telah Terbit

Klarifikasi Pelaksaan Rapid Test Antigen

Pada kesempatan itu, Qoyim mengklarifikasi perihal pelaksanaan tes swab antigen yang dilaksanakan kali pertama di ponpes wilayah Colomadu itu setelah ada kasus Covid-19.

Qoyim menyampaikan tes swab antigen tersebut dilaksanakan atas inisiatif pengelola ponpes. Mereka juga dua kali melaksanakan tes swab PCR di RSAU dr Siswanto Lanud Adi Soemarmo.

"Swab antigen pertama yang menyelenggarakan ponpes dan tidak melibatkan kecamatan maupun kabupaten. Itu kesadaran kami. Ketika itu satu orang santri sakit dan dibawa ke rumah sakit."

Semeru Sempat Semburkan Awan Panas, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada

Qoyim melanjutkan ponpes melaksanakan swab antigen yag dilanjutkan swab PCR di RSAU. Hasilnya lima santri positif. Lalu ponpes mengadakan tes swab PCR lagi terhadap lima orang lain.

"Hasilnya tiga orang positif. Itu juga inisiatif kami supaya hasil lekas diketahui dan persebaran Covid-19 bisa ditekan. Mereka [8 orang santri] menjalani isolasi mandiri di Asrama Haji Donohudan," ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom